Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 181. Kendra masuk ruang operasi


__ADS_3

Setelah menidurkan Andra, Laila mendekati suaminya yang sedari tadi menunggu nya di ranjang lain dalam ruangan itu.


Langsung duduk di pangkuan Samudra Laila memeluk suaminya.


"Sayang, aku kuatir dengan Melinda, bagaimana kalau kita pergi menemuinya sebentar." Ucap Laila yang terus kepikiran.


"Baiklah," jawab Samudra lalu kedua orang itu segera turun ke lantai 5.


Keduanya langsung tiba di depan pintu kamar Melinda dan menekan bel berkali-kali tapi tidak ada yang menjawabnya.


Samudra menoleh ke kamar di depan kamar Melinda dan mendapati pintu kamar itu tidak tertutup dengan rapat. Sehelai kain menghalangi pintunya tertutup.


"Sayang," ucap Laila saat melihat suaminya malam membuka pintu kamar Kendra.


Baru saja pintu kamar itu terbuka saat suara tangisan terdengar dari dalam kamar.


Keduanya langsung berlari ke dalam dan terkejut mendapati Melinda sedang terpojok di sudut kamar dengan seorang pria berjalan ke arah perempuan itu.


Samudra langsung berlari kearah Barry dan memukul pria itu.

__ADS_1


Hanya satu pukulan dan pria itu langsung tersungkur di lantai dalam keadaan pingsan.


Samudra langsung memeriksa kondisi Kendra sementara Laila mendekati Melinda dan menenangkan perempuan yang sangat histeris itu.


"Tenanglah, semuanya sudah aman." Ucap Laila membantu Melinda berdiri dan membawa perempuan itu untuk keluar dari kamar Kendra.


"Tuan,, Tuan Kendra, Dia baru saja dipukul hingga pingsan." Ucap Melinda terisak keras.


"Kita keluar dari sini, biar suamiku yang menangani masalah di sini." Ucap Laila terus membantu Melinda meninggalkan kamar itu lalu mereka berpindah ke kamar Melinda di seberang kamar Kendra.


Sementara Kendra, pria itu langsung ditangani oleh petugas kesehatan dan dilarikan ke rumah sakit.


Pria itu memasuki ruang operasi dan Samudra menunggu disana sebelum teringat akan anak mereka yang tertinggal di kamar hotel.


"Sayangku, bagaimana keadaan Kendra?" Tanya Laila dari seberang telepon dengan suara yang cemas.


"Dia baik-baik saja, setelah operasinya selesai dia akan segera kembali ke negara kita. Apa kau sedang bersama Andra?" Tanya Samudra.


"Iya, Andra masih tidur dan Melinda juga ada di kamar kita, dia tertidur." Jawab Laila.

__ADS_1


"Baguslah, Jangan mengatakan masalah Kendra pada siapapun terutama pada ayah dan ibu." Ucap Samudra.


"Baik sayang," jawab Laila.


Setelah mengakhiri panggilan telepon dengan istrinya, Samudra kembali melihat ke ruang operasi.


'Andra sangat senang saat membicarakan tentang liburan, sebaiknya aku dan Kendra kembali, dan biarkan semua orang tetap melanjutkan liburannya.' gumam Samudra yang tidak mau menghancurkan perasaan putranya.


Sementara di hotel, di dalam kamar milik Weleni dan Silas, kedua orang itu sedang berbaring sembari bercakap-cakap.


"Apa menurutmu, setelah kita kembali dari liburan ini, putra kedua kita juga akan menikah seperti putra sulung kita?" Ucap Weleni.


"Aku harap begitu, kita sudah mengatur semuanya. Tadi saat Kendra terpengaruh obat perangsang dan Melinda pergi ke kamar Kendra untuk mengambil kopernya, pasti sesuatu terjadi di ruangan itu.


"Kita hanya perlu menunggu 1 bulan lagi lalu Melinda akan mengatakan pada kita kalau dia sedang mengandung cucu kita. Lalu, saat itu tiba maka putra kedua kita tidak akan memiliki alasan untuk menolak pernikahannya." Ucap Silas.


"Benar, apa lagi, Melinda adalah perempuan yang kuat, dia pasti bisa menghadapi Putra kita dan mengendalikannya supaya berubah jadi pria yang lebih dewasa lagi." Tambah Weleni merasa sangat senang.


@Interaksi

__ADS_1


Memang ni si Hidayat.. 🤭🤭



__ADS_2