Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 97


__ADS_3

Mendengar pertanyaan Dave dengan wajah datar dan dinginnya. Karina langsung melihat ke arah Sila. Sila yang tahu kalau sahabatnya itu sedang bertanya pendapatnya pun segera menganggukkan kepalanya dengan cepat.


"Dia kekasih nona Riyanti, namanya Randy aku tidak tahu nama belakangnya. Tapi dia selalu bilang dia itu salah satu pengusaha terkaya di kota ini!" jawab Karina sembari menyeka air matanya di bantu oleh Sila.


"Randy?" tanya Dave.


Karina pun hanya menganggukkan kepalanya perlahan.


"Mas, apa mungkin Randy yang Karina maksud itu kakak mu?" tanya Sila yang membuat Karina begitu terkejut.


"Apa? dia kakak tuan Dave?" tanya Karina yang malah bertambah takut.


Karina sungguh takut kalau karena hal ini hubungan Sila dan Dave akan terkena masalah. Dia tahu kalau Sila pasti akan membelanya, tapi kalau benar Randy adalah kakak dari Dave, Dave mungkin juga akan membela Randy kan? jadi mau tidak mau hubungan Sila dan Dave juga akan terpengaruh.


Dave pun mengambil ponsel yang ada di sakunya. Kemudian mencari sesuatu di ponselnya, setelah menemukan yang dia cari. Dave lalu menunjukkan foto Randy kakaknya pada Karina.


"Randy yang ini?" tanya Dave dari jauh, setidaknya sekitar satu meter lebih jaraknya dari Karina.


Dan ternyata benar, Randy yang Karina selalu bilang kadal buntung itu adalah kakak kandung Dave.


Karina pun langsung mengangguk.


Dave langsung mendengus kesal.


"Ck... keterlaluan!" pekik Dave membuat Karina dan Sila terjingkat.


Melihat ekspresi Dave yang marah, Karina lantas menjauh sedikit dari Sila dan berbisik pada sahabatnya itu.


"Sila, sebaiknya kamu pergi saja. Aku tidak mau menyeret mu dalam masalahku. Tuan Dave adalah kakak Randy, dia tidak mungkin membelaku. Aku juga tidak mau hubungan mu dengan tuan Dave terpengaruh karena masalah ku!" bisik Karina yang menyangka kalau Dave justru marah padanya.


Sila langsung menarik lengan Karina yang akan menjauhinya.


"Kamu bilang apa? mas Dave bukan orang yang seperti itu. Karena Randy itu adalah kakaknya, dia pasti lebih tahu sifat dan karakter kakaknya itu. Dia tidak marah padamu, dia marah pada Randy!" jelas Sila.


Karina yang mendengar penjelasan Sila pun terdiam. Dan tak lama setelah emosinya mereda, Dave kembali menghadap ke arah Karina dan masih dalam jarak yang lumayan jauh.

__ADS_1


"Apa saja yang sudah dia lakukan padamu, apa dia berusaha menganiaya atau mele*cehkan mu?" tanya Dave yang mengerti betul tabiat kakaknya itu.


Karina masih takut dan sangat ragu untuk menjawab. Sampai Sila kembali mengusap punggung nya dan menyemangatinya.


"Karina katakan saja, mas Dave pasti akan membantumu!" ucap Sila lembut pada sahabatnya itu.


"Di... dia sudah beberapa kali mencoba untuk... untuk..!" Karina bingung bagaimana mengatakan kalau Randy sudah beberapa kali mencoba untuk menciumnya.


Sila ikut geram mendengar apa yang berusaha Karina jelaskan padanya. Dave sudah mengerti pun segera bertanya lagi.


"Tapi dia tidak berhasil kan?" tanya Dave lagi yang menduga hal itu. Karena jika Randy berhasil, dia tidak mungkin sampai menyiapkan semua jebakan untuk Karina sampai di pecat dan di tuduh mencuri.


Karina menggelengkan kepalanya, Sila yang melihat itu langsung menghela nafas lega dan merangkul sahabatnya itu.


