
Cukup lama Joseph menunggu di depan pintu apartemen Dave. Bahkan dia sudah berkali-kali melihat jam tangan yang ada di pergelangan tangan nya. Dia sangat cemas, karena kerja sama kali ini sangat penting bagi perusahaan. Salah satu investor di perusahaan itu adalah Randy, kakak kandung dari Dave.
Sejak dulu hubungan keduanya memang tidak seperti kakak dan adik pada umumnya. Sejak kecil Randy memang tidak terlalu dekat dengan Dave. Apalagi ketika Randy tahu ada sesuatu yang aneh dengan Dave. Tidak seperti Shafa yang begitu perduli pada kakaknya, Randy justru terkesan acuh pada semua hal itu.
Dan setelah istri Randy, Alisha meninggal dalam sebuah kecelakaan. Randy benar-benar semakin jauh dari keluarganya. Apalagi dengan Dave, benar-benar sangat jauh.
"Tuan!" panggil Joseph setelah kembali mengetuk beberapa kali.
Ceklek
Joseph sangat lega karena ada akhirnya pintu itu terbuka. Tapi dia harus kembali menunduk karena raut muka Dave yang menunjukkan ekspresi ketidaksenangan begitu terlihat.
"Kenapa berteriak seperti itu? mau memanggil ku atau mau membuat keributan?" tanya Dave dengan ketus.
"Maaf tuan, sudah waktunya kita berangkat!" jawab Joseph yang sama sekali tidak memasukkan apa yang dikatakan oleh Dave ke dalam hatinya.
Joseph sudah cukup lama bekerja untuk Dave, sebenarnya sejak awal Joseph bekerja pada ayah Dave. Tapi karena ayah Dave melihat Dave cukup nyaman di jaga oleh Joseph, pada akhirnya ayah Dave meminta Joseph bekerja pada Dave. Meskipun tak jarang ayah Dave masih meminta bantuan pada Joseph untuk menjaga Randy atau Shafa.
"Tuan, aku sudah siap!" ucap Sila yang sudah mandi dan berganti pakaian. Karena ternyata Dave juga sudah menyiapkan banyak pakaian untuk Sila di apartemen nya.
"Baiklah, ayo!" ucap Dave yang lagi-lagi menggandeng tangan Sila menuju pintu lift. Melewati Joseph begitu saja bahkan tidak menutup pintu apartemen nya.
Joseph pun hanya bisa menghela nafas dan menutup pintu apartemen Dave yang secara otomatis akan terkunci jika pintu itu tertutup.
Beberapa menit dalam perjalanan, Dave selalu saja menunjukkan kasih sayangnya pada Sila. Membuat Joseph yang sedang mengemudi pun hanya bisa menghela nafas sesekali. Karena Dave terlihat begitu agresif saat dekat dengan Sila. Sebenarnya Joseph cukup senang, tapi sepertinya dia masih melihat kalau istri bos nya itu masih sangat kaku pada Dave.
'Tuan terlihat sangat mencintai nona Sila, tapi nona Sila sepertinya ...!' pikir Joseph.
Hingga pada akhirnya mobil yang di kemudian oleh Joseph tiba di sebuah hotel berbintang lima uang sangat terkenal di kota ini. Joseph segera membukakan pintu mobil untuk Dave lalu untuk Sila. Setelah itu dia memberikan kunci pada petugas hotel yang ada di sana supaya mobil itu di parkir kan di tempat yang seharusnya.
__ADS_1
Mereka bertiga pun masuk ke dalam hotel, tak lupa Joseph mengingatkan kalau dia dan nona Sila di tempat umum seperti ini adalah bos dan sekertaris pribadi nya.
"Maaf tuan, hanya sekedar mengingatkan kalau tuan dan nona Sila di tempat umum seperti ini...!"
"Ck... aku tahu Jo. Ayo jalan!" sela Dave.
Sila hanya menunduk dan mengikuti langkah Joseph juga Dave.
"Dia ikut meeting atau tidak?" tanya Dave pada Joseph beberapa langkah setelah obrolan terakhir mereka.
Dia yang di maksud oleh Dave adalah kakak nya sendiri, Randy. Joseph pun mengerti maksud Dave. Namun dia sama sekali tidak mendapatkan informasi kalau Randy akan ikut meeting atau tidak.
"Perusahaan K tidak memberitahu apakah tuan Randy akan ikut meeting atau tidak tuan!" jawab Joseph.
