Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 136


__ADS_3

Mendengar apa yang dikatakan oleh dokter, Hadi terlihat sangat senang. Setidaknya ada pelipur lara hatinya setelah dia kehilangan hak asuh atas Mika. Hadi langsung berlari masuk ke dalam ruangan tempat dimana Susan sudah di pindahkan.


Haris hanya bisa menghela nafasnya berat, karena dengan kehamilan Susan, mau tidak mau dia harus menerima kalau Hadi memang harus secepatnya menikah dengan Susan. Murti yang tahu betul kesedihan suaminya langsung mengusap punggung pria paruh baya yang rambutnya sebagian sudah memutih karena usia.


"Yah, bagaimana pun juga anak yang dikandung Susan adalah anak Hadi. Itu cucu kita. Kita tidak mungkin membiarkan mereka tanpa status uang jelas kan. Kita restui saja mereka menikah ya?" tanya Murti yang berusaha membujuk hati suaminya yang terlanjur terluka karena perbuatan Hadi pada Sila.


Haris mengusap wajahnya kasar. Rasanya dia masih tidak percaya kalau Hadi yang dia besarkan dengan penuh kasih sayang bisa melakukan semua itu.


"Yah, semua sudah berlalu. Sekarang Sila juga sudah bahagia. Ayah lihat sendiri kan, dia dan keluarganya masih tetap hidup dengan baik, dia dapat pekerjaan yang baik. Hak asuh Mika juga jatuh padanya, sebentar lagi dia juga pasti akan menemukan pengganti Hadi!" ucap Murti berusaha tetap membujuk Haris agar merestui pernikahan Hadi dan juga Susan.


"Kasihan calon cucu kita yah, kalau dia lahir tapi Hadi belum menikahi Susan!" ucap Murti yang membuat Haris kembali menghela nafas berat.


Keadaan nya memang sudah seperti itu, semua sudah terjadi dan meskipun Haris masih berat melangkah maju meninggalkan semua kenangan tentang kebaikan Sila. Tapi sekarang mereka memang bukan ayah mertua dan menantu lagi. Sedih itu pasti, karena Haris yang sangat tahu dan melihat perjuangan Sila untuk keluarga nya. Rasa sesal juga ada, karena anaknya sendiri yang mengecewakan wanita sebaik Sila. Saat ini Haris hanya bisa berdoa, hanya bisa berharap kalau Sila akan melanjutkan kehidupan nya dengan bahagia.


'Ayah hanya bisa mendoakan segala kebaikan bagimu nak Sila, terimakasih atas segala perjuangan dan pengorbanan mu untuk keluarga ayah. Kita memang sudah menjadi mantan mertua dan mantan menantu, tapi ayah selalu menganggap mu anak nak Sila, selamanya ayah tidak akan melupakan semua kebaikan mu!' batin Haris dengan mata berkaca-kaca.


Haris lalu mengusap wajahnya sebagai gerakan akhir dari doanya untuk kebahagiaan Sila. Setelah itu dia mengikuti langkah Murti yang juga berjalan masuk ke dalam ruangan dimana Susan di rawat untuk memberikan ucapan selamat atas kehamilannya.


Sementara itu di rumah sakit. Malam sudah semakin larut, Dave yang tak ingin membuat Sila cemas menunggunya di apartemen pun memutuskan untuk mengajak Karina pulang. Dave akan tenang kalau sahabat dari orang yang paling dia cintai itu sudah pulang dengan aman dan selamat sampai di rumah.


"Karina, sudah malam. Joseph akan mengantar mu!" seru Dave yang sudah berpamitan pada ayahnya.


Karina yang sedang menyuapi Randy makan atas paksaan Davina pun segera meletakkan mangkuk makanan yang dia pegang ke atas meja. Dan meraih paper bag yang berisi pakaiannya tadi.

__ADS_1


"Hei, tunggu dulu. Kalau kamu mau pulang ya pulang saja. Kenapa mengajak calon istriku!" protes Randy pada Dave.


"Hentikan halusinasi mu kak, dia bukan calon istrimu. Di tolak berulang kali masih tidak membuat mu jera!" ketus Dave yang tidak senang karena Randy sejak tadi membuat Karina dalam masalah dan tidak bisa berbuat apa-apa.


