Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 62


__ADS_3

Setelah Dave dan Sila selesai makan siang bersama, Dave mengajak Sila melihat ke arah luasnya pemandangan kota ini dari atas roof top.


Angin bertiup sangat kencang, membuat rambut Sila yang meskipun terikat separuh, berterbangan tak karuan menutupi wajahnya. Meskipun sesekali dia menahan rambutnya itu dengan tangan, tapi tetap saja berantakan.


Dave yang melihat pemandangan itu langsung mengangkat tangannya dan menyentuh rambut yang menutupi wajah Sila.


"Apa mantan suami mu pernah bilang kalau kamu sangat cantik Sila?" tanya Dave membuat Sila menjadi merona dan salah tingkah.


Sila tersipu, dia tidak fokus pada kata mantan suami, tapi dia lebih fokus pada kata cantik yang di ucapkan oleh Dave.


Sambil tertunduk malu Sila mencoba untuk bersikap tenang dan tidak gugup.


"Setelah kamu mendapatkan hak asuh Mika, apa kita bisa tinggal bersama di apartemen ku?" tanya Dave pada Sila.


Sila terdiam dan menatap Dave yang tangannya masih menyentuh wajah Sila dengan lembut.


Sila juga belum memikirkan tentang hal itu, tapi apakah setelah Sila mendapatkan hak asuh atas Mika, Mika mau menerima Dave sebagai ayah sambungnya.


Kalau Dave sendiri, Sila lihat pria itu bahkan sangat perduli pada Mika. Tapi Mika? gadis kecil itu sangat menyayangi Hadi, apakah dia bisa menerima Dave menggantikan posisi Hadi nantinya.


"Tuan, Mika... Mika mungkin...!" Sila bingung bagaimana cara menjelaskannya pada Dave.


Karena Sila sangat mengerti anaknya itu, Mika termasuk anak yang tidak mudah bisa membaur dengan orang baru. Mika tidak mudah untuk menerima orang baru di lingkungan nya, benar-benar butuh penyesuaian yang lumayan lama. Karena itu Baby sitter nya tidak pernah diganti oleh Sila sejak Mika bayi.


Sementara Dave yang sepertinya mengerti masalah Sila pun mengangguk paham.


"Aku tahu, dia pasti butuh waktu untuk bisa menerima ku sebagai ayahnya!" ucap Dave lembut.


Sila begitu tersentuh mendengar apa yang Dave katakan.

__ADS_1


'Tuan, kamu benar-benar seperti malaikat yang Tuhan turunkan padaku saat hidup ku hancur. Terimakasih sudah datang di hidupku dan membuat ku lebih kuat menghadapi semua ini!' batin Sila yang mulai membuka hatinya untuk Dave.


"Baiklah, kalau begitu setelah kamu mendapatkan hak asuh Mika. Maka aku akan membelikan sebuah rumah untukmu, bagaimana?" tanya Dave.


Sebenarnya Sila masih berharap bisa tinggal di rumah ayahnya saja. Dengan begitu meskipun dia bekerja, Mika akan ada yang menjaga, yaitu ibunya dan juga kakak iparnya Niken seperti dulu saat dia masih bekerja di perusahaan lamanya. Tapi karena hubungan nya dengan ayahnya sedang tidak baik. Maka Sila hanya bisa mengangguk mendengar tawaran dari Dave. Dia juga tidak bisa kan kalau terus tinggal di rumah kontrakan Karina. Selain rumah itu mang tidak besar, kamarnya juga hanya satu. Jika dia tinggal bersama Mika, maka akan sangat merepotkan Karina.


Mendengar balasan anggukan kepala dari Sila, yang berarti dia setuju kalau Dave membelikan Sila rumah. Dave sangat senang, dia tersenyum lalu menggenggam erat tangan Sila.


"Aku sudah tidak sabar menunggu saat itu, aku boleh kan sering-sering menginap disana?" tanya Dave lagi yang membuat Sila mengernyitkan keningnya.


'Oh, jadi ini tujuannya!' batin Sila lalu dia pun terkekeh pelan.


***


Sementara itu di rumah keluarga Praja. Luna sudah kembali kerumahnya dengan raut wajah kesal dan bibir yang cemberut.


