Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 89


__ADS_3

Di lain tempat, Hadi Tama baru saja pulang dari kantor. Wajahnya tampak lelah sebab dia harus menghadiri beberapa pertemuan penting di luar kantor. Bahkan dia belum makan malam.


Saat Hadi pulang, asisten rumah tangganya lah yang membukakan pintu.


"Selamat malam tuan!" sapa asisten rumah tangga Hadi.


"Malam bi, ayah dan ibu sudah istirahat?" tanya Hadi yang menanyakan tentang ayah dan juga ibunya.


"Sudah tuan!" jawab asisten rumah tangga itu dengan cepat.


"Apa Susan juga sudah tidur?" tanya Hadi lagi.


"Nyonya belum pulang tuan!" jawab asisten rumah tangga itu apa adanya.


Susan memang belum kembali sejak petang tadi. Hadi yang mendengar jawaban sang asisten rumah tangga pun segera berbalik dan melihat asisten rumah tangga nya yang sudah paruh baya itu.


"Belum? memangnya dia kemana?" tanya Hadi yang terdengar kesal.


"Maaf tuan, bibi tidak tahu tapi nyonya memang belum kembali sejak petang tadi!" jelas asisten rumah tangga Hadi.


Hadi hanya bisa mengusap wajahnya dengan kasar. Dia memang merasa kalau Susan akhir-akhir ini sangat berbeda. Wanita itu seperti berubah, kalau dia begitu perhatian pada Hadi dan selalu memasakan makanan bahkan menyuapinya. Akhir-akhir ini Susan tidak pernah melakukan hal itu lagi. Apalagi sejak Hadi mendapatkan semua tabungan Sila. Kartu kredit Hadi juga sudah di berikan pada Susan, dan semenjak itu Susan malah lebih memilih membelikan nya makanan dari pada memasaknya untuk Hadi seperti dulu saat mereka masih berhubungan diam-diam di belakang Sila yang kala itu masih berstatus istri sah Hadi Tama.


"Lalu Zain dan istrinya, apa mereka sudah istirahat?" tanya Hadi lagi.


Hadi memang saudara yang pengertian pada semua anggota keluarga nya. Dia juga anak yang begitu berbakti pada kedua orang tuanya. Sayangnya dia bukan suami yang setia. Atau lebih tepatnya, dia mungkin memang tidak pernah mencintai Sila dengan tulus. Karena itu setelah Susan mengkhianati dirinya dan menikah dengan pria lain yang lebih kaya, saat Susan kembali padanya dan menggodanya lagi. Dia malah berpaling pada Susan yang merupakan cinta pertama nya, dan melupakan Sila yang jelas adalah istri sahnya yang sudah menemaninya menjalani suka suka selama lebih dari lima tahun.

__ADS_1


Asisten rumah tangga Hadi bingung, ketika tuannya menanyakan pertanyaan itu. Masalahnya setelah pertengkaran Susan dan juga istri Zain tadi. Tanpa menunggu Hadi pulang, Zain sudah mengajak Ayu untuk pergi meninggalkan rumah Hadi dan kembali ke rumahnya yang ada di luar kota.


Melihat asisten rumah tangga nya hanya diam dan tidak bicara. Hadi yang sudah melepas kancing lengan kemejanya pun menoleh ke arah asisten rumah tangga nya itu dengan tatapan serius.


"Ada apa bi? apa ada yang sudah terjadi saat aku tidak ada di rumah?" tanya Hadi.


Hadi memang terbiasa menanyakan apapun yang terjadi di rumah saat dia tidak ada. Hadi sangat menyayangi Mika, dia ingin pastikan Mika baik-baik saja meskipun dia sedang di luar rumah bekerja. Apalagi semenjak ayah, ibunya, asik serta adik ipar nya tinggal bersamanya.


"Itu tuan...!" asisten rumah tangga Hadi nampak ragu untuk bicara.


"Itu apa? bicara yang benar bi!" seru Hadi yang mulai tidak sabar karena asisten rumah tangga nya tak kunjung bicara dengan jelas.


"Adik mu sudah pulang ke unit!" sebuah suara membuat Hadi menoleh langsung ke arah sumber suara itu.


