
Kamis malam akhirnya tiba, Laila masih berada di rumah, ia sedang merias dirinya sendiri sambil ditatap oleh Andra yang duduk disampingnya.
"Mama, bolehka aku ikut?" Pria kecil itu bertanya karena dalam hatinya dia tidak mau berjauhan dengan mamanya.
Sudah berhari-hari Laila pulang terlambat ke rumah dan hanya bisa berjumpa dengan Layla di pagi hari.
Selain di pagi hari ia menghabiskan waktunya dengan kakek dan neneknya.
Mendengar pertanyaan Andra, Laila merasa sangat senang, akhirnya Andra sudah tertarik untuk keluar dari rumah.
Sayang sekali, kali ini dia tidak bisa membawa Andra.
"Sayangku, Mama tidak bisa membawamu kali ini.
Tapi besok, mama berjanji akan membawamu berjalan-jalan. Sepanjang hari!
Bagaimana?" Tanya Laila meski dalam hatinya ia juga merasa bersalah pada Andra karena sudah meninggalkan pria kecil itu selama berhari-hari.
"Baik!" Jawab Anda merasa sangat senang.
Meski malam itu ia tidak bisa menghabiskan waktu bersama Laila, tapi setidaknya besok, dia bisa puas bersama dengan mamanya.
Setelah merias diri, Laila keluar dari kamar dan mendapati Samudra sudah menunggunya bersama kedua tertua.
Ketiga orang itu terlihat pangling saat melihat Laila dan Andra menuruni tangga bersama.
__ADS_1
Keduanya tersenyum bersama, dan senyum mereka, itu terlihat seperti berasal dari cetakan yang sama!
"Aku akan pergi sekarang." Ucap Laila disusul Samudra yang segera berdiri.
"Aku akan mengantarmu." Kata pria itu mendapat tatapan tajam dari Andra.
Kalau ayahnya pergi mengantar Laila, maka dia harus ikut!
"Baiklah, ayo pergi bertiga." Ucap Laila lalu ketiganya berpamitan pada kedua Tetua sebelum menaiki mobil untuk mengantar Laila ke acara ulang tahun Rizal.
Menyetir di depan, Samudra penuh dengan kecemburuan saat sesekali melirik dua orang yang sedang berpelukan di belakangnya.
Ternyata, bersaing dengan anak sendiri jauh lebih sulit dari pada bersaing dengan pria dewasa!
"Sayang, aku turun di sini saja." Ucap Laila yang tidak mau menarik perhatian dengan mobil mewah yang dikendarai oleh Samudra.
"Tidak apa, aku bisa mengatasinya." Ucap Laila tersenyum menunjuk sebuah kancing besar di sisi gaunnya.
Kancing besar itu berisi kamera yang langsung terhubung dengan ponsel Samudra.
Samudra sendiri yang mengaturnya dan memaksa Laila menggunakannya.
"Baiklah, aku akan mengawasimu." Ucap Samudra berusaha menenangkan dirinya yang sebenarnya masih terlalu kuatir.
"Kalau begitu, aku turun di sini." Ucap Laila memberi sebuah kecupan besar di pipi Andra sebelum membuka pintu mobil dan turun untuk berjalan ke hotel yang ia tuju.
__ADS_1
'Bahkan tidak ada ciuman perpisahan denganku!' gumam Samudra menghela nafas.
Masih berada dalam mobil, Andra Langsung melompat ke kursi depan dan meminta ponsel milik ayahnya.
Mengatur ponselnya pada pantauan kamera yang ada di kancing baju Laila, pria kecil itu terlihat sangat serius memandangi layar ponsel.
"Apa kau kuat menunggu mamamu sampai larut malam?" Tanya Smaudra pada putranya.
Andra masih fokus melihat layar ponsel Samudra saat pria kecil itu mengangguk dengan sungguh-sungguh.
"Bagus!" Ucap Samudra lalu mencari tempat parkiran yang dekat dengan hotel di mana Layla menghadiri pesta ulang tahun.
Tapi karena dia masih terlalu cemas karena masih butuh waktu beberapa menit untuk pergi ke hotel, maka Samudra memutuskan membawa mobilnya ke parkiran hotel.
Dia harus ekstra berjaga-jaga!
"Sial!! Mobil siapa itu?!" Beberapa orang yang baru saja tiba untuk menghadiri pesta ulang tahun Rizal langsung mengarahkan perhatiannya pada sebuah mobil yang baru saja tiba.
"Aku rasa dia juga datang untuk pesta Tuan Rizal!" Ucap yang lainnya dengan wajah penuh keirian memandang pada mobil mewah yang memasuki parkiran.
Mereka bahkan masih tinggal beberapa menit untuk menunggu orang yang akan keluar dari mobil itu.
Sayangnya, waktu mereka terbuang sia-sia karena 2 pria di dalam mobil itu kini hanya fokus pada layar ponsel yang menunjukkan perjalanan Laila ke acara ulang tahun Rizal.
@Interaksi
__ADS_1
Dasar misquin melarat. Jiwa sultan otor tertawa jijik mengahadapi kamseupainya kalian😒