
Sementara itu di luar kota, semua persiapan pernikahan antara Hadi dan Rosa juga sudah selesai. Di bantu oleh beberapa warga desa, rumah sederhana Dahlia di sulap menjadi rumah yang banyak tirai berwarna pink dan merah tua, serta banyak bunga-bunga sebagai hiasan.
Tadinya akad nikah akan di laksanakan malam hari, namun karena semua persiapan dan surat-surat juga sudah lengkap, pada pukul 15.00 wib, akhirnya Hadi pun mengucapkan ijab qobul dengan Rosa dengan Haris sebagai saksinya, karena ayah Rosa sudah meninggal. Pak penghulu lah yang menjadi wali hakim Rosa.
Acara berlangsung cukup khidmat, karena memang para warga desa lebih banyak diam. Sebab mereka juga tidak terlalu mengenal kedua mempelai.
Tapi meskipun demikian, semua warga desa yang hadir ikut bahagia atas pernikahan Rosa dan Hadi. Dan keluarga Hadi juga menyambut baik ucapan selamat dan beberapa hadiah dari mereka. Setelah akad nikah semua menyantap makanan yang di sediakan. Murti cukup senang, karena Rosa dan juga keluarganya tidak banyak menuntut. Bahkan pernikahan ini tidak sampai menghabiskan uang sampai tiga juta rupiah. Benar-benar berbeda dengan pernikahan yang di inginkan oleh Susan dan keluarganya yang butuh biaya lebih dari 300 juta.
Beberapa orang juga berfoto bersama Rosa dan Hadi. Hadi juga sama sekali tidak keberatan, karena memang tidak ada satu pun warga desa yang ia kenal. Dia juga mendengar kalau kebanyakan warga memang hanya petani di desa ini. Dia sama sekali tidak khawatir mereka mengambil foto dengan Hadi dan Rosa dan tidak khawatir pula foto itu akan tersebar.
Hadi hanya mengira mereka memang tetangga Dahlia yang akrab. Tapi tanpa Hadi sadari, Dahlia pun sebenarnya adalah warga baru di desa ini. Dan beberapa orang yang mengambil foto dengan Hadi dan Rosa itu adalah anak buah Safar. Dan hal itu juga termasuk ke dalam rencana mereka.
Anak buah Safar yang sudah berhasil mengambil foto-foto pernikahan Rosa dan Hadi kemudian mengirimkannya pada Safar. Tentu saja saat Safar menerima foto-foto itu, dia langsung memperlihatkannya pada karyawan lain di perusahaan T.
Di bagian administrasi, di perusahaan T.
"Hei, lihat! ini pak Hadi kan. Wah dia sudah menikah!" ucap Safar bersandiwara sangat terkejut pada salah seorang rekan kerja di ruangannya.
Rekan kerjanya itu juga langsung melihat apa yang di lihat Safar di layar ponselnya.
"Loh, itu kan Rosa. Sekertaris pribadi pak Hadi yang baru. Bukannya di undangan yang di kasih Susan kemarin itu, pak Hadi akan menikah dengan dia ya? kok jadinya malah sama Rosa?" tanya rekan kerja Safar bingung.
Safar pun kembali berpura-pura tidak tahu apa-apa.
"Jangan-jangan Pak Hadi dan Rosa sudah itu...!"
"Heh, Safar. Jangan bikin gosip. Tapi seru juga ya, gimana ya reaksi Susan yang sombong itu kalau tahu calon suaminya malah sudah menikah dengan Rosa!" seru rekan kerja Safar.
Satu persatu karyawan lain pun tertarik dengan obrolan Safar dan tekan kerjanya. Para karyawati malah minta foto dari ponsel Safar itu di kirimkan ke mereka.
__ADS_1
Dan salah seorang karyawati bahkan memposting di media sosial pribadinya bahkan menjadikan nya status media sosial nya itu dan mengucapkan selamat pada wakil CEO perusahaan T itu.
