Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 93


__ADS_3

Sila dan Dave sudah dalam perjalanan menuju ke perusahaan nya. Di dalam mobil Sila sempat merasa aneh, sebenarnya ada apa dengan Dave yang sejak tadi terus bersikap manja padanya. Sejak berangkat dari rumah tadi, Dave terus menyandarkan kepalanya di bahu Sila. Dan karena Dave memang memiliki postur tubuh yang lebih besar dari Sila, itu membuat bahu Sila terasa pegal.


"Mas, kamu baik-baik saja kan?" tanya Sila yang spontan memegang kening Dave, memeriksa apalah suaminya itu dalam keadaan baik atau tidak.


"Aku baik, oh ya ayahmu sore ini sudah boleh pulang. Sila, apa kamu tidak ingin memberikan semua bukti itu pada ayahmu?" tanya Dave.


"Menurut mas bagaimana?" tanya Sila.


Dave pun langsung bangkit dan duduk dengan benar sambil memegang kedua tangan Sila.


"Walaupun ayah mu telah memaafkan mu, tapi ku pikir sebaiknya dia harus tahu kalau kamu tidak bersalah. Kamu jangan cemaskan masalah kesehatan nya, aku akan bawa Jimmy saat menunjukkan semua bukti itu pada ayahmu malam ini!" ucap Dave yang membuat Sila mengangguk setuju.


Setelah tiba di kantor. Seperti biasanya, Dave akan berjalan lebih dulu. Sila dan Joseph akan mengiringinya dengan jarak sekitar satu meter darinya. Namun begitu masuk ke lobi perusahaan, Anita yang memang sudah menunggu mereka di depan lift pun segera menghampiri Dave dan juga rombongan.


"Selamat pagi tuan, tuan maaf, tapi sejak pagi tadi nyonya Davina sudah menunggu mu tuan!" ucap Anita yang terlihat gugup dengan mata yang merah dan berkaca-kaca.


Dave hanya mengangguk sekali lalu berjalan ke arah lift khusus bersama Joseph. Sila pun mengikuti langkah Joseph, tapi baru akan masuk ke lift khusus CEO, tangan Sila di tarik oleh Anita.


"Eh, ada apa Anita?" tanya Sila bingung.


"Sila, jangan pakai lift itu. Itu adalah lift khusus untuk tuan Dave dan juga tuan Joseph. Kita pakai yang ini saja!" ucap Anita mencoba mengingatkan Sila.


Sila pun langsung menganggukkan kepalanya. Dia sempat lupa kalau di kantor, Sila adalah sekertaris pribadi Dave, tidak lebih. Tapi baru akan melangkah ke arah lift umum bersama dengan Anita, Dave memanggil Sila.


"Sila!" panggil Dave.


Sila pun langsung berhenti dan menoleh ke arah Dave.


"Iya tuan!" tanya Sila.


"Kamu mau kemana? cepat masuk kemari!" seru Dave yang membuat Sila langsung melepaskan tangan Anita yang masih menggandeng nya.


"Tuan, maaf. Sebaiknya nona Sila ikut bersama Anita saja. Nyonya Davina sedang di sini tuan. Tidak akan baik kalau dia melihat nona Sila bersama kita." Bisik Joseph pada Dave.

__ADS_1


Dave pun memilih untuk mengikuti apa kata Joseph karena dia juga sudah tahu kenapa ibunya mencarinya pagi-pagi seperti ini. Itu pasti karena skors yang dia berikan pada Luna.


"Baiklah, Sila kamu dengan Anita saja!" ralat Dave.


Pintu lift khusus pun tertutup. Anita lalu menekan tombol naik di samping pintu lift.


"Anita, sebenarnya ada apa? kenapa kamu terlihat begitu panik?" tanya Sila yang sejak tadi memperhatikan gerak-gerik Anita yang seperti orang ketakutan akan suatu hal.


Sebelum menjawab pertanyaan dari Sila, Anita sempat menarik nafasnya panjang.


"Pagi tadi nyonya Davina, ibunya bos datang. Dan apa kamu tahu? dia datang bersama dengan biang keributan itu...!" ucap Anita yang membuat alis Sila menekuk.


"Ck... itu loh si tukang perintah, si nona manja. Luna!" jelas Anita yang membuat Sila membulatkan mulutnya membentuk huruf O.


Anita tampaknya kurang puas melihat reaksi Sila, dia malah memperlihatkan ekspresi heran.


