
Pagi hari, Kendra, Laila dan Andra sedang berada di atas mobil untuk berangkat bersama ke kantor.
Sang sopir memutar lagu anak-anak sebagai kebiasaan Baru setelah Laila memasuki keluarga Anderson.
Sembari bernyanyi, Laila dan Andra menggerakan lagunya, sementara Kendra duduk memperhatikan dua orang itu dan tatapan matanya tertuju pada sebuah gelang di tangan Laila.
Begitu lagu habis, Kendra tidak menyia-nyiakan kesempatan dan langsung bertanya.
"Gelang apa di tanganmu?" Tanya Kendra membuat Laila tersenyum menyentuh gelang itu seolah gelang itu amat berharga bagi Laila.
"Ckk,, kau tersenyum seperti itu karena gelang aneh ini?" Tanya Kendra memperhatikan lebih jelas gelang di tangan Laila.
Simpulannya tidak rapi, bahkan beberapa terlihat sangat besar dan yang lain terlihat sangat kecil.
Juga, Kendra bisa mengetahui bahwa bahan yang digunakan untuk membuatnya adalah bahan murahan.
Mendengar pertanyaan Kendra, Laila memudarkan senyumnya lalu menatap Kendra dengan tajam.
"Bagaimana pendapatmu tentang gelang baruku ini?" Tanya Layla.
Tersenyum mengejek, Kendra kemudian menjawab "Apalagi? Gelang itu sangat jelek dan terlihat bahwa gelang itu dibuat oleh orang yang sangat bodoh!
"Bahkan memilih bahan yang sangat murahan, sangat tidak cocok digunakan oleh salah seorang dari keluarga Anderson!"
"Kau akan menyesal sudah menghina gelang ini!" Ucap Laila menahan amarahnya.
__ADS_1
...
Di jam makan siang, Laila mengajak Andra keluar dari kantor dan menikmati pizza di sebuah restoran kelas menengah ke atas.
"Sayangku, bagaimana rasanya?" Tanya Laila.
"Enak, bolehkah kita datang ke sini lagi?" Tanya Andra yang menyukai restoran itu karena tidak terlalu ramai dan terlebih, ia sudah jatuh cinta pada pizza.
"Tentu saja sayang, kita akan datang lagi besok." Ucap Laila yang merasa aman memberikan pizza pada putranya Karena di restoran itu memang terkenal dengan makanannya yang sehat.
Bahkan burger di sana bisa dimakan oleh perempuan yang sedang diet, jadi banyak para sosialita yang datang ke restoran itu namun memilih memesan ruang privat.
Keduanya masih makan bersama saat tiba-tiba saja Anita dan Rizal memasuki restoran.
"Hi, Laila,, dan,, oh, Halo Andra,," ucap Anita dengan suara yang sangat ramah seolah mereka sangat akrab.
Sementara Rizal yang melihat Laila, pria itu seolah tertampar saat mengingat kelakuan putrinya di 5 tahun yang lalu.
Tapi apa, dia tidak bisa mengusir puterinya.
Bagaimanapun, Anita adalah darah dagingnya dan Ia memiliki amanah dari mantan istrinya untuk menjaga anak mereka.
"Andra, dapatkah kau menunggu di sini sebentar? Aku harus berbicara dengan mereka." Ucap Laila yang tidak mau jika Andra mendengar semua penghinaan yang keluar dari mulut Anita.
"Oh, tidak perlu, kita bisa bicara di sini." Ucap Anita lalu menoleh pada ayahnya.
__ADS_1
"Ayah, boleh kan kalau kita makan dengan mereka?" Tanya Anita.
"Aku rasa tidak perlu, kita akan mengganggu mereka." Ucap Rizal.
"Hmm, benarkah? Aku rasa tidak, bukan begitu Laila?" Tanya Anita pada Laila.
Melihat Anita hendak mencari gara-gara dengannya, Laila sangat ingin meladeninya tapi karena dia bersama Andra, maka dia tidak mungkin membiarkan pria kecil itu melihat perdebatan orang dewasa.
Laila tersenyum "Aku sangat menghargai niat kalian untuk makan bersama kami. Tapi sebenarnya kami ingin makan berdua saja." Ucap Laila berusaha menahan emosinya.
"Ah,, sayang sekali, kalau begitu kami akan duduk di kursi lain." Ucap Anita lalu menarik ayahnya duduk di meja depan Laila dimana Anita menghadap ke Laila.
'Laila, kali ini aku akan membalasmu, tunggu sampai teman-teman kita datang! Aku akan mempermalukanmu!' gumam Anita.
"Ayah, kau lihat 'kan? Laila tidak sebaik yang kau pikirkan. Beginilah sifatnya sejak aku mengenalnya.
"Dia selalu bersikap sok sehingga mengundang semua orang di sekitarnya untuk membencinya. Dan 5 tahun yang lalu, aku meninggalkannya di rumah sakit itu semua karena dia yang mengusirku, sejak kami di dalam mobil, dia sudah memakiku sepanjang jalan.
"Jadi saat itu, Rama ingin menghindari konflik diantara kami berdua jadi dia mengantarku pulang." Ucap Anita terus membela dirinya sendiri.
@Interaksk
Masih hidup...!!!
__ADS_1