Aline uang melihat putrinya pulang sambil membanting tas nya di sofa ruang tengah pun segera menghampiri putrinya itu.


Luna mendengus kesal mendengar apa yang di tanyakan oleh ibunya.


"Ibu, aku tidak sedang pulang untuk makan siang! aku di skorsing oleh Dave?" seru Luna dengan wajah kesal.


Aline langsung menunjukkan ekspresi terkejut.


"Loh, kok bisa?" tanyanya penasaran.


"Ck... semua ini gara-gara sekertaris pribadi barunya Dave itu. Aku kan bertemu dengannya di lift lantai satu, dari pagi aku kan tidak melihatnya. Aku kira dia datang terlambat, aku bawa dia pada Dave dan mengatakan kalau dia baru datang! tapi ternyata dia baru datang karena dia baru selesai meeting di luar dengan Dave dan juga Joseph. Dave kesal padaku, dan aku di skorsing Bu!" jelas Luna panjang lebar.


Aline yang kesal pun meletakkan telunjuk tangan kanannya di dahi Luna dan mendorongnya sekilas.

__ADS_1


"Ibu!" pekik Luna tak terima ibunya melakukan itu padanya.


"Apanya yang ibu? lagipula kenapa kamu harus mengadukan sekertaris pribadi Dave itu? apa untungnya buat mu?" tanya Aline kesal pada Luna.


Aline merasa Luna hanya membuang-buang waktu, bukannya merayu Dave agar bisa lebih dekat dengannya. Luna malah mencari-cari kesalahan orang dan membuatnya berada dalam masalah sendiri. Aline jadi kesal sekali pada anak nya itu.


"Yang harus kamu lakukan itu adalah terus berada dekat dengan Dave, bukan mencari masalah dengan sekertaris sekertaris Dave yang lain! Kemarin kamu buat masalah dengan Anita, hari ini kamu buat masalah lagi dengan sekertaris pribadi Dave yang lain. Lalu besok kamu juga akan buat masalah dengan Joseph? orang kepercayaan Dave itu, kalau seperti itu kamu bukan akan mendapatkan hati dan cinta Dave, kamu malah akan dapat kebencian darinya!" jelas Aline mencoba membuka cara pikir Luna agar tidak sempit.


Luna hanya berdecak kesal.


"Lalu aku harus apa? aku sudah berusaha Bu! aku bukannya diam saja, apa ibu tahu kalau bekerja itu sangat melelahkan!" keluh Luna pada Aline.


Wanita paruh baya yang berpenampilan ala sosialita kelas atas itu lagi-lagi menggelengkan kepalanya dan memegang dahinya karena pusing tak bisa mengarahkan Luna dengan baik.


"Luna sayang, dimana pun yang namanya ingin mendapatkan sesuatu yang lebih besar itu, kita juga harus mengorbankan sesuatu. Tidak ada hasil tanpa usaha, memang kamu pikir ibu mu ini bisa dengan mudah masuk dan menjadi menantu keluarga Praja yang kaya raya dan di segani ini?" tanya Aline mencoba menjelaskan pada Luna dengan cara lain.


"Memangnya pengorbanan apa yang sudah ibu lakukan?" tanya Luna yang mulai tertarik pada apa yang dikatakan ibunya.


"Apalagi? tentu saja dengan hal berharga yang dimiliki oleh seorang wanita. Salah mu kamu sudah tidak suci lagi saat merayu Randy, jika tidak saat ini kamu pasti sudah menggantikan Alisa yang sudah susah payah ibu singkirkan itu.. ups!" Aline langsung menutup mulutnya sendiri ketika tak sengaja mengungkapkan sebuah rahasia pada Luna.


Mata Luna langsung melotot.


"Jadi ibu yang sudah membu...empht!" Aline langsung membungkam mulut Luna dengan tangannya.


Tapi meskipun mulutnya sudah di bungkam, mata Luna tetap bisa memperlihatkan keterkejutan nya pada apa yang baru saja dia dengar.


'Jadi kecelakaan yang menimpa Alisa itu, ibu yang menyebabkannya? benarkah ibuku sekejam itu?' tanya Luna dalam hati yang masih tidak percaya ibunya bisa menyingkirkan seseorang demi tujuannya bisa tercapai.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2