
Melihat wajah Laila, laki-laki itu tahu kalau perempuan itu tidak akan membiarkannya membawa pria kecil yang sedang tidur memeluknya.
'Sial, kalau aku tidak berhasil, pria itu mungkin akan membunuhku karena aku sudah mengacaukan misiku yang terakhir.' gumam Geral dalam hati lalu pria itu meraih ponselnya.
'Semoga video ini tidak mempengaruhi kesehatan Laila. Kalau tidak, aku akan hancur untuk selama-lamanya.' gumam Geral menghela nafas lalu memperlihatkan video di HP nya pada Laila.
Hanya itu satu-satunya cara untuk menyelamatkannya!
Seorang pria yang dikelilingi oleh ratusan tentara berbaju hitam, lalu detik berikutnya, semua tentara itu menggebuki pria yang terbaring tak berdaya di atas pasir.
Dor!
Sebuah suara tembakan menutup video itu karena menghentikan videonya dan kembali menarik hp-nya.
"Dia adalah kekasihmu, oh, Tuanmu, Samudra Anderson. Aku yang menyelamatkannya hingga dia bisa sampai disini. Jadi tidak mungkin aku kembali berniat untuk melukai putranya." Ucap Geral.
"Jadi,, dia,, bagaimana bisa?" Ucap Laila meneteskan air matanya sembari menoleh ke arah suaminya yang masih terdiam dalam tidurnya.
Bagaimana bisa suaminya masih bertahan setelah di serang oleh ratusan tentara?
"Aku bilang, aku akan menceritakan dan memberikan videonya padamu saat kau setuju untuk membiarkan ku membawa anak kecil itu. Kau bisa mencariku dan membunuhku bahkan sampai membunuh seluruh keluargaku kalau sampai aku melukainya." Ucap Geral.
__ADS_1
"Tapi aku tid-" Laila menghentikan ucapannya saat merasakan Andra terbangun karena terganggu dengan percakapan kedua orang itu.
Baru saja pria kecil itu membuka mata saat ia menatap Geral dengan tatapan tidak suka dan sikapnya menjadi sangat waspada.
"Halo teman kecil, namaku Geral, aku adalah kakak laki-laki Laila." Ucap Geral dengan suara riang dan lembut jauh dari sikapnya yang biasanya terlalu kaku berbicara dengan orang asing.
"Mama?" Andra Langsung menoleh ke Laila seolah mencari penjelasan.
'Mama?' Geral hampir mati tersedak mendengar panggilan pria kecil itu untuk Layla.
Bagaimana bisa, seorang pelayan dipanggil 'Mama?'
'Tunggu,' geral melihat Samudra yang tertidur di samping Laila.
"Dia kakak angkat Mama. Apa kau mau bermain dengannya sebentar?" Tanya Laila.
"Tapi Mama,,"
"Mama baik-baik saja. Mama akan beristirahat, kau bisa pergi bermain bersama Paman Geral." Ucap Laila.
"Tapi aku tidak suka bermain."jawab Andra membuat Gerald terbatuk tak percaya.
__ADS_1
Mana ada anak kecil yang tidak suka bermain?
"Keponakan, kalau kau tidak suka bermain, kita bisa melakukan kegiatan apapun yang kau sukai." Ucap Geral membuat Andra berpikir sejenak sebelum menganggukkan kepalanya dan turun dari ranjang.
Berdiri memandangi mamanya yang masih terbaring di ranjang, Andra benar-benar tidak tega meninggalkan perempuan itu.
Pria kecil itu kembali naik ke ranjang dan memberi ciuman di kedua pipi Laila sebelum meninggalkan Laila.
"Janjiku." Ucap Geral meletakkan sebuah ponsel di tangan Laila.
Laila menyembunyikan ponsel itu dibawa selimutnya dan memandangi kepergian dua orang itu.
'Jadi, Geral yang menyelamatkan kami? Kalau begitu, pastilah Dewa yang ingin bertemu dengan Andra.' Gumam Laila kini merasa tenang.
Jika Dewa bisa melepaskannya untuk bersama dengan Samudra, maka dia juga percaya kalau Dewa tidak akan melukai Andra.
Kepercayaan Layla sudah dibuktikan dengan sikap pria itu padanya. Seandainya Dewa tetap berniat buruk pada Samudra maka pria itu tidak akan menolong mereka saat mereka diserang di pulau.
'Suamiku, terima kasih sudah bertahan untukku.' Gumam Laila saat ia menoleh ke samping dan mendapati suaminya masih bernafas disampingnya.
@Info
__ADS_1
Selamat hari natal buat yang ngerayain, apapun yang kamu harapkan akan selalu terAMINkan dalam nama Yesus..π
Buat yang ga ngerayain, jangan lupa datang di rumah otor sambil bawa ayam, kambing, sapi atau kerbau buat di bakar-bakar ya... πππ Nanti bumbunya otor yang siapingπ