
Ketika Sila pingsan, untung saja Dave bisa menangkap nya agar tidak terjatuh ke lantai dan yang jatuh ke lantai hanyalah tas yang di pegang oleh Sila.
Dave tampak terkejut, dia tidak menyangka kalau Sila akan pingsan seperti ini. Dave langsung membawa tubuh Sila, menggendongnya ke sebuah Sofa panjang yang ada di ruang VIP tersebut.
"Cepat telepon Jimmy, suruh dia kemari!" perintah Dave pada Oman. Dan Oman pun segera menelepon dokter Jimmy.
Dave masih terus berusaha membelai lembut pipi Sila dan memanggil namanya agar istrinya itu bangun dan sadar. Tapi sepertinya percuma, Sila tetap tidak sadarkan diri juga.
Joseph yang sudah selesai merekam semua pengakuan dari pria gendut itu pun menyerahkan bukti rekaman itu pada Dave.
"Ini tuan, semua bukti yang kami dapatkan. Rekaman, bukti transaksi bank dan juga daftar panggilan Hadi dengan pria gendut itu!" ucap Joseph sambil menyerahkan semua bukti pada Dave.
Dave hanya melihat semua bukti itu sekilas dan menyerahkan kembali semua barang itu pada Joseph.
"Simpan Jo, kita akan butuh ini besok untuk di perlihatkan pada ayah mertua ku!" ucapnya mantap.
Sudah beberapa menit dan dokter Jimmy belum datang. Hal itu membuat Dave sangat geram.
"Jo, kamu pergi jemput dokter menyebalkan itu kemari!" perintah Dave pada Joseph.
Joseph pun mengangguk lalu berjalan menuju pintu keluar, tapi belum dia sampai ke pintu keluar. Pintu itu sudah terbuka, dengan dua orang yang nafasnya tersengal-sengal.
Oman datang setelah menjemput Jimmy dari tempat parkir.
"Dave, apa kamu terluka?" tanya Jimmy yang mencemaskan sahabat sekaligus pasien ekslusif nya itu.
"Ck... kenapa lama sekali? cepat periksa Sila, dia pingsan!" ucap Dave memerintah dokter Jimmy dengan nada kesal.
Jimmy langsung melihat ke arah yang dilihat oleh Dave.
"Sila, kenapa dia?" tanya Jimmy.
Tapi kemudian dia langsung memperhatikan seorang pria yang di ikat di sebuah kursi dengan pakaian yang sudah compang-camping.
"Dave, apa kamu sudah tidak waras. Pantas saja Sila pingsan, apa dia melihat anak buah mu memukuli orang itu?" tanya Jimmy menduga-duga.
__ADS_1
"Tidak, aku hanya katakan kalau pria itu yang sudah di bayar oleh mantan suaminya untuk tidur dengannya!" jawab Dave cuek.
Dokter Jimmy langsung menepuk dahinya sendiri tak habis pikir dengan apa yang baru saja dia dengar.
"Pantas saja dia pingsan, kamu mengatakan hal yang bisa membuatnya terguncang malah!" jelas dokter Jimmy namun Dave masih bingung dengan ucapan sahabat sekaligus dokter pribadi nya itu.
"Apa maksud mu?" tanya Dave.
"Lihat dia, gendut, setengah botak dan terlihat tidak sehat. Bagaimana Sila tidak syok mendengar bahwa pria itu yang di bayar mantan suaminya untuk tidur dengannya? coba kamu katakan yang di bayar oleh mantan suaminya itu parasnya menawan seperti Rezky Aditya atau badannya bagus seperti Azka anaknya Deddy Corbuzier. Pasti Sila tidak pingsan!" ucap Jimmy yang sebenarnya hanya bercanda.
Plakk
Tapi sayangnya candaan dari dokter Jimmy itu di anggap serius oleh Dave dan membuat Dave melayangkan sebuah pukulan di kepala dokter Jimmy.
"Dave, kenapa memukul ku di kepala. Aku ini dokter loh. Kenapa aku merasa tidak ada harga dirinya kalau di depan mu!" gerutu dokter Jimmy yang malah mendapatkan tatapan mata tajam dari Dave.
"Sudah jangan banyak bicara, cepat periksa Sila!" perintah dokter Jimmy.