Saat Karina akan bicara, Randy selalu berpura-pura kesakitan. Dan Dave tahu kalau hal itu membuat Karina merasa bersalah. Dan berusaha bersikap naik pada Randy. Tapi yang namanya Randy, kalau sudah di beri hati dia malah ingin jantung. Dia malah minta ini dan itu pada Karina, minta di ambilkan minum, di bantu untuk minum. Bahkan minta disuapi saat makan. Dan karena rasa bersalah dan hutang budinya pada Randy. Karina sebisa mungkin menuruti permintaan Randy asal dia dan si kadal buntung itu tidak bersentuhan.


Karina tentu saja berhutang budi pada Randy. Karena jika Randy tidak menyelamatkan dirinya, Karina sudah pasti di lecehk4n oleh para penjahat anak buah Feri itu. Dan Randy juga sampai terluka karena menolongnya, tentu saja hal itu membuat Karina merasa harus membalas kebaikan Randy padanya.


Mendengar perdebatan kedua putranya Davina pun mulai bicara.


"Dave, jangan bersikap seperti itu pada kakak mu. Jika Randy ingin menikah dengan Karina lalu dimana salahnya?" tanya Davina.


Shafa yang sejak tadi melihat Karina itu adalah wanita yang baik dan tulus pun menganggukkan kepalanya mendukung apa yang dikatakan ibunya. Baru kali ini Shafa setuju dengan apa yang ibunya katakan.


"Benar kak Dave, biarkan kak Karina jadi kakak ipar ku. Aku juga menyukainya!" ucap Shafa membuat kening Dave berkerut.


Joseph mengangguk paham. Tapi ketika Joseph akan menghampiri Karina. Rizal yang sejak tadi diam dan hanya memperhatikan pun mulai berdiri dan mengangkat tangannya ke arah Joseph. Membuat langkah Joseph yang akan mendekati Karina berhenti.


Dave yang melihat ayahnya menahan Joseph pun berseru.


"Ayah...!"


Baru Dave akan bicara, Rizal juga mengangkat tangannya ke arah Dave. Membuat Dave hanya bisa mendengus kesal dan kembali menutup pintu kamar rawat Randy yang tadinya sudah dia buka karena akan keluar dari sana.

__ADS_1


"Sejak tadi kalian semua yang bicara. Sejak tadi aku tidak mendengar Karina bicara!" seru Rizal yang langsung menghampiri Karina.


Rizal juga melihat sejak tadi sikap Karina memang polos dan apa adanya. Tidak ada kesan dibuat-buat agar terlihat baik atau semacamnya. Jika dia tidak suka, maka dia bahkan menepis tangan Randy. Dan menjauh dari putra sulungnya itu. Dan saat dekat dengan Karina, Rizal melihat sosok Randy yang dulu kembali lagi, sosok yang ceria dan selalu tersenyum. Sosok yang perhatian pada Shafa dan selalu mencari ribut dengan Dave tapi tidak menggunakan kata-kata kasar. Rizal terus terang saja juga sangat menyukai Randy yang seperti itu. Dan kalau Karina bisa membuat Randy kembali pada Randy yang dulu sebelum di tinggal oleh Alisha. Maka Rizal juga akan sangat senang menerima Karina sebagai menantunya. Dan menurut Rizal, memang Karina satu-satunya wanita yang dia perkenalkan sebagai calon istrinya setelah Alisha meninggal.


"Karina, apa benar kamu calon istri Randy?" tanya Rizal dengan wajah serius tapi ekspresi mata yang penuh harap.


"Bu... bukan..!"


"Aduhhh! sakit sekali, ya Tuhan tangan ku rasanya mau putus!" pekik Randy membuat Karina berhenti bicara lagi.


Dave kembali menepuk dahinya. Karina yang melihat Randy kesakitan langsung mendekati Randy.


"Tuan, mana yang sakit?" tanya Karina sambil membuka krim yang tadi di berikan suster padanya dan kalau Randy merasa sakit di lukanya, Karina bisa mengoleskan krim itu.


Rizal tersenyum melihat tingkah Randy, baru kali ini dia tersenyum melihat tingkah Randy. Biasanya dia hanya di buat kesal dan emosi dengan tingkah putra sulungnya itu.


Dari sikap Karina, Rizal tahu kalau Karina memang bukan calon istri Randy.


'Baik nak, kali ini saja ayah akan membantumu!' batin Rizal melihat ke arah Randy yang terus berpura-pura kesakitan.


"Baiklah, sudah di putuskan pernikahan Karina dan Randy akan di langsungkan bukan depan!" ucap Rizal membuat Randy, Davina dan Shafa bersorak senang.


Tapi Karina malah menjatuhkan botol krim yang ada di tangannya.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2