Begitu melihat ibu dari Hadi datang dan menjawab pertanyaan tuannya. Asisten rumah tangga Hadi pun bergegas meninggalkan mereka berdua dan dengan cepat ke arah belakang, ke arah dapur.


"Kenapa Zain pulang? apa ada hal penting yang harus dia kerjakan? aku sedang mencarikan pekerjaan yang pas untuknya di kantor!" jelas Hadi yang belum tahu kalau Zain pergi itu ya karena ulah calon istri kesayangan nya itu.


Mendengar apa yang dikatakan Hadi, ibunya hanya tersenyum sinis.


"Seharusnya kamu tanyakan pada calon istri mu itu, kenapa Zain dan Ayu bisa pergi dari sini. Kamu tahu Ayu kan? dia itu sudah wanita yang paling penurut, dari semua menantu ibu, cuma dia yang paling pengertian dan selalu mengurus ibu. Tapi dia sampai sakit hati dan memilih mengajak Zain meninggalkan rumah ini. Semua itu karena calon istrimu itu!" ucap Ibu Hadi yang jelas sangat terlihat kesal pada Susan.


Dan lagi-lagi Hadi harus mengusap rambutnya kasar.


'Apalagi yang sudah kamu lakukan, Susan? kenapa sekarang kamu berubah?' tanya Hadi dalam hati.

__ADS_1


"Kalau kamu tidak bisa membujuk Zain kembali ke rumah ini, besok ibu dan ayah juga akan pulang ke unit!" ucap Ibu Hadi dengan nada serius. Terlihat dari ekspresi wajah nya kalau wanita paruh baya yang telah melahirkan Hadi itu tidak main-main dengan apa yang dia katakan.


Mendengar ibunya bicara seperti itupun Hadi langsung terkesiap. Dia terkejut, tidak menyangka kalau masalahnya akan menjadi seserius ini.


Hadi langsung meraih tangan ibunya dengan wajah memelas.


"Ibu, jangan bilang begitu. Aku mewakili Susan meminta maaf atas apa yang sudah dia lakukan. Aku akan menegur nya Bu. Aku akan memintanya meminta maaf pada Ayu dan juga Zain. Ibu dan ayah jangan pergi dari rumah ini, ya Bu?" tanya Hadi membujuk ibunya.


Ibu Hadi hanya menghela nafas panjang.


"Baiklah, tapi kalau sampai besok sore Zain tidak mau kembali ke rumah ini. Ibu dan ayah juga pergi. Ibu heran padamu Hadi, wanita apa yang sudah kamu pilih untuk menggantikan posisi Sila? Ibu memang tidak terlalu menyukai Sila karena dia selalu sibuk dan jarang di rumah, tapi Sila jelas keluar itu cari uang. Dia bekerja! kalau calon istrimu yang ini? ibu yakin dia hanya menghamburkan uang mu saja!" ucap Ibu Hadi yang langsung membuat Hadi tertunduk.


Hadi merasa apa yang dikatakan ibunya itu benar. Sila memang jarang mengurusnya, tapi itu semua dia lakukan demi kesejahteraan keluarga mereka dulu. Sila mencari uang untuk membangun rumah impian mereka dan juga uang kuliah Hadi. Mungkin terkesan seperti jarang di rumah, dan jarang masak atau lainnya. Tapi tidak dapat di pungkiri kalau Sila lah yang membuat seorang Hadi Tama jadi sukses seperti sekarang. Kalau dulu Sila tidak membantunya, membiayai kuliahnya. Hadi tidak akan pernah diangkat jabatannya di perusahaan nya.


"Ibu, jangan bandingkan Sila dengan Susan!" bantah Hadi yang seperti tidak terima kalau ibunya seperti tidak suka dengan pilihan dan keputusan nya.


"Ibu tidak membandingkan! itu kenyataan. Sudahlah, ibu tidak mau tahu. Kalau besok Zain dan Ayu tidak mau kembali kemari. Maka ibu dan ayah juga akan pergi. Titik!" seru ibu jadi yang langsung meninggalkan Hadi yang tengah dalam keadaan yang sangat bingung.


Hadi mengusap kembali kepalanya yang sudah terasa berdenyut memikirkan ucapan ibunya tadi.


'Kamu buat masalah apalagi ini Susan!' keluhnya dalam hati.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2