Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 153


__ADS_3

Karina sengaja membuka pintu kamar mandi dengan lebar. Dia tidak mau kalau sampai kadal buntung itu mengambil kesempatan dalam kesempitan.


Sebenarnya Randy sudah pulih, tangannya yang sebelah kiri juga sudah bisa bergerak dengan normal. Obat yang harganya mahal memang ajaib Tidak perlu waktu lama bagi Randy untuk sembuh.


Tapi karena Randy ingin di perhatikan oleh Karina. sejak Karina datang tadi dia masih bertingkah seakan tangan kirinya masih sulit bergerak dengan bebas.


"Ini baju mu!" seru Karina yang setengah hati membantu Randy sambil mengulurkan kemeja berwarna biru tua pada Randy.


"Macan betina, apa hati nurani mu tidak tersentuh sedikit saja pada apa yang sudah ku lakukan untuk mu. Tangan kiri ku sampai sakit begini loh. Coba kamu pikir, bagaimana aku bisa pakai pakaian ku sendiri? lalu bagaimana caranya aku melepaskan pakaian rumah sakit ini?" tanya Randy yang berakting susah payah melepaskan pakaian dari tubuhnya sebelah kiri.


Karina hanya mendengus kesal, kemudian mendekat ke arah Randy. Karina mengangkat tangannya dan membantu membuka kemeja bagian kiri Randy.


Wajah Karina yang begitu dekat, membuat Randy tersenyum. Sekarang Randy yakin kalau dia benar-benar menyukai wanita di depannya itu. Dia benar-benar di buat tak berkutik untuk terus terpancing agar terus mengganggu Karina, niat awalnya mang mengganggu saja untuk membuat Karina kesal, tapi kini jika Randy malah mengganggu nya agar mendapatkan perhatian lebih dari Karina.


"Aku menyukai mu!" ungkap Randy yang langsung mendapatkan sorotan mata tajam dari Karina.


"Tapi aku tidak!" jawab Karina dengan tegas lantas langsung memalingkan pandangannya dari Randy.


Randy menghela nafasnya berat, mendengar jawaban yang begitu frontal dan terus terang begitu dari Karina membuat Randy sedikit pilu dalam hatinya.


"Isshhhh... !" Randy mendes1s.


Karina sedikit terkejut, dia lalu berhenti membuka pakaian rumah sakit Randy dan bertanya.


"Apa sakit? sebelah mana?" tanya Karina yang takut kalau tangannya atau ada gerakkannya yang membuat luka Randy sakit.


Randy mengangguk.


"Sebelah mana?" tanya Karina lagi memastikan agar dirinya lebih hati-hati.


"Di sini!" jawab Randy sambil menunjukkan ekspresi kesakitan dan memegang dadanya dengan tangan kanan.


Karina berdecak kesal, lalu kembali menarik pakaian itu dari lengan Randy sebelah kiri.


"Kamu tahu, perkataan mu barusan membuat hatiku rasanya sangat sakit!" ucap Randy lagi.


"Aku tidak perduli!" balas Karina.


Setelah selesai melepaskan pakaian rumah sakit Randy, Karina membuk4 kancing kemeja biru tua itu satu persatu lalu dia pasangkan pada Randy dengan perlahan.

__ADS_1


"Kamu sudah seperti seorang istri yang melayani suaminya dengan baik macan betina!" ucap Randy lagi kembali ingin mencuri perhatian Karina.


"Kenapa ingin menikah dengan ku?" tanya Karina dengan ekspresi wajah datar.


Randy mulai mengubah ekspresi wajahnya menjadi lebih serius.


"Tentu saja karena aku ingin serius denganmu, aku mencintaimu!" ungkap Randy membuat Karina menghela nafas berat.


Sambil mengancingkan lagi kemeja yang sudah melek4t di tubuh Randy. Karina kembali berkata.


"Apa ini bukan salah satu rencana mu?" tanya Karina.


"Rencana apa?" tanya Randy bingung.


"Kamu tidak bisa mendapatkan aku dengan rayuan, bujukan, bahkan dengan ancaman juga fitnah. Makanya kamu ingin mengikatku dengan pernikahan, setelah kamu mendapatkan yang kamu mau, kamu akan meninggalkan aku!" jelas Karina panjang lebar mengatakan apa yang ada di dalam pikiran nya.


