Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 106


__ADS_3

Hadi panik, ketika Susan bertanya padanya tentang wanita semalam yang di ucapkan Deni. Mata Hadi langsung melirik tajam pada Deni dan berjalan ke arahnya.


Hadi menepuk bahu Deni.


"Iya semalam kami melihat aksi seorang wanita yang berkelahi dengan seorang preman saat dia akan di jambret di luar klub. Itu luar biasa kalau menurut ku!" jelas Hadi beralasan.


Deni yang masih bingung dengan perkataan Hadi itu langsung menggaruk kepalanya bingung. Tapi begitu tangan Hadi menepuk bahunya beberapa kali, Deni mulai mengerti mungkin dia tidak ingin Susan tahu tentang apa yang dia lakukan semalam dengan wanita malam di klub itu. Deni berpikir mungkin Hadi tidak ingin sekertaris tahu tentang hal itu karena takut image Hadi akan terlihat buruk.


Melihat Deni masih diam Hadi segera menepuk bahunya dengan kuat.


"Bagaimana menurutmu Den, bukankah wanita semalam itu luar biasa?" tanya Hadi sambil tersenyum tapi matanya menatap tajam Deni.


"Oh, iya.. iya kamu benar. Aksinya menghajar preman itu luar biasa!" sahut Deni dengan cepat setelah Hadi bertanya.


Susan hanya mendengus kesal, untung saja Hadi sudah membuat emosinya mereda dengan mengatakan akan segera menikahinya. Jika tidak dia tidak akan mudah percaya pada apa yang di katakan dua orang pria di depannya itu. Susan pun pergi meninggalkan ruangan Hadi.


Deni yang kebingungan pun kemudian bertanya.


"Heh, memangnya kenapa kalau Susan tahu. Kamu kan duda, tidak masalah kan kalau kamu berhubungan dengan wanita lain kan?" tanya Deni.


"Masalahnya aku baru mendekati Susan, aku pikir aku akan menikahinya saja. Lagipula dia juga kan janda, jadi tidak masalah kan?" tanya Hadi.


Deni yang mendengar kalau Hadi malah akan menikahi Susan menjadi sangat terkejut.


"Hah, kamu akan menikahinya? wanita galak itu?" tanya Deni.


Kali ini Hadi yang mengerutkan keningnya mendengar Deni mengatakan kalau Susan itu wanita galak.


"Apa maksudmu? Susan itu wanita yang lemah lembut dan pengertian. Darimana kamu bisa bilang dia wanita galak?" tanya Hadi bingung pada Deni.


"Ck.. dia hanya semanis malaikat di depan mu, kamu bisa tanya pada karyawan lain, terutama karyawan wanita. Kalau di depan mereka, Susan itu bisa berubah seperti Ibu tirinya Cinderella!" jelas Deni.


Hadi terdiam, dia masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan Deni. Mana mungkin Susan yang selalu bersikap lembut dan perhatian depannya seperti yang di katakan oleh Deni, itu sama sekali tidak mungkin. Itulah yang dipikirkan oleh Hadi.


"Pikirkan lagi kalau mau memilihnya jadi pengganti Sila, aku bahkan sempat tidak percaya kalau Sila itu selingkuh. Dia itu terlihat polos dan apa adanya. Tapi ya sudahlah, semua terserah kamu Hadi. Yang akan menjalani semua kehidupan mu kan dirimu. Aku pergi dulu ya!" ucap Deni yang kemudian meninggalkan Hadi.

__ADS_1


Setelah mendengar semua yang di katakan Deni. Hadi sempat terdiam, apa yang dikatakan Deni tadi sempat membuat dirinya merasa tidak nyaman karena kenyataannya memang Suka tidak pernah berselingkuh, dia dan Susan yang menjebak Sila.


Hadi terduduk di kursi barunya, dia menghela nafasnya berat. Kalau di pikir-pikir lagi, dia rasanya sedikit menyayangkan kenapa dia terlalu mendengarkan Susan. Tapi mau mundur lagi Hadi juga sudah tidak bisa, banyak kartunya yang sudah di pegang Susan. Lagipula Susan memang adalah cinta pertamanya.


***


Sementara itu, di dalam ruangan Dave. Pria itu masih sibuk mengganggu istrinya yang sedang mengatakan laporan yang dia minta.


