Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 123


__ADS_3

Sementara itu di perusahaan Dave, seorang klien sedang membuat Anita menjadi sangat kebingungan.


Di tambah Dave dan Joseph yang tidak ada di kantor, membuat Anita harus sabar menghadapi klien yang sudah ada janji dengan Dave tapi tiba-tiba harus di batalkan karena Dave bilang pada Anita, dia punya keperluan yang lebih penting.


"Maafkan saya tuan Arman, tuan Dave akan membuat janji temu lagi dengan anda lain waktu. Untuk saat ini tuan Dave benar-benar tidak bisa menemui anda!" ucap Anita yang mencoba memberi alasan pada kliennya dengan cara yang sangat sopan.


"Anita, bukankah kamu tahu. Kamu kan yang mengatur jadwal tuan Dave. Katakan saja dia dimana! maka aku dan tuan Arman akan menyusul ke sana. Sore ini tuan Arman harus kembali ke kota Z!" sela Poppy, sekertaris pribadi tuan Ramlan.


"Benar, tapi ini urusan keluarga tuan Dave. Dan kalau urusan di luar pekerjaan, saya juga tidak tahu. Bahkan sekarang tuan Dave sedang berada dimana, saya tidak tahu!" jawab Anita menjelaskan dengan jujur.


Karena Dave memang hanya bilang untuk membatalkan semua janji temu karena dia ada keperluan penting.


Arman yang sejak tadi diam dan hanya membiarkan Poppy yang bicara pun mendengus kesal lalu berdiri dari duduknya.


"Poppy kita pergi saja, dan katakan pada sekertaris tuan Dave Hendrawan yang terhormat itu, perjanjian bisnis kita batal. Seorang pengusaha seharusnya bisa profesional dalam bekerja. Katakan ucapan ku ini pada bos mu!" ucap Ramlan yang menatap dingin pada Anita.


Anita hanya mengangguk paham. Setelah kedua orang itu pergi dari ruangan Dave. Anita langsung duduk bersandar di sofa.


"Ya ampun, galak sekali sih orang itu. Dia pasti tidak punya pacar, kekasih, tunangan apalagi istri. Memangnya hidup itu hanya bekerja saja, yang benar saja. Pantas saja dia pilih sekertaris yang galak seperti Poppy, rambutnya saja lebih pendek dari rambut tuan Joseph!" gerutu Anita yang sudah menahan diri sejak tadi.


Setelah itu, Anita lalu berjalan keluar dari ruangan Dave bermaksud membuat secangkir coklat hangat di pantry agar membuatnya lebih santai.


Sementara di pantry, Karina juga sedang membuat segelas jus jeruk dingin. Masalahnya hari ini pekerjaan nya cukup banyak, tapi hari ini Karina juga sangat bersemangat. Karena dia mendengar dari Joseph saat mengantarnya ke kantor tadi kalau hari ini adalah hari persidangan hak asuh Mika. Karina sangat senang ketika Joseph mengatakan kalau Sila pasti akan mendapatkan hak asuh anaknya karena Dave secara langsung membantunya.


Ketika sedang minum, Karina tidak sengaja menumpahkan jus jeruk yang ada di gelas.


"Ya ampun Karina, minum saja seperti anak kecil!" omelnya pada dirinya sendiri.


Karina lantas mengambil kotak tissue yang ada di dekat termos air, tapi ternyata kotak tissue itu sudah kosong.


"Yah, abis!" ucapnya.

__ADS_1


Menurut pengalaman nya waktu bekerja sebagai petugas lapangan di kantornya yang lama, pasti OB di kantor ini punya stoknya. Karina pun mencari di beberapa laci yang ada di pantry.


"Kok gak ada?" tanya Karina sambil terus mencari.


Setelah merasa yakin kalau memang para OB tidak menyimpan persediaan tissue di pantry. Karina pun berjalan ke arah ruangan yang ada di sebelah pantry. Disana adalah gudang yang biasa di pakai OB menyimpan segala kebutuhan pantry.