Dokter Jimmy pun tidak banyak bicara lagi. Dia langsung memeriksa kondisi Sila. Dan dokter Jimmy sempat diam sebentar ketika merasa ada yang aneh dengan kondisi Sila. Tapi dia tidak mau berpikir yang tidak-tidak. Jimmy lalu memeriksa kondisi Sila sekali lagi.
"Hei, kenapa terus memegang pergelangan tangan istriku. Singkirkan tangan mu darinya!" seru Dave.
"Tuan Dave Hendrawan yang terhormat, sekarang katakan padaku bagaimana aku bisa memeriksanya kalau tidak menyentuhnya?" tanya dokter Jimmy yang mulai kehabisan kesabaran nya menghadapi Dave.
Tapi meskipun dokter Jimmy kehabisan kesabaran nya, dia juga tidak akan bisa marah pada Dave. Karena sebelum dokter Jimmy marah, Dave pasti sudah marah terlebih dahulu.
"Jimmy, kesabaran ku sudah habis!" peringatan itu keluar dari mulut Dave yang sejak tadi menahan kesal karena Jimmy terus memegang pergelangan tangan Sila. Sebenarnya Jimmy bukan asal pegang, dia itu sedang memeriksa denyut nadi Sila.
Mendengar pekikan Dave, Jimmy langsung menarik tangannya menjauh dari pergelaran tangan Sila. Dokter Jimmy lantas berdiri dan menghampiri Dave.
"Dave, aku harus katakan ini padamu!" ucap dokter Jimmy yang wajahnya terlihat begitu serius.
Dave yang merasa wajah Jimmy itu akan membawa kabar tidak baik segera menyipitkan matanya melihat ke arah Jimmy.
Jimmy juga menepuk bahu Dave, membuat Dave melotot tajam pada Jimmy.
__ADS_1
Jimmy lantas menarik tangannya lagi.
"Istrimu Sila, dia sedang hamil!" ucap dokter Jimmy dan apa yang dikatakan oleh dokter Jimmy itu membuat mata Dave berbinar senang.
"Tapi dari hasil pemeriksaan ku, usia kehamilan Sila itu mungkin sudah lebih dari empat minggu, untuk memastikan nya aku perlu tanya kapan Sila terakhir datang bulan!" jelas Dokter Jimmy.
"Apa itu penting?" tanya Dave bingung di sela kebahagiaan nya mendengar Sila tengah hamil.
Dan setelah mendengar pertanyaan Dave itu, dokter Jimmy kembali memasang wajah serius.
"Jawabannya juga terserah padamu, apa kamu mau mengakuinya kalau kamu lah pria yang malam itu melakukan hubungan itu dengan Sila. Karena kemungkinan benih mu pada saat itulah yang sedang tumbuh di rahim Sila!" ucap dokter Jimmy dengan serius. Terlihat dari kata-kata yang dia ucapkan yang begitu diplomatis dan intelektual.
Dave pun terdiam, dia ingat kalau Sila sangat menyesalkan kenapa pria yang malam itu justru tidak menolongnya menelpon dokter atau sekuriti hotel. Kenapa malah memanfaatkan keadaan nya yang tidak berdaya. Dan itu membuat Dave bimbang, dia tidak bisa bayangkan kalau Sila tahu pria yang memanfaatkan kesempatan dalam ketidakberdayaan Sila pada malam itu adalah dirinya. Dave berpikir pasti Sila akan sangat membencinya.
"Jadi aku harus bagaimana?" tanya Dave pada dokter Jimmy.
"Kamu tidak mau jujur pada Sila?" tanya Dokter Jimmy.
"Dia pernah bilang seandainya saja pria yang malam itu menemukannya tidak memanfaatkan keadaan atas ketidakberdayaan nya mungkin semua tidak akan seperti ini. Itu yang dia katakan padaku saat dia di rawat di rumah sakit mu dulu. Aku takut kalau dia tahu pria itu adalah aku, dia akan membenciku!" jelas Dave yang terlihat sedih.
Dokter Jimmy langsung menepuk bahu Dave.
"Kalau begitu tenang saja, kapan kalian melakukan hubungan itu untuk kedua kalinya?" tanya dokter Jimmy.
"Tiga minggu yang lalu, setelah kami menikah!" jawab Dave.
"Astaga Dave, kamu benar-benar sudah sembuh ya?" tanya dokter Jimmy yang takjub pada perubahan Dave.
Plakk
Dan lagi-lagi Dave memukul kepala dokter Jimmy.
***
Bersambung...
__ADS_1