Wajahnya sangat senang ketika apa yang dia posting di lihat banyak orang yang dan juga di like dan di komentari banyak orang.
Lusi, nama karyawati itu langsung mendapatkan banyak pertanyaan di komentar pada postingan yang dia up ke publik. Bahkan banyak pesan di WA grup kantor bertanya tentang kebenaran kabar itu.
Lusi bahkan menjawab satu persatu pesan dari semua yang mengirim chat padanya. Safar yang melihat status Lusi pun tersenyum menyeringai.
'Heh, sebentar lagi Susan pasti akan lihat ini. Kita lihat saja apa yang terjadi selanjutnya!' batin Safar senang.
Tentu saja Safar senang, karena semua ini memang berjalan sesuai dengan rencananya dan juga Rosa. Rencananya untuk membuat Susan malu, sakit hati dan hancur di saat yang bersamaan.
Dan benar saja, sore itu di rumah orang tua Susan, ketika Susan sedang melihat-lihat status beberapa orang yang berteman dengannya di media sosial. Susan di kagetkan karena banyak sekali pesan masuk di WA nya.
Bahkan ada yang mengirimkan foto yang di posting oleh Lusi.
"Mas Hadi!" teriak Susan yang begitu terkejut dengan apa yang dia lihat.
Dia lalu membaca pesan dari temannya itu, yang kurang lebih seperti ini.
'Susan, itu Hadi kan? kenapa dia menikah dengan perempuan lain. Bukannya dua Minggu lagi dia akan menikah dengan mu?'
Kurang lebih seperti itu pesan dari teman-teman Susan, bukan hanya satu orang. Pertanyaan seperti itu dikirimkan oleh beberapa teman Susan.
Mila yang mendengar Susan berteriak langsung menghampiri putrinya itu.
Susan menangis karena kesal, dia terus berusaha menghubungi Hadi tapi tidak bisa, nomernya tidak aktif.
"Ada apa Susan?" tanya Mila bingung melihat anaknya yang terlihat sangat frustasi.
__ADS_1
Sambil berderai air mata, Susan memperlihatkan foto yang ada di layar ponselnya pada ibunya.
Mata Mila bahan lebih terbelalak dari Susan tadi.
"Kurang ajar, bagaimana bisa. Perempuan mana yang sudah merebut tambang emas kita?" tanya Mila kesal.
"Ini sekertaris pribadi mas Hadi yang baru Bu, sejak pertama melihatnya aku sudah kesal padanya. Dasar wanita perusak hubungan orang, dasar pelakor! wanita ini pasti menjebak mas Hadi. Dasar murah4n!!" teriak Susan.
Susan mengeluarkan semua umpat4n dan m4kian pada Rosa. Dia sendiri tidak sadar seperti apa dirinya, dia dulu juga merebut suami kakak Rosa, Jasmine. Dia juga merebut Hadi dari Sila. Tapi saat Rosa menikah dengan Hadi, dia mengump4t Rosa dan menyebut kata-kata kasar dan semua isi kebun binatang yang dia tujukan pada Rosa.
"Mas Hadi Si4lan!!!!" teriak Susan sangat marah.
"Cepat hubungi dia, kita harus buat perhitungan dengannya!" seru Mila tak terima.
"Tidak bisa Bu, bagaimana sekarang. Si4l, aku tidak mau punya madu. Mas Hadi Si4lan, dasar pengkhianat dasar laki-laki tukang selingkuh!" Susan terus berteriak-teriak mem4ki Hadi.
Sampai beberapa saat kemudian, dia merasakan perutnya terasa sakit.
"Aduh... Augh!" pekik Susan kesakitan dan terus memegang perutnya.
"Susan perut ku kenapa?" tanya Mila.
"Aduh sakit Bu, sakit sekali!" jawab Susan.
Mila yang panik segera memanggil suaminya dan membawa Susan ke rumah sakit.
***
Bersambung...
__ADS_1