Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 144. Membantu yatim piatu


__ADS_3

'Ck,, anak-anak sekarang benar-benar mengerikan!' gumam Laila.


"Kalian lihat CCTV di sana? CCTV itu bisa merekam suara!" Ucapan Laila membohongi kedua Gadis remaja itu.


"Be,,benarkah?" Keduanya langsung ketakutan dan memohon-mohon pada Laila supaya mereka berdua dibebaskan.


"Dasar anak-anak! Sana, kembalilah dan belajar yang giat.


Jangan melakukan hal-hal yang membuatmu menyesal di masa depan." Ucap Laila berdecak kesal lalu membiarkan kedua remaja itu berlari meninggalkan mereka.


Melihat keberanian Laila, Melinda yang selalu lemah menghadapi orang-orang yang menindas nya langsung berdiri dan membungkuk 90 derajat pada Layla.


"Terima kasih,, terima kasih,, terima kasih,," ucapnya merasa senang sekaligus terharu.


"Tapi, Kenapa kamu bisa dikerjai oleh dua remaja itu?" Tanya Laila memperhatikan perempuan di setidaknya berumur 20-an tahun.


"Itu,, ini salah saya karena melamun saat ingin menyebrang jalan." Ucap Melinda kini kembali bersedih mengingat dirinya baru saja dipecat dan tidak memiliki uang untuk membayar kosannya.


Melihat ekspresi Melinda, Laila bisa menebak bahwa perempuan itu memiliki masalah yang sangat berat di pundaknya.


Bagaimanapun, dulunya Dia pernah berada di posisi Melinda, jadi dia tahu benar bagaimana rasanya.


"Apa kau sedang mengalami masalah besar?" Tanya Laila.


"Tidak, Saya hanya bernasip malang saja. Tapi begitu, saya masih cukup beruntung karena bisa bertemu dengan Nona yang sangat baik.

__ADS_1


Sekali lagi terima kasih telah membantu saya.


Saya tidak akan pernah melupakan kebaikan nona." Ucap Melinda meneteskan air matanya.


Setidaknya, di antara kemenangannya hari ini, ia masih sempat mendapat keberuntungan diselamatkan oleh orang tak dikenal.


"Sama-sama, sekarang kembalilah ke rumahmu dan tenangkan diri." Ucap Laila yang sangat mengerti bahwa perempuan didepannya sangat butuh waktu untuk menenangkan diri.


Namun Ia tidak menyangka bahwa kata-katanya malah membuat Melinda menjadi menangis semakin keras.


"Apa aku mengatakan hal yang salah? Oh, apa kami perlu mengantarmu ke rumahmu?" Lagi tanya Laila membuat Melinda kembali lagi terisak bahkan lebih keras lagi sebab mengingatkannya pada sesuatu yang sangat ia benci.


Tidak memiliki rumah!


"Nyonya, jangan percaya padanya, aku mah mungkin saja dia berusaha memanfaatkan kebaikan hati Nyonya," ucap sang sopir yang sedari tadi berdiri memperhatikan dua perempuan itu.


"Aku tidak berusaha menipu Nonamu! Kamu hanya mengingatkan ku pada sesuatu yang sangat ku benci!


Apa kau tahu?


Hari ini aku baru saja dipecat dari pekerjaan ku dan pekerjaan ku itu satu-satunya sumber penghasilan ku untuk bertahan hidup di dunia ini!


Sekarang, kalian menyuruhku kembali ke rumah dimana aku tidak mempunyai rumah dan keluarga!


Aku hanya memiliki sebuah kosan, yang mana aku sudah menunggak selama 3 bulan!

__ADS_1


Mungkin saja malam ini aku akan tidur di jalanan karena diusir dari kosan!


Itu yang kau sebut sebagai usaha untuk menipu Nonamu?!" Ucap Melinda sambil terisak menatap sang supir sebelum berusaha menenangkan dirinya lalu menatap Laila.


"Nona yang baik hati, Terima kasih sudah menolong saya.


Meskipun saya mungkin tidak bisa membalas kebaikan Nona, tapi saya berharap suatu saat nanti saya memiliki kesempatan untuk membalas kebaikan Nona," ucap Melinda lalu berlari meninggalkan Laila.


"Nyonya,," sang sopir merasa bersalah dan terlebih kemah dia takut kalau Laila sampai memarahinya karena kelancangannya.


"Aku yang akan menyetir mobilnya, Pergilah kejar perempuan itu dan minta maaf padanya.


Berikan kartu namaku padanya dan suruh dia datang ke kantorku untuk bekerja." Ucap Laila memberikan kartu namanya pada sang sopir sebelum berpisah dengan sang sopir.


'Perempuan yang malang, tapi tenang saja, aku akan membantumu menjatuhkan mereka yang sudah menindasmu!


Terlepas dari siapapun pelakunya!' gumam Laila penuh tekad.


Sungguh, ia benar-benar tidak suka melihat seorang perempuan yatim piatu ditindas oleh seseorang!


@Interaksi



Halo reder yang baik hati udah mau memberi masukan. Makasih ya...

__ADS_1


Tapi genre novel ini adalah CEO, cinta manis, romantis, bukan mafia atau action apa lagi horor ya....


Semoga dipahami.


__ADS_2