
Setelah tiba di depan rumah kontrakan Karina, Sila lantas keluar dari dalam taksi setelah membayar. Sila bergegas berlari menuju pintu rumah kontrakan Karina, karena dia sudah tidak sanggup menahan air matanya. Sejak di dalam taksi tadi, Sila terus berusaha untuk tidak menangis.
Tok tok tok
Sila bahkan mengetuk pintu dengan tergesa-gesa. Karina yang memang sudah ada di rumah karena ini memang sudah hampir tengah malam pun segera membuka pintu.
Ceklek
Sila langsung memeluk Karina dan menumpahkan tangisnya di pelukan sahabat itu. Karina yang masih bingung pun langsung mengusap punggung Sila beberapa kali.
"Sila ada apa? apa yang terjadi?" tanya Karina cemas.
Sila masih diam dan terus terisak. Karina kemudian menghela nafas panjang. Tadi sore Sila sempat mengatakan padanya akan pulang terlambat karena akan meeting dengan bos nya di rumah Hadi. Sila sudah menceritakan pada Karina betapa senangnya dia karena akan ke rumah Hadi dan bertemu dengan Mika.
Sila bahkan meminta Karina mendoakan agar meeting nya cepat selesai agar dia punya banyak waktu bersama Mika. Karina sangat senang untuk Sila. Tapi melihat sahabatnya itu pulang dengan tangis dan kesedihan yang mendalam seperti nya dia sudah tahu apa penyebabnya.
'Pasti si pengkhianat itu dan selingkuhan nya yang telah membuat Sila menangis, atau jangan-jangan mereka melarang Sila bertemu dengan Mika?' tanya Karina dalam hati menduga-duga.
"Sila, kita masuk dulu yuk!" ucap Karina pelan dan Sila pun mau masuk bersamanya ke dalam rumah.
Dari jauh Joseph melihat apa yang terjadi pada Sila. Dia mengerti kalau Sila pasti sangat kecewa dan sedih. Jadi Joseph pun memutuskan untuk menunggu di tempatnya kalau-kalau nanti ada hal yang tidak di inginkan. Mengingat saat ini Sila benar-benar sangat syok.
Sementara di dalam rumah Karina sudah mengambilkan air minum untuk Sila yang sedang duduk dan masih diam saja di kursi di depan meja makan.
"Minumlah dulu!" ucap Karina sambil meletakkan segelas air minum di depan Sila.
"Sila, coba ceritakan padaku. Apa yang membuat mu sedih begini? apa Hadi dan wanita perebut suami orang itu tidak mengijinkan mu bertemu dengan Mika?" tanya Karina sambil memegang tangan Sila yang duduk di sampingnya.
Sila masih diam, tapi tak lama kemudian dia melihat ke arah Karina.
__ADS_1
"Karin, aku hamil!" ucap Sila dengan sebutir air mata yang lolos dari sudut matanya.
Karina yang mendengar hal itu langsung menutup mulutnya tak percaya. Karina sangat syok mendengar apa yang terjadi pada Sila.
"Anak Hadi?" tanya Karina yang terlihat begitu kaget.
Sila lantas menggelengkan kepalanya.
"Bukan Karina, anak bos ku!" ucap Sila kembali terisak.
Karina lebih terkejut lagi mendengar apa yang dikatakan oleh Sila.
"Kamu berhubungan dengan bos mu, Sila? bagaimana bisa?" tanya Karina yang lebih syok daripada berita pertama yang Sila katakan padanya kalau Sila sedang hamil.
"Bos ku, ternyata orang yang tidur bersamaku malam itu...!" lirih Sila yang terdengar seperti sangat pilu.
Karina memeluk erat sahabatnya itu. Meski dia tidak tahu cerita yang sebenarnya bagaimana tapi dia tahu kalau saat ini sahabatnya itu sedang sakit hati dan sedih.
Karina yang melihat Sila menangis pilu pun tak bisa menahan air matanya yang akan tumpah. Karina sebenarnya juga sedang berada dalam masalah, tapi dia tahu masalahnya itu belum ada apa-apa nya di banding dengan apa yang sudah menimpa Sila.
"Ternyata tuan Dave lah pria yang malam itu, pantas saat pertama aku mendengar suaranya di butik itu, aku merasa sangat familiar. Dan dia sengaja membelikan aku gaun itu untuk memastikan kalau wanita yang dia tiduri itu adalah aku...!"
