Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 61


__ADS_3

Setelah Karina pergi dari ruangan divisi keuangan Randy terlihat sangat kesal. Dia terus berusaha meredam rasa sakit di punggung kakinya dengan melepaskan sepatunya lalu mengipasi kakinya dengan dokumen yang ada di atas meja Karina.


Ketika Randy melepas kaos kakinya, matanya sedikit melebar ketika melihat punggung kakinya yang di injak oleh Karina dengan hak sepatunya itu terlihat merah meski tidak lecet, tapi lumayan merah dan terasa lumayan sakit.


"Macan betina itu benar-benar ya!" geram Randy yang sudah berniat dalam hatinya untuk memberi pelajaran pada Karina kalau bertemu lagi dengan wanita itu.


Tapi saat Randy mengipasi kakinya yang terasa lumayan panas dan sakit, dia melihat layar monitor komputer Karina masih menyala. Randy pun akhirnya menemukan cara untuk membalas apa yang baru saja Karina lakukan padanya itu.


"Lihatlah macan betina, kamu yang sudah mencari masalah dengan ku, rasakan ini!" ucap Randy lalu meraih mouse yang ada di atas meja dan mengarahkan panel mouse tersebut ke tulisan delete yang tertera di layar monitor.


Senyuman puas terpancar di wajah Randy setelah dirinya mengklik tulisan Yes di layar monitor komputer Karina.


"Rasakan itu!" seru Randy yang langsung memakai kembali kaos sepatunya dan juga sepatunya lalu bergegas meninggalkan ruangan divisi keuangan dengan tersenyum puas.


Karina yang sudah keluar dari toilet pun tidak langsung kembali ke ruangan nya. Dia mengawasi dari balik dinding pembatas antara divisi keuangan dan juga divisi pemasaran.


Setelah Karina melihat Randy keluar dari ruangannya, baru Karina menghela nafas lega.


"Akhirnya kadal buntung itu keluar juga!" gumam Karina lalu segera bergegas kembali ke ruangan nya lagi karena masih ada dua dokumen yang belum dia input.


Karina bergegas karena sesuai instruksi kepala divisi, dia harus menyelesaikan semua laporan itu sebelum makan siang. Dengan langkah cepat Karina masuk ke dalam ruangan nya dan segara duduk kembali di kursinya.


Ketika akan memasukkan data ke komputer nya, mata Karina di buat melotot karena semua data sebelumnya yang sudah dia input hilang.


"Hah, dimana semua datanya? bukankah tadi sudah sampai tanggal 3, bagaimana ini?" tanya Karina pada dirinya sendiri karena merasa sangat panik sebab semua data yang sudah susah payah dia input hilang dari lembar kerja komputer nya.

__ADS_1


Karina sangat yakin kalau semua ini adalah ulah si kadal buntung itu.


"Dasar kadal buntung. Ini semua pasti perbuatannya. Hah, bagaimana ini?" ucap Karina begitu sedih karena dia juga sudah lelah.


Karina akhirnya meletakkan kepalanya menunduk beralaskan kedua lengannya yang terlipat di atas meja. Matanya sudah berkaca-kaca. Jujur saja dia ingin menangis, tapi kemudian dia mengangkat kembali kepalanya. Menangis pun sama sekali tidak ada gunanya.


"Ck... apa boleh buat. Aku harus puasa dulu dan menyelesaikan semua ini lagi. Aku akan ingat baru ini!" ucap lirih Karina yang berusaha untuk menerima semua yang terjadi padanya hari ini.


Tapi baru mengetik beberapa menit, Karina lalu melihat ke arah pintu dengan tatapan tajam.


'Kadal buntung, lihat saja. Aku tidak akan membiarkanmu. Jangan sampai aku bertemu lagi dengan mu, karena jika itu terjadi maka aku akan membalas mu!' batin Karina yang pada akhirnya memilih untuk membalas perbuatan Randy padanya.


***


Di tempat lain, Dave sengaja mengajak Sila dan juga Joseph untuk makan siang di roof top kantor. Akses ketempat itu hanya dimiliki oleh Dave dan Joseph saja, kalaupun ada petugas kebersihan yang akan membersihkan tempat itu, maka Joseph yang akan mengawasi mereka.


Sila yang merasa begitu takjub dengan semua fasilitas yang di miliki Dave pun merasa sangat tersanjung dirinya bisa menjadi satu-satunya wanita yang menginjakkan kakinya di tempat paling privasi Dave di kantor nya.


Setelah selesai menyiapkan makanan, Joseph pun undur diri.


"Sila, apa kamu sudah mempersiapkan diri untuk bertemu dengan keluarga mantan suami mu itu nanti malam?" tanya Dave memulai percakapan.


Sila yang awalnya memegang garpu dan akan menusuk daging yang sudah dia potong pun meletakkan garpu itu kembali ke atas piring nya.


Hubungan nya dengan keluarga Hadi saat itu juga tidak terlalu baik. Dan benar-benar hanya adik Hadi yang bernama Zain, ayah mertuanya itu dan juga bibinya Hadi yang benar-benar baik padanya. Selebihnya mereka selalu senang melihat Sila kesulitan.

__ADS_1


"Mereka juga akan datang?" tanya Sila ragu melihat ke arah Dave.


Dave langsung mengangguk.


"Iya, mereka akan datang. Itu adalah syukuran rumah baru mantan suami mu itu, dan mungkin acara pertunangan nya dengan...!" Dave menjeda kalimatnya.


"Begitu ya, ya sudah mau bagaimana lagi. Hadapi sajalah!" ucap Sila terdengar pasrah saja kalaupun dia harus bertemu dengan keluarga mantan suaminya nanti di pertemuan malam ini.


Mendengar jawaban Sila, Dave masih bisa menangkap rasa kecewa dalam hati istrinya itu.


"Sila!" panggil Dave yang langsung membuat Sila melihat ke arah pria itu.


"Jika kamu ingin membalas pria bernama Hadi Tama itu, aku akan membantu mu!" ucap Dave pada Sila.


Sebenarnya Dave sudah ingin mengatakan hal ini sejak dia mengetahui dari Oman kalau Hadi lah yang membuat Sila di pecat secara tidak hormat dari perusahaan nya. Pria macam apa yang bertingkah begitu rendah, hingga mempermalukan wanita yang sudah memberinya seorang anak, dan menemaninya dalam suka dan duka selama lima tahun. Sudah mengkhianati, sudah menjebak dan mengambil semua jerih payah Sila. Meskipun Sila tidak ingin membalas Hadi dan hanya ingin hak asuh Mika. Tapi Dave benar-benar muak pada pria macam itu.


Sila terdiam, dia bisa melihat amarah di mata suaminya itu saat ini.


"Tuan, aku hanya ingin hak asuh Mika. Hanya itu saja, balasan untuk mas Ha.. !" Sila menjeda kalimatnya. Rasanya tenggorokan nya seperti tercekik saat memanggil nama Hadi dan di awali dengan sapaan mas.


"Balasan untuk pria itu akan dia dapatkan meskipun bukan dariku, ayah ku selalu bilang padaku apa yang seseorang tabur, itulah yang akan orang itu tuai!" ucap Sila.


Dave mendengarkan apa yang di sampaikan Sila padanya. Tapi meskipun dia merasa apa yang di katakan Sila itu benar. Tapi hati Dave benar-benar masih merasa belum puas kalau tidak menghancurkan pria bernama Hadi Tama itu dengan tangannya sendiri.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2