Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 277


__ADS_3

Randy melihat sekilas ke arah Karina dan senyumnya terkembang. Rizal harus kembali berdekhem karena sang putra tak kunjung menjawab pertanyaan penghulu yang ada di hadapannya.


"Randy!" panggil Rizal.


Randy pun akhirnya menoleh dan tahu apa yang harus dia lakukan. Dia menjabat tangan penghulu yang ada di hadapannya. Wali hakim lah yang akan menjadi wali nikah Karina. Karena sang ayah, Lihin sudah tiada. Dan saudara Karina keduanya wanita.


"Bismillahirrahmanirrahim...!"


Penghulu pun mulai membaca bismillah, dilanjutkan dengan ucapan ijab darinya. Satu hentakan tangan dari penghulu membuat Randy langsung berkata.


"Saya terima nikahnya Karina binti Lihin dengan maskawin seperangkat alat sholat dan satu set perhiasan tunai!"


Satu kali tarikan nafas saja, Randy berhasil mengucapkan qobul dengan satu kali tarikan nafas saja.


Tes tes tes


Air mata menetes di punggung tangan Karina yang dia letakkan di pangkuannya.


"Bagaimana saksi, sah?" tanya penghulu itu.


Rizal yang pertama kali mengangguk dan berkata.


"Sah!"


"Sah"


"Sah"


Di susul oleh Dave, Oman dan Joseph. Davina bahkan langsung memeluk Sila yang ada di sampingnya. Akhirnya Randy menikah lagi, membuka hatinya dan memulai hidup barunya dengan lebih baik lagi. Davina benar-benar sangat bersyukur.


Marlina juga sama, dia menangis sambil di rangkul oleh Putri dan Lili di kanan dan kirinya.

__ADS_1


Shafa yang melihat kakaknya ijab qobul pun ikut terharu. Dia juga menangis tapi sayang, di sampingnya hanya ada Anita yang malah sibuk menyeka air mata dan air hidung sejak tadi. Membuat konsentrasi hikmat Shafa campur aduk jadinya. Mau merangkulnya juga Shafa sangat malas jadinya.


"Alhamdulilah!" ucap pak penghulu.


Penghulu lalu mengangkat tangannya, menengadahkan tangannya berdoa. Di ikuti oleh semua yang hadir di sana.


Setelah berdoa, pembawa acara pun mengerjakan tugasnya. Dia memberitahu pad Randy dan Karina agar segera bersalaman. Maksudnya Karina mencium tangan Randy dan Randy mencium kening Karina.


Pertama kalinya Randy mencium Karina, jantung Karina benar-benar mau lompat dari tempatnya. Tapi Randy malah sangat lebar tersenyum. Dia begitu bahagia.


Selanjutnya adalah acara pemasangan cincin pernikahan. Tangan Karina gemetaran saat akan memasangkan cincin pada Randy. Randy hanya bisa menggenggam tangan Karina agar wanita yang sekarang sudah sah, resmi menjadi istrinya itu pun tidak gugup lagi.


Selanjutnya adalah minta restu pada kedua orang tua, atau istilahnya sungkeman. Pertama-tama Randy meminta restu pada Marlina, Randy mengucapkan kalimat yang ada di dalam hatinya. Membuat Marlina merasa terharu.


"Aku berjanji akan melindungi dan menyayangi Karina dengan segenap jiwa ragaku Bu, aku akan jadikan dia prioritas dalam hidupku. Aku akan membahagiakan Karina dengan segenap kemampuan ku Bu, tidak akan ku sakiti Karina, aku berjanji padamu Bu!" ucap Randy dengan mantap dan yakin.


Bukan hanya Marlina dan Davina yang menangis, Tini yang melihat dan mendengar hal itu pun menangis. Dia ingat bagaimana dulu Hadi meminta restu dan berjanji seperti itu padanya, tapi dia menyakiti Sila dengan begitu kejinya. Tapi Prio Utomo langsung mengelus punggung Tini.


Tini pun mengikuti arah pandangan Prio Utomo yang melihat ke arah Sila yang berada di samping Dave yang sedang menggendong Mika.


"Lihat dia sekarang, menantu kita yang sekarang ini bahkan memperlakukannya laksana seorang ratu!" lanjut Prio Utomo.


Tini pun mengangguk paham dan tersenyum.


