Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 80. Mengancam Bos Besar


__ADS_3

Setelah memberi ucapan selamat pada Laila, ketiga orang itu akhirnya keluar dari gedung.


Dikarenakan perusahaan Anderson group sangat ketat dalam penyiaran berita yang menyangkut perusahaan mereka, maka banyak wartawan yang tidak dapat masuk ke dalam gedung.


Tapi, begitu mereka keluar, Rizal sangat terkejut melihat para wartawan yang menunggu di luar gedung kini mengerumuni Anita dan Rama.


"Astaga, putri kita!" Langsung kata Irmawati bersamaan dengan Rizal berlari ke arah kerumunan.


"Bagaimana tanggapan kalian setelah kalah dari seorang peserta tunggal?"


"Tolong jelaskan, apakah hari ini kalian tidak mempersiapkan diri dengan baik hingga dilengserkan oleh Laila?"


"Kami dengar Tuan Rama membanting kursi setelah kekalahan, apakah itu benar?"


Berdiri berdua tanpa pengawalan, Anita dan Rama terlihat pucat karena perasaan malu yang menampar wajah mereka dengan keras.


Apalagi, tidak ada yang bisa menolong mereka karena Irmawati dan Rizal yang hendak menerobos wartawan juga tidak bisa mengalahkan kerumunan wartawan yang terlalu kepo akan informasi.


'Ck,, nasib kalian begitu sial.' gumam Laila menatap penuh rasa kasihan pada dua orang yang di pojokan ke dinding.


Melihat 3 detik sudah cukup bagi Laila, jadi dia segera berputar balik untuk mengambil jalan lain sebelum ada wartawan yang melihatnya.


Tapi, dia tidak jadi melakukannya saat dua orang pria datang menghampirinya.


'Sial!! Tidak dapatkah mereka berhenti memata-matai ku?!' gumamnya dengan kesal melihat Hadi dan seorang pria lainnya segera mencegahnya.

__ADS_1


Memasuki mobil di mana Dewa dan Gerald sudah menunggu di sana, Laila menghela nafas sambil menyusun piala dan piagamnya di pangkuannya.


Perempuan itu terlihat sangat menyayangi benda di hadapannya dan tidak mau jika orang-orang di dalam mobil dimana ia duduk memiliki niat untuk menyentuhnya.


"Ck,, hanya piagam kecil, kami tidak pernah tertarik dengan barang-barang murahan seperti itu!" Komentar Geral merasa jijik dengan kelakuan Laila.


"Jadi tidak perlu mengomentari apapun tentangku, cepat saja kalian katakan apa yang kalian inginkan?!" Kata Laila dengan nada ketus.


Harusnya, ia segera kembali kerumah samudra dan memberikan piala kemenangannya pada anak kesayangannya.


Tapi orang-orang ini, ck,, ck,,


"Merayakan kemenanganmu." Ucap Dewa mengagetkan semua orang.


Sangat membuang-buang waktu dan tenaga!


"Merayakan?! Haha,,, apa aku tidak salah dengar?!" Tanya Laila dalam kekagetannya.


Akhirnya, semua orang kini menoleh pada Dewa, tentu saja meminta penjelasan pada ide konyol pria dingin itu.


Sementara Dewa, pria itu masih setia dalam wajahnya tenang yang tidak bisa terbaca.


Memikirkan bagaimana Laila akan semakin gagal dalam misinya saat perempuan itu tidak kembali menemui Andra, Dewa kemudian mengangkat wajahnya dan menatap sang sopir.


"Kembali ke rumah." Ucap pria itu hampir saja membuat Laila menendang Dewa.

__ADS_1


"Apa yang aku katakan?! Kalau aku tidak kembali ke kediaman Samudra, pria itu mungkin akan mengamuk dan rencana kita untuk menghancurkan perusahaan Samudra akan semakin tertunda!" Kata Laila menatap dengan tajam ke arah pria yang masih terlihat sangat tenang.


Semakin panik Laila maka semakin tenang pula Dewa karena misi Layla akan gagal!


"Misinya tidak lebih penting dari kemenanganmu hari ini!" Jawab Dewa masih dengan ketenangannya.


Hal itu membuat semua orang menjadi sangat terkejut dengan pria yang tidak mudah ditebak itu.


'Bagaimana bisa,, bagaimana bisa hanya untuk merayakan sebuah kemenangan kecil harus mengabaikan sebuah misi yang sangat penting?!' gumam Geral tak berani membantah Dewa.


Tapi Laila, dia bukan perempuan yang mudah diam saat seseorang menghalangi jalannya.


"Baiklah, kembali ke rumahmu dan semua perjanjian kita dibatalkan!


Tidak ada lagi perjanjian untuk menghancurkan kekuasaan Samudra, dan karena misi ini gagal oleh ulahmu, maka hari ini juga, setelah merayakan kemenangan ku, kita tidak punya ikatan apa pun lagi!" Ancam Laila membuat Hadi dan semua orang di dalam mobil itu kecuali Laila dan Dewa langsung terbatuk-batuk.


Ini pertama kalinya bos besar mereka diancam oleh seseorang!


@Interaksi



Dasar sultan jadi-jadian, berbagi berkat hanya untuk imbalan, ck,, ck,,


Contoh ni otor dong, selalu murah hati merendahakn para pembacanya lewat interaksi 😂😂🤭

__ADS_1


__ADS_2