Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 194


__ADS_3

Setelah beberapa lama mempelajari dokumen yang akan dia presentasikan dengan Dave pada pertemuan jam satu siang. Shafa di kejutkan dengan seseorang yang masuk tiba-tiba ke ruangan itu. Pandangan Shafa pun beralih ke arah pintu masuk ruang sekertaris.


"Nona Shafa, selamat pagi menjelang siang. Kupikir tuan Dave tadi bercanda, ternyata benar nona ada di sini!" sapa Anita yang terlihat senang melihat Shafa di ruangannya.


"Selamat pagi Anita, sudah selesai meeting nya?" tanya Shafa berbasa-basi.


"Sudah nona, oh ya. Nona di panggil tuan ke ruangannya!" ucap Anita canggung.


Masalahnya kabar di kantor ini akan cepat sekali menyebar. Dan kabar tentang Shafa yang berkelahi adu jambak dan sikut dengan salah seorang karyawati di depan lift sudah tersebar di kantor. Bahkan HRD juga telah memecat karyawati yang bertengkar dengan Shafa itu. Bukan karena Shafa adalah adik Dave, tapi HRD juga melihat rekaman CCtv yang memang menunjukkan kalau karyawati itu berkata kasar duluan dan menghina Karina duluan, bahkan dia yang lebih dulu main tangan pada Shafa, akibat Shafa tegur saat itu karena menghina Karina.


"Ruangan kak Dave masih yang lama kan?" tanya Shafa yang memang sudah beberapa bulan ini tidak pernah lagi berkunjung ke kantor ini.


Anita mengangguk dengan cepat.


"Iya nona, masih yang lama!" jawab Anita.


Shafa pun berdiri dan meninggalkan ruangan sekertaris.


Setelah Shafa pergi, Anita menggidikkan bahunya sekilas.


"Ya ampun, nona Shafa itu mirip sekali dengan nyonya Davina. Cantik tapi galak!" celetuk Anita lalu kembali mengerjakan pekerjaannya.


Setelah tiba di depan ruangan Dave, Shafa mengetuk pintu dan langsung membuka pintu ruangan Dave.


"Kakak memanggil ku?" tanya Shafa yang langsung duduk di kursi yang ada di depan meja kerja Dave.


Dave yang sedang memeriksa dokumen pun beralih pada adiknya. Dave menghela nafas panjang sebelum bicara.


"Hari pertama di kantor, belum satu jam bekerja sudah berkelahi. Apa menurut mu itu bagus Shafa?" tanya Dave menegur adiknya.


"Dia menghina calon kakak ipar ku, kak!" jawab Shafa dengan wajah serius.


"Begitukah? apa yang dia katakan?" tanya Dave.


"Dia bilang kak Karina itu matre karena meninggalkan...!" Shafa menghentikan kalimatnya.


Shafa ingat jika dia menyebutkan nama Joseph, maka kemungkinan besar Joseph akan terkena masalah. Karena Dave pasti akan bertanya pada Joseph tentang gosip yang beredar itu, kalau dia ada hubungan dengan Karina. Sementara Shafa tahu, kalau kakaknya itu sedikit menentang hubungan Randy dan Karina. Maka Shafa berpikir untuk tidak menceritakan bagian itu pada Dave.


"Meninggalkan...?" tanya Dave.

__ADS_1


"Intinya dia mengatakan kak Karina itu matre dan mata duit4n. Aku tidak terima itu, aku hanya tanya padanya apa yang dia katakan tentang kak Karina, eh dia malah mendorong ku. Aku dorong balik lah, dia malah berkata kasar. Aku tarik saja rambutnya." jelas Shafa menceritakan kronologi kejadian yang sebenarnya.


Dave hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar penjelasan Shafa.


"Ck... karyawati itu sudah di pecat oleh HRD. Dan kamu, kamu juga akan di skorsing 3 hari!" jelas Dave.


Mata Shafa melotot mendengar apa yang dikatakan Dave kalau dia juga akan di skorsing.


"Ya ampun kak, aku ini adikmu loh. Adik pemilik perusahaan ini, apa tidak ada hak istimewa untuk ku? ya ampun, yang benar saja?" tanya Shafa.


"Tidak ada!" tegas Dave.


"Kakak!!!" protes Shafa.


"Enough Shafa, tidak bisa. Titik!" tegas Dave membuat Shafa mendengus kesal.


