
Setelah mengantar Samudra ke ruang pemeriksaan, Weleni kembali ke ruangan laila.
Dia tidak tega membiarkan menantunya sendirian di dalam kamar yang membosankan.
"Ibu, kenapa kembali?" Tanya Laila.
"Ayahmu dan putramu sudah disana menemani Samudra, jadi ibu akan disini menemanimu. Oya, tubuhmu, apakah masih sakit?" Tanya Weleni.
"Masih sakit, tapi aku masih bisa menahannya." Jawab Laila.
Weleni menghela nafas, dia tahu kalau seluruh tubuh Laila pasti terasa sangat sakit.
Terutama pada beberapa bagian tubuh yang di operasi untuk mengeluarkan peluru dan terlebih pada perutnya.
Tapi perempuan itu terus berlagak seolah dia bisa menahan semua rasa sakit yang menyerangnya secara bersamaan.
Hal itu membuat Weleni terus meringis setiap kali mengingat Laila.
"Ibu akan membuatkanmu teh herbal." Ucap Weleni lalu perempuan itu menyingkir ke dapur.
Setelah selesai membuat teh herbal, Weleni kembali menemui Laila dan memberikan teh herbalnya pada Laila.
"Minumlah," ucap Weleni.
"Terima kasih Bu," ucap Laila mengambil gelas dari Weleni.
Tapi Weleni terkejut saat melihat noda merah yang membanjiri perban di tangan Laila.
"Astaga," Weleni langsung mengambil kembali kelas di tangan Laila dan melihat bekas operasi Laila yang kembali berdarah.
__ADS_1
"Ini pasti karena kau terlalu memaksakan diri, Ibu akan memanggil perawat." Ucap Weleni segera keluar meninggalkan Laila.
Laila yang ditinggalkan melihat perban di tangannya yang sudah berubah warna menjadi merah karena darahnya yang keluar.
"Rasa sakit yang kutanggung tidak sedikitpun bisa dibandingkan dengan rasa sakit yang ditanggung suamiku, jadi mengapa harus mengeluh?" Ucapnya.
...
Rangkaian pemeriksaan yang dilakukan pada Samudra terlalu banyak hingga pria itu baru selesai pada sore hari.
Samudra diantar kembali kedalam kamarnya dan dibaringkan bersama Laila.
"Ayah, bagaimana keadaanya?" Tanya Laila berusaha menoleh pada suaminya.
"Tidak perlu khawatir, pemeriksaannya berjalan dengan lancar. Dia hanya tertidur karena kelelahan atau jenuh dengan banyaknya pemeriksaan yang dilakukan." Ucap Silas yang sementara memperbaiki selimut Samudra yang sedikit berantakan.
"Mama, ayo makan." Ucap Andra yang baru saja datang bersama sepiring makanan dan langsung duduk di samping Laila.
"Makasih sayang," kata Laila memberikan senyum terbaiknya pada Andra.
"Sama-sama Mamaku," jawab Andra.
"Sayangku, mulai sekarang jangan panggil mama lagi, mulai sekarang kau harus mengatakan Ibu." Ucap Laila.
Tertegun sesaat, Andra akhirnya tersenyum "Iya Ibu," ucapnya dengan wajah berseri-seri.
Layla tersenyum sekaligus meringis melihat ekspresi Andra, entah kenapa, setelah kecelakaan itu dia belum bisa memberitahu Andra tentang kebenaran bahwa dia adalah ibu kandung Andra.
Dia takut kalau Andra malah membencinya karena selama 5 tahun Ia sudah menelantarkan anak kandungnya sendiri.
__ADS_1
Sementara, jika pria kecil itu merajuk dia tidak punya tenaga untuk membujuknya karena tubuhnya masih terlalu sulit untuk digerakkan.
"Kau bisa memberitahunya sekarang," ucap Weleni saat melihat keraguan besar di wajah Laila.
"Tapi Bu, bagaiman kalau-"
"Tidak ada waktu yang tepat untuk mengatakannya. Kalau kau terus menundanya, mungkin tidak akan ada lagi kesempatan. Kau bisa menyesal." Ucap Weleni.
'Benar, Bagaimana kalau kejadian buruk terjadi lagi dan aku semakin tidak memiliki kesempatan?' Laila bergumam.
Perempuan itu kemudian menggerakkan tangannya dengan susah payah dan memegang tangan Andra.
Menggenggam erat dan mengumpulkan semua tekadnya.
"Sayang, ibu mau mengakui sesuatu yang penting. Ibu tahu kalau ini mungkin akan menyakitimu, jadi Ibu akan menerima semua keputusanmu. Sebenarnya Ibu adalah Ibu kandungmu, dan kau adalah anak kandung Ibu." Ucap Laila sembari mengamati reaksi Andra.
Mata pria kecil itu terlihat berkaca-kaca, dan tidak ada sedikitpun kemarahan di wajah Andra.
"Lima tahun yang lalu sesuatu yang besar menimpa Ibu hingga Ibu tidak bisa terus menemanimu. Maafkan Ibu," ucap Laila mengeratkan genggamannya di tangan Andra.
@Interaksi
Cuma motor? OMG, selain suka bacot, ternyata reder ini juga memiliki selera yang hmmm...ðŸ¤
Give awaynya 100 unit roket buat 100 reder terbacot yang bisa merevisi novel ini jadi novel horor,,
Mengapa roket? supaya kalian bisa jalan-jalan ke rumah otor,, gak bosen apa di bumi Mulu? Sesekali ke mars la..!
__ADS_1
Ok,, selamat berjuang demi jalan2 ke mars,, good luck ya...!