Randy terdiam. Dia sekarang tahu apa yang Karina pikirkan tentang dirinya.


"Apa aku serend4h itu di matamu, di pikiran mu?" tanya Randy yang tidak begitu di perdulikan oleh Karina.


Randy lantas memegang pergelangan tangan Karina yang sedang mengancingk4n kancing kemeja paling baw4h dengan kuat membuat Karina sedikit menubruk dada bidang Randy.


Ingin memberontak dan memaki Randy, tapi banyak orang di luar kamar mandi ini. Mau memukul Randy, tapi Karina masih ingat kalau lengan kiri Randy terluka karenanya. Hingga Karina hanya diam dan menatap tajam Randy.


"Apa kamu pikir aku menikahi mu hanya karena tubuh mu?" tanya Randy yang membuat Karina terlihat kesal.


"Lepaskan aku!" ucap Karina dengan nada rendah tapi penuh dengan penekanan.


Randy yang dadanya masih n4ik turun menahan emosi pun melepaskan tangan Karina.


"Kalau begitu aku akan berjanji padamu, aku tidak akan pernah menyentuhmu tanpa persetujuan mu. Apa itu bisa meyakinkan mu kalau aku serius?" tanya Randy dengan tatapan mata dalam dan wajah yang begitu serius.


Randy bahkan tidak pernah seserius ini setelah Alisha meninggal dunia.


'Apa aku punya pilihan lain, huh...!' batin Karina.


"Baiklah, aku pegang janjimu itu!" ucap Karina tegas lalu kembali merapikan kemeja Randy.


Randy menghela nafasnya lega, tapi semua yang dia katakan barusan adalah benar-benar dari hatinya. Dia bukan hanya ingin tubuh Karina, tapi dia juga ingin hatinya.

__ADS_1


"Sudah selesai, aku akan keluar!" ucap Karina berbalik dan hendak berjalan ke luar kamar mandi.


"Heh, Karina. Celanaku belum ganti!" ucap Randy yang membuat langkah kaki Karina terhenti dan langsung berbalik ke arah Randy.


"Apa aku juga harus mengganti celana mu?" tanya Karina yang tidak ingin mata dan tangannya sampai ternoda melihat dan menyentuh benda pusaka Randy yang sama sekali tidak ingin dia lihat juga sama sekali tidak ingin dia sentuh.


"Lalu siapa? aku? tanganku masih sakit. Mana bisa!" balas Randy lagi.


'Apa-apaan itu, aku tidak sudi menod4i mata dan tanganku yang masih peraw4n ini!' seru Karina dalam hatinya.


"Tunggu sebentar, aku akan panggil ibumu!" seru Karina yang langsung bergegas keluar dari dalam kamar mandi.


Randy berdecak kesal, tadinya dia ingin Karina yang membantunya agar Karina tahu betapa perkas4nya dia. Tapi karena Karina malah lari keluar. Randy memutuskan untuk mengganti celananya sendiri.


Saat Karina keluar, Davina dan semua orang yang sedang mengobrol dengan Sila dan Dave langsung menoleh ke arahnya.


"Karina, sudah selesai?" tanya Davina.


"Itu Tante, aku sudah bantu Randy ganti kemeja. Tapi aku tidak berani membantunya ganti celana!" ucap Karina dengan nada bicara yang terdengar sangat canggung.


Davina terkekeh, begitu pula Shafa. Sila agak mengernyitkan keningnya melihat ke arah Karina.


'Kasihan Karina, apa buaya darat itu macam-macam padanya? dia terlihat sangat canggung dan gugup!' batin Sila.


"Oh baiklah, biar ibu yang membantunya!" ucap Davina yang langsung berdiri dan berjalan menuju ke kamar mandi.


Karina lantas mendekati Sila.


"Apa dia macam-macam padamu?" tanya Sila berbisik pada Karina.


"Tidak, aku langsung kabur ketika dia meminta aku untuk membantunya mengganti celananya!" jawab Karina berbisik juga pada Sila.


"Huh, dasar buaya darat!" ucap Sila pelan.


"Bukan Sila, dia itu kadal buntung!" ralat Karina dan membuat keduanya terkekeh.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2