
Di pagi hari, Samudra kembali ke hotel menemui 3 orang di kamar mereka yang sedang sarapan.
Saat melihat Samudra datang, Melinda langsung tersentak ingin menanyakan kabar Kendra.
Tapi dia kembali ingat kalau dia tidak boleh mengatakan apapun di depan Andra.
"Dia baik-baik saja. Aku akan membawanya kembali ke negara kita." Ucap Samudra.
"Bolehkah aku ikut," ucap Melinda yang merasa bersalah pada Kendra.
"Baiklah." Jawab Samudra.
"Sayangku, apa kau juga akan pergi?" Tanya Laila.
"Tuan, Kalau tidak keberatan, biar saya saja yang menemaninya. Sebaiknya kalian tetap lanjut liburan, ini demi Andra, dan kedua Tetua." Ucap Melinda.
"Aku akan memikirkannya." Jawab Samudra lalu mereka lanjut sarapan.
Setelah sarapan, Melinda berpamit pada Laila dan Samudra lalu perempuan itu segera pergi ke rumah sakit di mana Kendra dirawat.
Sementara, Samudra dan Laila membereskan barang-barang mereka sebelum bertemu dengan kedua tertua di Lobby hotel.
__ADS_1
"Dimana Kendra dan Melinda?" Tanya Weleni yang sangat penasaran dengan kedua orang itu apakah mereka sudah akur ataukah masih malu-malu seperti biasanya.
"Mereka tidak ikut liburan bersama kita." Jawab Laila.
"Lho, kenapa?" Tanya Weleni sembari mengeryit.
"Aku juga tidak tahu Bu, tapi Melinda baru saja menelponku kalau dia dan Kendra akan menghabiskan waktu di sini saja." Jawab Laila.
"Benarkah? Haha,," Weleni tertawa puas, tidak menyangka kalau kedua orang itu cepat akur.
"Kalua begitu, biarkan saja mereka berdua. Ayo kita berangkat sekarang." Ucap Silas lalu kelima orang itu segera menaiki mobil yang sudah disediakan.
Menggunakan mobil ke pelabuhan, lalu menaiki kapal yacht untuk mencapai pulau yang akan menjadi tempat berlibur ke lima orang itu.
"Hah,, udara di sini memang sangat menyenangkan," ucap Welenimerasa puas sembari terus memenuhi paru-parunya dengan udara segar di pulau itu.
"Sialakan semuanya, kami akan mengantar kalian ke penginapan." Ucap seorang sopir yang sudah diatur untuk menjemput satu keluarga itu.
Menaiki mobil mewah, mereka segera tiba di villa yang terletak di pinggir pantai.
"Ayah dan ibu akan menginap di villa sebelah, Kalian bertiga di villa ini." Ucap Weleni lalu dua kelompok itu segera berpisah.
__ADS_1
"Sayang,, pemandangannya sangat bagus," seru Laila sembari menggandeng tangan putranya ke balkon belakang untuk menikmati pemandangan pantai yang menyejukkan mata.
"Mama, dimana kudanya?" Tanya Andra yang sudah tidak sabar untuk menunggang kuda bersama mamanya.
"Kau benar sayang, kita akan mencarinya nanti sore. Sekarang kita harus makan siang dulu." Ucap Laila.
Setelah makan siang, sesuai kebiasaan Andra, pria kecil itu membaca satu buku sebelum terlelap dalam tidur siangnya.
Baru saja kecil itu terlelap, Samudra langsung menarik Laila ke kamar sebelah dan mencium perempuan itu dengan dalam.
"Sayangku,, hmm!" Ucap Laila di sela-sela ciuman mereka membuat Samudra menghentikan ciuman mereka namun tetap merangkul pinggang perempuan itu supaya menempel padanya.
"Ada apa?" Tanya Samudra.
"Tempat ini hanya untuk penghuni di villa ini 'kan jadi tidak ada orang lain yang mengganggu kita kalau kita melakukannya di luar." Ucap Laila mengedipkan matanya membuat Samudra tersenyum dan menggendong perempuan itu ke balkon belakang villa.
Keduanya bercumbu liar dengan tangan meraba kemana-mana saat Weleni hendak menyiapkan buah-buahan untuk ia nikmati bersama suaminya di balkon belakang villa mereka.
Namun saat melihat Putra dan menantunya sedang melakukan adegan panas di Villa mereka, Weleni kembali menutup pintu.
"Ada apa? Bukankah kita akan menikmati buahnya di sana?" Ucap Silas yang kebingungan dengan istrinya.
__ADS_1
"Jangan ke sana!" Ucap Weleni menegur suaminya dengan wajah penuh kebahagiaan membayangkan cucu baru mereka akan segera dibuat.