Karina langsung terdiam, dia memang tidak sepintar itu sampai bisa menganalisa dengan benar situasi ini. Tapi dia berpikir.
'Kalau dia memastikan wanita itu adalah Sila dan dia juga membantu Sila, bahkan memberinya pekerjaan bukankan itu artinya pria itu memang mau bertanggung jawab!' pikir Karina.
Karina lalu menjauhkan dirinya sedikit dari Sila, dan memegang kedua lengan sahabatnya itu sambil menatap Sila yang masih terus menangis.
"Sila, dengarkan aku. Aku rasa memang bos mu itu mau bertanggung jawab padamu. Itu artinya dia tidak sengaja meninggalkan mu waktu itu. Mungkin karena memang ada urusan penting!" jelas Karina.
__ADS_1
Sila pun terdiam dan melihat ke arah Karina. Dia ingat kalau Dave tadi bilang dia juga kembali untuk mencari Sila, tapi Sila sudah tidak ada disana.
"Apa dia mengatakan kalau dia akan menikahi mu?" tanya Karina yang memang belum tahu kalau sebenarnya Dave dan Sila sudah menikah.
Sila pun mengangguk. Karena memang Dave yang dulu begitu bersikeras ingin cepat menikah dengannya, apa itu adalah bentuk tanggung jawab nya karena dia sudah tahu kalau Sila lah wanita yang malam itu bersamanya. Itulah yang ada di pikiran Sila.
"Itu sudah jelas Sila, dia memang ingin bertanggung jawab padamu. Atas apa yang sudah dia lakukan!" jelas Karina dengan sangat yakin.
"Jika dia sudah tahu, wanita itu adalah aku. Kenapa selama ini dia tidak mengatakan nya, aku menganggap nya malaikat Karina, tapi ternyata ... hiks! orang yang di bayar Hadi itu kecelakaan pada malam itu, seandainya dia tidak menyentuh ku, semua ini tidak akan terjadi... hiks"
Karina mengelus lengan Sila yang kembali menangis.
"Dia memang malaikat mu Sila, coba kamu pikir jika malam itu bukan dia, dan yang tidur dengan mu adalah pria bayaran Hadi. Apakah pria itu akan bertanggung jawab?" tanya Karina membuat Sila terdiam mematung.
"Atau jika memang pria yang di bayar Hadi itu kecelakaan. Dan malam itu kamu selamat. Apa kamu pikir Hadi tidak akan merencanakan hal lain lagi untuk menjebak mu?" Karina terus berusaha membuka pikiran Sila.
Karena Karina tahu saat ini sahabatnya itu sedang tertekan dan frustasi. Jadi dia tidak akan bisa berpikir dengan logis.
"Kamu dengar sendiri kan dari mulut pria itu, kalau dia sudah selingkuh dengan wanita lain itu satu tahun, dia begitu ingin hak asuh Mika dan juga harta gono-gini kalian, apa kamu pikir kalau kamu lolos malam itu, Hadi tidak akan berbuat yang lebih kejam dan buruk daripada sekedar menjebak mu tidur dengan pria lain?" tanya Karina yang membuat hati Sila kembali merasakan sakit yang luar biasa.
"Tuhan masih menyayangi mu Sila, itulah kenapa kamu di arahkan ke kamar yang tepat malam itu. Jika tidak, bisa saja orang yang tidak bertanggung jawab atau bahkan orang lain yang bahkan sudah punya anak istri yang menyentuh mu. Semua ini takdir Sila, jika tidak, bos mu itu juga tidak akan menemukan mu kan?" tanya Karina membuat Sila bungkam seribu bahasa.
"Masalah dia tidak jujur, mungkin saja dia takut kalau dia jujur kamu akan membencinya. Itu artinya apa? itu artinya dia sangat mencintaimu!" ucap Karina yang membuat Sila merasa semua yang di ucapkan sahabat nya itu benar.
Jika malam itu dia lolos, Hadi mungkin akan tetap berusaha menjebaknya dengan cara lain karena memang Hadi begitu ingin pisah dengan nya.
"Sila, dengarkan aku. Sekarang istirahat lah. Pikirkan apa yang aku katakan tadi baik-baik. Jangan sampai kamu salah mengambil keputusan!" ucap Karina kembali memeluk Sila.
***
__ADS_1
Bersambung...