Tapi saat mendekati pintu, Karina tiba-tiba mendengar suara seorang pria yang sedang bicara dengan seseorang di telepon.


"Semua beres tuan, aku sudah mengganti semua laporan keuangan bulan ini. Proyek dengan perusahaan K itu pasti akan berhasil tuan!" suara seorang pria yang rasanya sangat familiar di telinga Karina.


'Aku kok rasanya familiar sekali ya dengan suara pria di dalam ini. Dan dia bicara dengan siapa? kenapa dia bilang mengganti laporan keuangan?' tanya Karina dalam hati.


Karina lantas mendekatkan telinganya lebih dekat ke arah pintu.


"Tenang tuan, tidak akan ada yang tahu. Setelah wakil divisi di ganti, wakil divisi yang baru ini penurut sekali, dia akan melaksanakan semua perintah dariku tuan!" ucap orang itu lagi.


Mata Karina melotot, dia baru sadar kalau suara itu adalah suara Feri, atasannya. Kepala divisi bagian keuangan di perusahaan Dave. Karena terkejut, Karina yang akan berbalik pergi malah menyenggol sebuah kardus yang tersusun di dekat gudang. Kardus itu terjatuh dan menimbulkan suara yang cukup keras. Karina langsung panik, dia langsung berlari dengan sekencang-kencangnya dari sana. Karina baru bekerja beberapa hari, dia sama sekali tidak tahu kalau ternyata kepala divisi keuangan yang adalah atasannya ternyata bukanlah orang baik.


Brukk


"Karina, kamu ngapain lari lari di kantor?" tanya Anita.


Karina yang awalnya sangat ketakutan langsung berdiri dan mengajak Anita berlari bersamanya.


"Eh, kenapa malah ngajakin aku lari juga?" tanya Anita bingung.


Setelah masuk ke dalam lift, Karina akhirnya menghela nafas nya.


"Anita, aku harus mengatakan sesuatu yang penting!" ucap Karina yang tak mau membuang waktu mengatakan yang sebenarnya pada Anita.


Karina langsung ingin bercerita pada Anita tentang apa yang dia dengar tadi karena Sila pernah mengatakan pada Karina, kalau ada apa-apa dia bisa minta tolong pada Anita. Karena Anita adalah salah seorang kepercayaan Dave, selain Joseph dan Oman.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Anita yang mulai sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada Karina.


Karina menyeka keringat di dahinya, lalu dia berkata.


"Pak Feri, pak Feri itu seorang penipu, dia orang yang tidak setia!" ucap Karina dengan nafas yang masih berusaha dia atur dengan tenang.


"Hah, maksudmu dia selingkuh dari istrinya ? dengan siapa?" tanya Anita yang memang pikirannya ke arah sana.


Karina langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"Bukan itu, tadi aku ke pantry untuk buat minuman. Tapi aku tidak sengaja menumpahkan jus jeruk yang aku minum...!"


"Lalu apa masalahnya?" ucap Anita yang begitu penasaran tapi sepertinya Karina malah menceritakan hal yang menurutnya tidak terlalu penting.


"Aku mendengar pak Feri bicara di gudang dengan seseorang, dia bilang telah mengganti laporan keuangan!" jelas Karina membuat Anita sangat terkejut.


"Apa?" pekik Anita.


Anita langsung memegang dahinya,


"Pantas saja, beberapa klien mengeluh karena ada pembayaran yang tidak sesuai. Jadi ini masalahnya!" ucap Anita.


Tapi kemudian Anita langsung menatap Karina dengan wajah serius.


"Apa dia melihat mu?" tanya Anita yang khawatir kalau Feri melihat Karina, artinya wanita di depannya itu sekarang sedang dalam bahaya.


Dengan wajah pucat, Karina menjawab.


"Aku tidak tahu!" jawabnya.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2