Ting


"Sila, kamu tahu tidak. Rupanya si biang keributan itu sudah mengadu yang tidak-tidak pada nyonya Davina. Datang-datang nyonya Davina tadi langsung marah padaku dan mengatakan kalau aku harus bekerja sama dengan baik dengan Luna. Memangnya apa salah ku ya? tuan Dave sendiri yang menyuruhku bersikap tegas pada Luna, aku hanya melaksanakan apa yang atasan ku perintahkan karena dia yang menggajiku, dan lagi yang selalu membuat masalah juga Luna kan? kenapa nyonya Davina malah marah padaku?" tanya Anita yang sepertinya memang sangat kesal.


Sila yang merasa simpati pada Anita pun mengusap lengan rekan kerjanya itu perlahan.


"Sabar ya, sabar!" ucap Sila.


Sila juga tahu seperti apa Anita itu, dia memang karyawati yang sangat profesional dalam pekerjaan nya. Sambil menenangkan Anita sebenarnya Sila juga menenangkan hatinya sendiri.


'Sepertinya memang ibu mas Dave sangat menyayangi Luna. Hingga dia bahkan membela nya sampai seperti ini. Sepertinya akan sulit, kenapa aku selalu bermasalah dengan ibu mertua!' keluh Sila dalam hati.


Sila menghela nafas berat, dia mulai merasa kalau masalah ibu mertua ini adalah masalah yang cukup serius. Dulu saja saat masih menikah dengan Hadi, ibu mertuanya juga sangat cuek dan ketus padanya. Hal itu terjadi karena Sila menolak saat ibu mertuanya minta dia berhenti bekerja dan fokus mengurus suami dan anaknya saja. Sekarang, setelah dia bercerai dengan Hadi dan menikah dengan Dave, ibu mertuanya malah lebih menyukai wanita lain sebagai calon menantunya.


Ting


Pintu lift kembali terbuka, dan Sila pun berjalan ke arah ruangan Dave. Tapi lagi-lagi Anita mencegahnya.

__ADS_1


"Sila, kamu mau kemana?" tanya Anita.


"Ke ruangan tuan Dave, meja kerja ku ada di sana!" jawab Sila.


Anita langsung menepuk jidatnya sendiri.


"Apa kamu tidak dengar apa yang aku katakan tadi, ada nyonya Davina dan si biang kerok Luna disana. Sebaiknya kamu ke ruangan ku saja, kalau tuan Dave ada perlu dengan mu, dia pasti akan menghubungi telepon yang ada di ruangan ku. Kan tadi tuan Dave dan tuan Joseph tahu kalau kamu bersama ku. Lebih baik kita masalah Sila, ayo!" ajak Anita.


Dan Sila pikir apa yang Anita katakan itu benar, dia pun mengikuti Anita ke ruang sekertaris.


Sementara itu Dave yang memang sudah berada di ruangannya sejak tadi berusaha untuk terus menahan emosinya karena sang ibu terus protes atas skorsing yang dia jatuhkan pada Luna.


"Dia ini calon istrimu, bagaimana mungkin kamu skors dia hanya karena masalah kecil semacam itu. Setiap file pasti ada salinannya kan Dave? jadi meskipun dia merusak laptopnya Anita, kamu juga tidak seharusnya langsung menskors Luna. Apalagi Luna memang tidak sengaja menjatuhkan laptop itu!" jelas Davina dan Luna pun terlihat senang mendapatkan pembelaan dari Davina.


Dave yang sejak tadi diam pun langsung berdiri dari kursinya dan memanggil Joseph.


"Jo, tunjukkan rekaman CCtv ruang sekertaris saat Luna membanting laptop Anita!" perintah Dave pada Joseph.


Luna langsung terlihat pucat mendengar Dave memerintahkan pada Joseph untuk memperlihatkan rekaman CCtv pada Davina.


"Sekarang ibu lihat sendiri, Luna sengaja atau tidak membanting laptop Anita. Aku masih banyak pekerjaan Bu!" ucap Dave yang memutar latar monitor laptop nya ke arah ibunya.


Davina pun menghela nafas panjang ketika melihat apa yang ada di layar monitor. Luna yang panik langsung menggenggam tangan Davina.


"Tante, maafkan Luna. Tapi Luna memang tidak sengaja, Anita terus saja mendesak Luna mengerjakan file yang Luna tidak bisa kerjakan. Luna sudah berusaha tante, tapi Luna tidak bisa... hiks.. hiks ..!" tangis Luna pecah.


Davina pun terdiam.


'Bagaimana ini? sepertinya meminta Luna bekerja disini agar lebih dekat dengan Dave memang bukan hal yang benar?' batin Davina yang mulai menyadari kalau keputusannya salah.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2