Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 118. Gagal datang ke dunia


__ADS_3

Selesai berbicara dengan Anita dan Irmawati, Rizal membiarkan kedua perempuan itu beristirahat di kamar.


Sementara pria itu memilih pergi ke ruang kerjanya sambil menimbang penjelasan yang sudah ia dapatkan dari Anita dan Irmawati.


"Yang satu anakku, dan yang lain adalah istriku selama 5 tahun ini.


Tapi mengapa mereka harus saling membenci seperti ini?" Ucap Rizal dengan frustasi sebelum meraih ponselnya dan melihat nomor ponsel Laila.


Menelpon perempuan itu, beberapa kali ia menelepon tapi tidak ada jawaban dari pemilik ponsel.


"Mungkin dia sudah istirahat." Ucap Rizal meletakkan ponselnya dan kembali memijat keningnya yang hampir pecah karena masalah di dalam keluarganya.


Pria itu belum tenang saat ponselnya tiba-tiba berdering dari ia sangat terkejut karena yang menelepon adalah Kendra.


Sudah dari dulu Rizal menyimpan nomor Kendra untuk berjaga-jaga bila saja nanti ia memiliki kesempatan untuk berbisnis dengan keluarga Anderson.


Tapi tidak menyangka, pria itulah yang lebih dulu menghubunginya di saat-saat genting seperti ini!


Mengeryit membaca nama Kendra pada nama pemanggil, Rizal terpaku sesaat sebelum mengangkat telepon itu.


"Halo?" Katanya berhati-hati.


"Halo Tuan Rizal, ini saya, Kendra Anderson." Kata pria dari seberang telepon dengan suara yang amat ramah.


"Ya, ada yang bisa saya bantu?" Rizal terus berhati-hati karena dia tahu kalau isu yang dikatakan Anita pada para wartawan pasti sudah sampai di telinga pria itu hingga Kendra menelpon nya secara pribadi.

__ADS_1


"Haha,, ini hanya sebuah hal kecil. Saya ingin bertanya tentang gosip yang baru saja tersebar.


Jadi,, apakah itu benar? Laila anak tiri Anda?"


"Pertanyaan Tuan, saya belum bisa menjawabnya dengan akurat karena saat ini saya juga masih menyelidikinya." Ucap Rizal.


"Benarkah? Tapi saya hanya ingin bertanya apakah istri Tuan Rizal mengakui Laila sebagai anaknya atau menyangkalnya?" Lagi tanya pria dari seberang telepon dengan suara yang sangat bersemangat seolah pria itu sedang melihat sebuah berlian dan tidak sabar untuk mengambilnya.


"Ini masalah pribadi keluarga kami, jad-"


"Haha,, Tuan Rizal, bicara tentang masalah pribadi, ini juga masalah serius di dalam keluarga kami!


Mau bertaruh tentang keseriusan kami?" Tanya pria dari seberang telepon kini mengandung nada mengancam.


Orang kaya selalu menggunakan kekuasaan mereka untuk mengintimidasi orang-orang di bawah mereka!


Menghela nafasnya beberapa kali, Rizal tidak punya pilihan lain selain berkata jujur.


"Istri saya belum mengakuinya. Tapi masalah ini, saya juga akan mengurusnya dengan baik dan memastikan-"


"Oh,, tidak perlu! Kami yang akan mengurusnya!" Potong Kendra sebelum panggilan itu terputus.


Kembali memijat kepalanya yang berdenyut-denyut, Rizal kini merasakan sebuah bahaya yang sangat besar untuk bisnisnya dan juga keluarganya.


Sementara di seberang telepon itu, Kendra melemparkan ponselnya setelah menerima informasi dari Rizal.

__ADS_1


Ia juga membanting pintu rumahnya lalu mengendarai mobilnya ke kediaman kakaknya.


Begitu bersemangat memasuki rumah Samudra dan terus naik ke kamar Samudra, ia dengan lancang mendobrak pintu kamar kakaknya.


"Sial!!" Umpatnya kemudian berbalik membelakangi dua orang yang berada di atas ranjang di mana salah seorang sedang berada di di atas menindih yang lain di bawahnya dan bibir mereka,,,


Jangan dijelaskan!!!


Itu pemandangan yang sangat mengerikan!


Kakaknya ternyata,,,


"Aku menunggumu di ruang kerja!" Ucap Kendra kemudian menutup pintu dan berjalan ke ruang kerja kakaknya penuh penyesalan.


"Sial..!! Sial..!! Sial..!! Seharusnya aku tidak datang kemari!


Oh,, calon keponakanku yang gagal datang ke dunia!


Maafkan paman!!!" Ucapnya menyesali perbuatannya!


@Interaksi


Komen bawah serasa menjawab komen atas.. ya udahlah,, terserah kalian 👀


__ADS_1


__ADS_2