"Sudahlah!" sahut Dave malas.
Ketika sampai di ruangan VIP yang telah di tentukan, seorang pelayan membukakan pintu untuk mereka bertiga.
"Selamat datang Dave, apa kabar?" tanya pria paruh baya yang adalah Santoso, wakil pimpinan perusahaan K.
Dave malah tidak fokus pada apa yang dikatakan tuan Santoso. Dia malah melihat ke sekeliling.
"Dia tidak ikut?" tanya Dave pada Santoso.
Santoso pun mengerti siapa yang di maksud oleh Dave.
"Oh tuan Randy, dia sedang ke toilet!" jawab Santoso membuat Dave memutar bola matanya jengah.
"Mari duduk dulu tuan Dave, dan siapa nona cantik ini?" tanya Santoso ketika akan mempersilahkan Dave duduk.
__ADS_1
Santoso bertanya kepada Dave, karena biasanya yang akan menemani Dave adalah Anita. Tapi kali ini bukan Anita, dan yang lebih menarik perhatian nya adalah wanita yang ada di sebelah Dave ini sepertinya berdiri cukup dekat dengan Dave, tidak seperti Anita yang setiap berdiri di sebelah Dave setidaknya jaraknya adalah satu meter darinya. Mata Santoso lalu beralih ke arah tangan Sila, dan itu lebih membuatnya heran. Karena Sila tidak memakai sarung tangan seperti yang biasa di pakai Anita. Sedangkan Santoso juga sangat mengetahui kalau Dave ini mengidap Myshopobia yang parah.
"Nona Sila, sekertaris pribadi tuan Dave!" jawab Joseph karena melihat Dave tidak senang ketika Santoso melihat Sila dengan tatapan aneh.
"Oh, baiklah baiklah. Silahkan duduk tuan Dave, nona Sila, tuan Joseph!" ucap Santoso ramah.
Ketika Dave duduk, Sila dan Joseph juga ikut duduk tapi sedikit jauh dari Dave.
"Tuan Dave perkenalkan ini adalah Mita dan Sari, mereka adalah sekertaris tuan Randy!" ucap Santoso memperkenalkan dua wanita cantik yang sedang tersenyum genit pada Dave.
Tapi sayangnya Dave tidak melihat mereka dan hanya berdeham saja.
"Langsung saja, Jo... mana dokumen nya?" tanya Dave mengabaikan Santoso yang masih ingin berbasa-basi dengannya.
Wajah Santoso pun langsung muram, ternyata benar apa yang di katakan oleh Randy. Kalau Dave sama sekali tidak akan tergoda meskipun Santoso membawakan Miss universe kehadapan nya. Dalam dunia bisnis hal seperti ini sudah biasa, ketika wanita cantik akan menjadi salah satu cara ampuh untuk lebih cepat mendapatkan perjanjian atau kerja sama dengan perusahaan lain, dan itu yang sedang coba di lakukan oleh Santoso. Tapi sayangnya hal itu sama sekali tidak berpengaruh untuk Dave.
Joseph lalu menjelaskan perihal kerja sama yang akan mereka lakukan. Tapi di tengah Joseph menjelaskan seseorang masuk ke dalam ruangan itu dan berkata.
"Ternyata tuan Dave Hendrawan sudah datang!" ucapnya lalu langsung duduk di tengah dua wanita cantik itu.
"Maafkan aku adikku, aku tidak bisa menyambut mu. Bagaimana? apa kamu akan melanjutkan kerjasama dengan perusahaan K meskipun kamu tahu sebentar lagi perusahaan ini akan berpindah tangan padaku?" tanya Randy dengan nada yang terdengar aneh.
Sila melihat ke arah pria di depannya itu, sepertinya Sila pernah melihatnya. Sila coba mengingat-ingat dan matanya melebar ketika dia ingat siapa pria di depannya itu yang sedang bicara dengan begitu arogan pada Dave.
Sila menoleh ke arah Joseph.
"Joseph, bukankah dia itu si buaya darat!" ucap Sila pelan namun masih bisa terdengar oleh Dave yang duduk tak jauh darinya.
Joseph terkesiap dan merasa sangat canggung, takut kalau apa yang dikatakan Sila itu terdengar oleh yang lain. Tapi Dave malah terkekeh geli mendengar apa yang dikatakan oleh Sila.
__ADS_1
***
Bersambung...