"Iya yah, Alhamdulillah. Nak Dave memang seperti malaikat untuk Sila dan Mika. Alhamdulillah!" ucap Tini begitu bersyukur pada takdir Tuhan ingin Sila.


Sementara Karina yang meletakkan kepalanya yang berada di pangkuan ibunya tak sanggup membendung tangis. Melihat Karina menangis Shafa dan yang lain juga menangis. Bahkan Davina sudah menghabiskan satu kotak tissue sejak ijab qobul tadi.


"Sekarang kamu adalah seorang istri, jalankan kewajiban mu terhadap suami mu dengan baik. Hormati suamimu nak, juga semua anggota keluarga suami mu. Karena sekarang surgamu berada di bawah telapak kaki suami mu!" nasehat Marlina pada Karina.


Karina sama sekali tak dapat berkata-kata. Hanya air mata sebagai ungkapan betapa dia bangga dan berterimakasih pada sosok ibunya yang sudah merawatnya, membesarkannya, menjaga dan mengasuhnya hingga sekarang melepasnya menjadi istri orang.

__ADS_1


Randy juga sudah berada di depan sanga ayah.


"Kamu akan kembali menjadi seorang suami, kepala keluarga. Maka penuhi tanggung jawab mu, kewajiban mu sebagai seorang lelaki dan kepala keluarga. Cukupi semua kebutuhan istrimu, jaga dia lindungi dia. Jangan pernah membuat istrimu menangis, karena satu tetes air mata kesedihan seorang istri, akan menjadi sebuah kesulitan dalam langkah seorang suami saat menggapai apa yang dia usahakan. Satu senyuman dari istrimu akan jadi pembuka jalan bagi kebahagiaan dan rejeki mu. Ingat itu nak!" ucap Rizal menasehati Randy.


Randy mengangguk paham, kini giliran dia berpindah ke depan Davina. Dengan spontan Davina langsung memukul bahu Randy.


"Anak nakal, lihat. Ibu sampai menghabiskan satu kotak tissue!" keluh Davina tapi masih sambil menangis.


"Dengarkan nasehat ayahmu tadi, ingat dan camkan itu baik-baik. Kamu sudah yakin untuk meminta dan mengambil anak orang sebagai istrimu. Maka kamu harus pegang semua janjimu itu. Randy ingat, janjimu itu bukan hanya pada Karina, ataupun pada ibunya. Bukan hanya pada ibu atau ayahmu. Tapi juga pada Tuhan. Takutlah pada teguran dan hukuman dari Tuhan. Bangun rumah tangga mu dengan kejujuran, dan kasih sayang!" ucap Davina sambil terus menyeka air matanya.


Lalu berganti Karina yang meminta restu pada Rizal dan Davina. Rizal hanya mengatakan kalau dia sudah berusaha mendidik Randy dengan baik. Tapi dia juga mengatakan kalau tidak ada manusia yang sempurna. Dia minta pada Karina, agar saat Randy salah maka tegur dan ingatkan pelan-pelan. Dan kalau kesalahan Randy fatal maka jangan simpan itu sendirian. Pintu rumah kediaman Hendrawan selalu terbuka dua puluh empat jam untuk Karina.


Davina juga langsung memeluk Karina. Dia sangat berterimakasih karena sudah mau menjadi istri dari mantan playboy cap buaya air payau seperti Randy. Sama dengan yang dikatakan Rizal. Davina pun berkata dia akan selalu ada di pihak Karina. Davina juga mengatakan agar jika Karina butuh sesuatu atau apapun itu jangan ragu katakan pada suaminya.


Prosesi selanjutnya adalah ramah tamah. Sila yang sejak tadi menahan akhirnya segera berlari ke arah Karina dan memeluk sahabatnya itu.


"Selamat Karina, akhirnya kamu menikah. Aku akan mendoakan segala kebaikan di dunia untukmu!" ucap Sila tulus dari dasar lubuk hatinya.


"Aku juga Sila, aku akan mendoakan segala kebaikan di dunia untuk mu juga!" jawab Karina.


Dave yang masih menggendong Mika pun menghampiri Randy dan Karina yang masih di rangkul oleh Sila.


"Selamat kak Randy, Karina. Semoga kalian cepat dapat momongan seperti kami!" ucap Dave.


Randy tersenyum, tapi berbeda dengan Karina.


Blusshh


Wajah Karina benar-benar seperti kepiting rebus.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2