"Sayang, bagaimana kalau kamu tinggal di apartemen ku saja. Ayah dan ibu mu kan sudah tahu kalau kita menikah?" tanya Dave yang sejak tadi duduk di atas meja di depan Sila dan terus memainkan rambut Sila yang sedang sibuk dengan laptopnya.


"Baik mas, nanti aku akan bilang pada ayah kalau aku akan pindah ke apartemen mas!" jawab Sila yang masih fokus dengan pekerjaan nya.


Karena kesal, Sila terus mengabaikan nya dan hanya menjawab tanpa melihat ke arahnya. Dave menutup laptop yang ada di hadapan Sila.


"Mas..!" protes Sila yang merasa kalau pekerjaan nya terganggu.


"Kenapa? sayang aku sedang bicara padamu. Apa laptop itu lebih tampan dari aku?" tanya Dave dengan wajah yang terlihat sekali kalau dia sedang merajuk.


Sila terkekeh melihat tingkah Dave itu. Bagaimana mungkin dia membandingkan dirinya sendiri dengan laptop. Bahkan dia menyebut perbandingan dengan kata tampan.


"Sejak tadi aku bicara padamu tapi kamu malah terus memperhatikan benda itu!" jawab Dave.


Sila tidak habis pikir, usia suaminya itu sudah kepala tiga. Tapi terkadang Sila merasa kalau kelakuan nya kadang seperti Mika.


"Mas, ini kan di kantor. Katamu tadi aku harus selesaikan laporan itu kan sebelum jam sepuluh, aku sedang mengerjakan nya. Mas cari saja kesibukan lain!" ucap Sila yang semakin membuat wajah Dave cemberut.


"Kamu ingin aku mencari kesibukan lain?" tanya Dave dan Sila pun mengangguk.


Dave kemudian berdiri dia mendekat ke arah Sila lalu menggelitik pinggang Sila, membuat Sila langsung berdiri mencoba menghindari Dave.


"Mas, hentikan... geli!" protes Sila yang terus tertawa karena merasa geli saat Dave menggelitik pinggang dan lehernya.


Namun semakin Sila menghindar menjauh, Dave terus mengejarnya dan memeluknya dari belakang. Sila menjauhkan dirinya lalu memutar tubuhnya menjadi menghadap ke arah Dave. Pandangan mereka bertemu, Sila masih berusaha mengatur nafasnya yang tersengal-sengal karena terkekeh terus akibat ulah Dave. Dave yang melihat Sila kelelahan mendekatkan dirinya pada Sila, Dave menempelkan dahinya pada dahi Sila.


"Aku mencintai mu Sila, aku sangat mencintaimu!" ucap Dave yang membuat Sila terdiam.

__ADS_1


Sila berpikir kalau seharusnya sekarang inilah saat yang tepat untuk dia mengatakan semua perasaan nya pada Dave. Sila menarik nafas dalam-dalam, dia sudah bersiap menyatakan perasaannya kalau sebenarnya Sila juga sudah mulai merasakan perasaan yang sama pada Dave.


"Mas, aku.. aku juga...!"


Tok tok tok


"Tuan, ini aku Joseph!" suara ketukan dan suara Joseph membuat Sila langsung mundur menjauh dari Dave.


Dave mendengus kesal dan mengusap wajahnya kasar. Sila yang melihat Dave kesal malah terkekeh pelan dan kembali ke meja kerjanya dan kembali membuka laptopnya.


"Masuk!" sahut Dave.


Joseph pun masuk dengan membawa laptop di tangannya.


"Tuan, ini ada kiriman video dari Roy, anak buah Oman!" jelas Joseph yang langsung meletakkan laptop nya di atas meja di depan sofa yang ada di ruangan Dave.


"Video apa?" tanya Dave yang segera duduk di sofa.


"Ini...!" Joseph menjeda kalimatnya dan melirik ke arah Sila.


Dave yang melihat Joseph melirik Sila langsung menegurnya.


"Hei, berani melirik istriku! sudah bosan hidup ya?" tanya Dave kesal.


"Maaf tuan, tapi ini rekaman video tentang tuan Hadi!" jelas Joseph.


Mendengar nama Hadi, Sila hanya menoleh sekilas ke arah Joseph dan Dave tapi kemudian dia kembali melanjutkan apa yang dia kerjakan.


"Tunjukkan!" seru Dave.


Joseph lalu memutar video kiriman Oman. Begitu melihat video itu, Dave langsung menutupnya laptop Joseph itu lagi.


"Menjijikkan!" seru Dave.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2