
Di kompleks perumahan mewah milik Dewa.
"Maaf Bos, kami belum menemukan Hx-1, bahkan kami sudah mencari kemana-mana, tapi dia tidak meninggalkan jejak lagi setelah peretasan yang ia lakukan pada sistem keamanan perusahaan dibawah naungan Anderson Group.
Bahkan setelah satu kali menggemparkan dunia, tidak ada lagi pergerakan yang muncul." Lapor Geral setelah ia sudah berhari-hari tidak tidur hanya untuk menemukan orang dengan julukan Hx-1.
"Kau punya tambahan waktu 1 hari ini." Ucap Dewa pada Geral sebelum pria itu kembali fokus pada anggur di tangannya.
Tidak menemukan Hx-1, menandakan adanya kemungkinan bahwa orang itu sudah bekerja sama dengan samudra.
Ini artinya, peluang Layla berhasil merobohkan pertahanan Anderson Group menjadi semakin kecil.
Ia akan berhadapan dengan H-x1.
Sementara di tempat lain, Samudra sedang duduk bersama dua orang yang ia tangkap di lobby apartemen Laila.
"Tuan, kami minta maaf, Tolong jangan sentuh keluarga kami." Ucap salah seorang yang kini sedang bersujud di depan Samudra yang duduk santai di kursinya.
"Hanya dengan satu syarat, kalian harus bekerja untukku." Ucap Samudra memainkan sebuah pistol di tangannya.
Dua orang yang bersujud itu berada dalam dilema, jika mereka mengkhianati Dewa maka keluarga mereka juga terancam dibunuh oleh Dewa.
Sementara, jika mereka menolak bekerja sama dengan Samudra, maka pria itu juga akan mencelakai keluarga mereka.
Mengapa begitu sulit hanya untuk bertahan hidup?
__ADS_1
"Sebaiknya kalian berpikir dengan baik. Saat ini, Tuan kami sudah mengetahui identitas kalian, tapi Dewa, pria itu tidak akan lebih pintar dari Tuan kami.
Jika kalian bisa bekerja dengan baik, Dewa tidak akan pernah tahu kalau kalian sebenarnya bekerja untuk kami." Ucap Ell yang juga berada di ruangan itu sambil memegang pistol di tangannya.
Mendengarkan alunan pistol yang bergesekan dengan kulit El, dua orang itu akhirnya menghela nafas dan mau tidak mau menuruti keinginan Samudra.
"Baik Tuan, kami bersedia melakukannya." Jawab mereka serempak.
"Bagus, sekaarang katakan pada kami Apa yang sedang direncanakan oleh Dewa?" Tanya Ell yang tidak mau membuang lebih banyak waktu.
"Kami tidak tahu apapun, karena tugas kami hanya mengawasi apartemen Layla.
Kami juga baru dipindah tugaskan hari ini.
"Hx-1?" Ell langsung melihat pada Samudra, karena saat ini ia dan Tuan kedua juga sedang berusaha mencari Hx-1.
Tapi, apapun yang mereka lakukan juga tidak membuahkan hasil.
Sementara, samudra yang sudah tahu Layla adalah hx1 langsung berdiri meninggalkan ruangan itu menyerahkan semua sisa urusan pada Ell.
Kembali ke kantornya, Samudra langsung menghubungi perempuan yang ia rindukan.
"Halo sayang," sebuah suara yang mengalun indah terdengar dari seberang telepon.
"Sedang apa?" Tanya Samudra.
__ADS_1
"Sedang menyempurnakan program yang kubuat.
Ada apa tiba-tiba menelepon dari kantor?" Tanya Laila.
"Aku hanya merindukanmu." Jawab Samudra.
"Aku juga merindukanmu. Jangan matikan teleponnya dan biarkan saja seperti ini sampai kau selesai bekerja." Ucap Laila dari seberang telepon membuat Samudra tersenyum.
Pria itu menyalakan pengeras suara pada ponselnya lalu meletakkannya di sampingnya sembari memandanginya.
Dari dalam pengeras suara itu terdengar suara ketikan ketikan yang dihasilkan oleh tekanan jari-jari Laila di atas keyboard.
Samudra tersenyum.
Dewa sedang mencari Hx-1, padahal pria itu tidak tahu bahwa mereka hanya dibodohi dengan menyuruh pria itu mencari Hx-1 sementara Hx-1 sendiri adalah Laila.
'Perempuan ku benar-benar pintar.' pikir Samudra penuh kehangatan dan kebanggaan pada dirinya sendiri karena bisa menaklukkan Laila.
@Interaksi.
Hari ini otor nyicil ya,, tapi tetap akan diusahakan 4 bab kok.
Pertanyaan yang ada di bawah ini seharusnya semakin jelas ya... 🌞
__ADS_1