"Semua ini akan jadi contoh bagi karyawan lainnya. Biarpun kamu adikku, kalau membuat keributan tetap akan di beri sanksi." terang Dave.


"Hah, tahu begini aku akan tendang juga perempuan itu, sekalian kena skorsing kan?" tanya Shafa yang terlanjur kesal.


Dave malah terkekeh mendengar apa yang adiknya ucapkan.


"Hentikan tingkah konyol mu Shafa, kamu sudah dewas4, bahkan lebih tua dari Sila, bersikap lah sesuai usia mu! Lagipula Sabtu dan Minggu Randy mengajak kita liburan ke pulau!" jelas Dave.


"Kakak mu yang duda itu, sudah kehabisan cara mendekati Karina. Jadi kurasa, kita memang harus membantunya!" terang Dave yang membuat Shafa tersenyum senang.


'Kupikir kak Dave menentang hubungan Karina dengan kak Randy, ternyata aku salah!' batin Shafa.


Shafa pun menjadi lebih bersemangat.


"Serahkan saja padaku, aku pasti berhasil membujuk kak Karina untuk ikut kita. Dimana ruangannya?" tanya Shafa yang sudah berdiri dan bersiap keluar dari ruangan Dave.


"Divisi keuangan, di lantai 7" jawab Dave.


"Baiklah, aku akan ke sana!" ucap Shafa begitu bersemangat.


Dave senang, dia bisa membuat Shafa bersemangat lagi dan kembali ceria lagi.


Shafa pun bergegas menuju lantai 7, kemudian dia mencari ruangan divisi keuangan.

__ADS_1


Setelah berada di depan pintu ruangan divisi keuangan, dia langsung masuk dan mencari Karina.


Beberapa karyawan yang mengenal Shafa pun menyapanya. Dan Shafa hanya mengangguk singkat tanpa membalas sapaan atau senyum mereka.


Setelah mencari beberapa menit, dia tak kunjung melihat Karina. Kemudian dia memutuskan untuk bertanya pada seseorang yang lewat di depannya.


"Heh, kamu!" panggil Karina.


Seorang pria berkacamata berhenti dan menoleh ke arah Karina.


"Aku?" tanya pria itu menunjuk dirinya sendiri.


"Iya kamu, dimana Karina?" tanya Shafa yang bertanya dengan nada ketus.


Pria itu mengernyitkan dahinya. Tapi karena tak mau punya urusan lebih dengan Shafa yang terlihat judes, dia langsung menunjuk ke sebuah ruangan yang ada di ujung sebelah kanan Shafa berdiri.


"Itu, di ruangan wakil kepala divisi!" jawab pria itu yang langsung pergi meninggalkan Shafa.


Shafa pun bergegas ke arah ruangan yang di tunjukkan oleh pria tadi. Begitu Shafa membuka pintu, dia di buat terkejut karena Joseph juga sedang berada di ruangan Karina. Posisi nya Karina duduk di depan layar laptop nya, dan Joseph berada di samping Karina sambil menunjukkan sesuatu pada Karina di layar laptopnya.


'Huh, dia menghindari ku dan malah pergi ke sini. Dasar pak tua menyebalkan!' batin Shafa sangat kesal.


Mereka yang sepertinya tengah serius membicarakan pekerjaan belum menyadari kedatangan Shafa. Shafa langsung merasa kesal, dia mendengus kesal lalu mengambil sebuah dokumen yang ada di dekatnya lalu membantingnya ke lantai dengan keras.


Brukk


Mendengar suara keras itu, sontak saja Joseph dan Karina langsung menoleh ke arah pintu. Karina langsung berdiri, sedangkan Joseph langsung menjauh dengan cepat dari Karina.


"Nona!" ucap Joseph gugup.


"Shafa!" ucap Karina.


Shafa yang sebenarnya kesal langsung buru-buru tersenyum dan menghampiri Karina lalu memeluk calon kakak iparnya itu.


"Hai kak Karina, aku rindu sekali padamu. Apa kabar?" tanya Shafa sambil memeluk Karina dan memberi tatapan tajam pada Joseph.


Joseph yang melihat tatapan tajam Shafa mendadak menjadi merinding.


'Kenapa aku malah gugup begini, kenapa aku takut dia salah paham seperti seseorang yang tertangkap bas4h, apa yang aku pikirkan?' batin Joseph yang masih merinding menatap tatapan tajam Shafa padanya.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2