
"Apa kau sedang memikirkan putrimu?" Tanya Robert pada Rizal yang sedari tadi terlihat linglung.
"Perempuan ular itu, dia membuat putriku menjadi seorang pelacur." Ucap Rizal pentu frustasi memikirkan keadaan putrinya.
"Kenapa kau tidak menyiksanya dan memaksanya membuka mulut?" Lagi tanya Robert yang jelas mengerti bagaimana perasaan Rezal, karena pria itu juga pernah mengalami hal yang sama saat dia menyaksikan putrinya terluka.
"Aku sudah menanyakannya, dan dia bilang Putri ku pergi bersama seorang pria tua yang memiliki banyak uang. Katanya, dia sudah menukar putriku dengan 1 unit mobil." Ucapan Rizal dengan kemalangan memenuhi wajahnya.
"Lalu, apa rencanamu?" Tanya Robert.
"Aku akan membawa perempuan itu bersama kita saat pergi ke pulau, aku akan membuatnya ketakutan di tengah lautan." Ucap Rizal menggertakkan giginya sembari mengepal kuat tangannya membuat urat-urat di tangannya menampakan diri.
"Terserah padamu, aku hanya kemari untuk memperingatkan mu supaya tidak menyentuh perempuan bernama Laila itu. Aku tahu dia adalah dalang dari kehancuran hidupmu dan perusahaanmu, tapi kau tahu sendiri jika kau melanggar perintah Dewa, Aku tidak yakin kau masih bisa menemui putrimu setelah kita mengalahkan keluarga Anderson." Ucap Robert memperingatkan Rizal sebelum meninggalkan pria itu supaya memiliki waktu untuk memikirkan ucapannya.
Sementara Rizal yang ditinggal, pria itu memandangi Robert 'Bahkan jika aku harus mati, aku tidak peduli. Yang penting Laila yang sudah menjadi dalang dari semua kehancuran ku.
__ADS_1
'Jika saja perempuan itu tidak menghancurkan perusahaanku maka putriku tidak akan berakhir menjadi seorang pelacur! Jadi secara tidak langsung, Laila adalah penyebab dari kemalangan putriku! Dia harus hancur sehancur hancurnya!
'Sementara Putriku, aku akan menyewa beberapa orang yang bisa dipercayai untuk menyelamatkan putriku.' gumam Rizal merogoh sakunya mendapatkan ponselnya.
Ia kemudian menelpon sebuah perusahaan yang menawarkan jasa pencarian orang hilang.
"Saya membutuhkan jasa perusahaan kalian untuk mencari putri saya." Ucap Rizal pada orang di seberang telepon.
"Baik Tuan, silakan datang ke kantor kami untuk melengkapi berkas."
"Saya akan mengirimkan berkasnya pada kalian dan dan uang senilai 1 miliar. Dengan catatan, kalian harus membebaskan putri saya dari pria tua yang sudah menawannya. Kalian juga harus memberikan beberapa berkas yang sudah saya siapkan di sebuah tempat. Saya akan mengirimkan alamat nya sekarang." Ucap Rizal lalu menutup telepon itu.
Sementara di tempat lain, Layla dan Samudra baru saja selesai mandi setelah kegiatan panas mereka di luar ruangan.
"Ada apa?" Tanya Samudra saat perempuan itu meringis ketika ia mendudukkannya di kursi dalam ruang ganti.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja, hanya sedikit perih." Ucap Laila sembari terkekeh menertawakan raut kekuatiran di wajah suaminya.
Bagaimanapun, ia menjadi sakit seperti itu karena ulah pria itu.
"Ini semua salahku karena kita melakukannya di tempat yang tidak mendukung. Meja itu sangat keras! Lain kali, kita tidak usah melakukannya di balkon. Aku rasa, di atas pasir di pinggir pantai jauh lebih baik." Ucap Samudra membuat Laila melototkan matanya.
"Kau gila?! Itu tempat yang sangat terbuka!" Ucap Laila.
"Kalau istriku mau, aku bisa mengosongkan satu kota supaya kita bisa bercinta di tengah-tengah kota tanpa kuatir seseorang melihat kita." Ucap Samudra kembali membuat istrinya terkekeh.
"Jangan bicara omong kosong! Aku kedinginan!" Ucap Laila yang sedikitpun tidak mempercayai omong kosong suaminya.
Bahkan seorang pemimpin negara pun tidak sanggup melakukan hal seperti itu, apalagi suaminya yang hanya seorang pengusaha, meskipun pengusaha paling sukses dan paling mereka dikagumi di negara mereka.
@Interaksi
__ADS_1
Untuk sementara, halaman interaksi di hilangkan dulu, karena hari libur membuat otor menjadi sangat sibuk, jadi malas liat komenan kalian yang gak jelas pake BANGET...
Jadi mungkin updetnya juga gak teratur ya.... jangan dimaafin ya...😜