"Apa dia juga pernah kemari?" tanya Dave yang berusaha untuk waspada.


Karina langsung mengangguk.


"Dia bahkan menggertak akan mendobrak pintu jika aku tidak membukakan pintu untuknya!" jelas Karina lagi.


Tok tok tok


Joseph pun mengetuk pintu.


"Iya tuan!" sapa nya sopan.


Joseph langsung mengarahkan pandangannya pada Karina yang terlihat sangat berantakan dan wajahnya sangat sembab.


"Jo, tempat kan beberapa anak buah mu untuk berjaga di sekitar rumah Karina. Kalau ada yang melihat Randy datang kemari, maka segera hadang dia. Dan katakan kalau ini adalah perintah ku!" seru Dave.


Joseph yang mendapat perintah langsung dari Dave itu segera mengangguk paham.


"Baik tuan!" jawabnya yakin dan langsung keluar lagi dari kamar Karina.


"Karina, jangan cemas. Randy tidak akan bisa mendekatimu lagi, dan untuk masalah denda dari Riyanti, aku yang akan mengurusnya. Kamu juga tidak perlu khawatir dengan pekerjaan, Sila pasti akan senang kalau kalian bisa bekerja di satu kantor yang sama lagi!" jelas Dave.

__ADS_1


Mendengar apa yang di katakan Dave, Sila langsung tersenyum sangat lebar. Dia tersenyum pada Dave lalu merangkul Karina dengan sangat erat.


"Kamu dengar itu Karina, kita akan satu kantor lagi!" ucap Sila sangat senang.


Karina pun kembali meneteskan air matanya lagi. Dia sangat bersyukur ketika dirinya tidak tahu harus apa dan bagaimana lagi, ada Sila dan juga kekasihnya yang membantunya. Karina memeluk Sila dengan sangat erat.


"Terimakasih Sila, terimakasih banyak!" ucap Karina sangat tulus.


Karina lalu melepaskan pelukan Sila dan menghadap ke arah Dave. Dengan sedikit membungkukkan badannya dia juga berterima kasih pada Dave.


"Terimakasih tuan Dave, terima kasih banyak!" ucapnya.


"Kamu adalah sahabat Sila, Sila juga banyak sekali bercerita tentang betapa baiknya kamu padanya. Saat dirinya dalam kesulitan, kamulah orang yang pertama membantunya. Jadi jangan sungkan Karina, jika lain kali ada masalah lain, maka jangan sungkan untuk mengatakan nya pada Sila atau pada Joseph!" ucap Dave.


Sila hanya tersenyum, karena memang tidak banyak yang bisa langsung berkomunikasi dengan suaminya itu.


"Sila, ini sudah malam. Kita harus menjemput ayah mu, ayo!" ucap Dave mengajak Sila untuk bergegas karena masih harus menjemput ayahnya dari rumah sakit.


Sila pun menggenggam tangan Karina.


"Karina, aku mau pulang dulu ya. Aku akan tinggal di rumah ayah. Terimakasih atas semua yang kamu lakukan untuk ku selama ini...!" Sila kembali memeluk Karina.


"Sayang, kalian besok akan bertemu di kantor!" sela Dave yang merasa kalau dia wanita di depannya itu terlalu mendramatisir perpisahan mereka yang hanya akan berlangsung beberapa jam saja.


Sila dan Karina sama-sama terkekeh mendengar protes dari Dave.


"Iya mas, kamu benar!" jawab Sila.


Sila dan Dave pun akhirnya pergi dari rumah kontrakan Karina. Dave yang menyetir sendiri mobilnya, karena Joseph di tugaskan oleh Dave menjaga rumah Karina yang kemungkinan pasti akan di datangi oleh Randy malam ini.


Joseph juga sangat mengenal anak pertama dari majikan aslinya itu. Dan menurut apa yang dia ketahui, Randy pasti datang malam ini untuk memastikan apakah Karina sudah menyerah atau belum. Bisa jadi Randy akan datang dan menawarkan perdamaian tapi pastinya akan menguntungkan bagi dirinya dan merugikan bagi Karina.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2