Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 115


__ADS_3

Di tempat berbeda, tapi masih di area pengadilan juga. Dave sudah bersama dengan Sila dan keluarganya. Ada ayah Prio, ibu Tini dan juga Niken. Bima tidak bisa ikut karena dia harus bekerja, tadinya Bima mau minta ijin untuk tidak masuk kerja dan menemani adiknya di persidangan. Namun Ayah Prio merasa kalau Bima ikut ke persidangan maka dia tidak akan bisa menahan dirinya untuk tidak emosi pada mantan suami adiknya, jadi Prio meminta kepada Niken untuk membujuk suaminya agar pergi bekerja saja. Karena Bima memang termasuk anggota PSSI yang adalah persatuan suami takut istri, jadi dia menurut pada Niken.


Awalnya suasana tampak biasa saja, tapi entah datangnya darimana. Ada beberapa awak media yang tiba-tiba saja mendatangai rombongan Dave dan Sila.


"Selamat pagi tuan Dave Hendrawan, apa yang membawa anda mendatangi pengadilan? apakah ada masalah dengan pekerjaan atau ada masalah dengan keluarga Hendrawan? atau apakah ada masalah dengan pernikahan Shafa Hendrawan dan suaminya yang baru seumur jagung?" tanya seorang wanita yang memakai kacamata dan memegang mikrofon. Dan dua orang lagi, yang satunya memegang kamera, satu lagi merekam dengan handicam.


Dave hanya mendengus kesal, dia langsung mengajak Sila dan keluarganya masuk dan meminta Oman mengurus para pewarta berita itu.


"Tuan Dave, kenapa malah masuk? siapa orang-orang yang masuk dengan tuan Dave? ada hubungan apa tuan Dave dengan mereka?" tanya wanita itu terus meskipun Oman sudah memintanya menjauh dari tempat itu.


"Heh, masih pagi! jangan bikin aku kesal ya!" seru Oman yang marah karena mereka terus berusaha masuk ke ruangan tunggu pengadilan.


"Anda pengawal tuan Dave kan, tolong beri kami penjelasan!" seru si wartawan yang sepertinya pantang menyerah.


"Tuan Dave hanya numpang ke toilet! sudah sana kalian pergi!" tegas Oman sambil melotot. Tapi wajahnya sama sekali tidak seram, malah aneh. Coba saja Joseph yang melotot, ketiga wartawan itu pasti sudah lari tunggang langgang.


Ketiga wartawan itu saling pandang dan saling bicara. Mereka sepertinya tidak percaya kalau Dave hanya numpang ke toilet saja.


"Masak iya sih numpang ke toilet?" tanya wartawan yang memegang handicam.


Satu-satunya wartawan wanita mengangkat bahunya, tapi kemudian dia melihat ke arah pintu masuk seorang artis yang memang dari tadi mereka tunggu kedatangannya.


"Eh itu lihat, itu Della goyang blender, ayo kita ke sana. Wah berita besar ini!" seru wartawan wanita itu uang langsung pergi mengejar artis yang kabarnya akan bercerai itu. Langkahnya di ikuti dengan cepat oleh dua orang lainnya.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian. Sidang putusan hak asuh Mika di gelar.


Suasana persidangan yang memang sengaja di minta sangat tertutup oleh Dave pun menjadi begitu hening.


Hingga hakim ketua memutuskan untuk membuka sidang.


Para hakim dan juri yang memang sangat mengenal Jeremy Darrow jadi merasa sangat bangga di persidangan ini. Karena menurutnya adanya Jeremy Darrow di pengadilan ini bisa membuat kebanggaan tersendiri bagi pengadilan ini dan juga setiap orang yang bekerja disini.


Hadi yang duduk bersebelahan dengan Sila dengan jarak kurang lebih 2 meter sesekali melirik ke arah mantan istrinya itu. Rambut terurai Sila, dan juga mini dress yang di padukan dengan blazer berwarna merah muda membuat Sila terlihat sangat segar pagi ini. Meskipun Hadi terus berusaha melirik Sila, tapi Sila sama sekali tidak perduli akan hal itu. Bahkan saat mereka sama-sama di panggil untuk duduk bersebelahan, Sila memilih acuh dan seperti tidak melihat Hadi.


Di belakang mereka, kubu Hadi dan Sila saling pandang dengan tajam. Susan dan juga Murti melihat ke arah Tini dan Niken dengan tatapan maut mereka. Sedangkan Tini hanya bersikap biasa, berbeda dengan Niken yang tak mau kalah dari Susan, semakin Susan melotot maka semakin Niken melebarkan matanya juga.


Sementara Dave, duduk tenang dengan jarak dua kursi dari Prio Utomo dan Oman.


Hakim lalu bertanya apakah ada pembelaan dari Hadi. Dan dengan lantangnya dia menceritakan apa yang dulu dia ceritakan pada kasus pertamanya saat menceraikan Sila. Sila hanya bisa menundukkan kepalanya merasa sedih mengingat apa yang sudah Hadi lakukan padanya.


Murti dan Susan tersenyum puas, mereka yakin meskipun tidak ada pengacara yang membantu mereka dengan apa yang mereka buktikan dan penjelasan Hadi pada Hakim dan juga juri maka Sila tidak akan pernah berhasil mendapatkan hak asuh Mika.


Tapi setelah Hadi selesai dengan penjelasan dan alibinya. Jeremy Darrow memberikan flashdisk kepada Panitia.


"Mungkin ini memang kurang pantas di putar di depan umum, tapi ini adalah bukti kalau Hadi Tama juga bukan ayah yang baik bagi Mika!" jelas Jeremy Darrow sebelum kembali duduk di kursinya.


Panitia memutar rekaman yang di berikan oleh Jeremy Darrow, dia dan pada juri terlebih dahulu berdiskusi. Merasa rekaman ini memang harus di ketahui semua yang hadir, karena memang hanya dari pihak keluarga saja yang hadir dan bukan dari pihak umum, juga tidak ada media. Maka hakim memutuskan memperlihatkan bukti itu pada semua orang yang hadir.

__ADS_1


Sebuah LED yang memang tersedia di ruang sidang pun menunjukkan rekaman ketika Hadi menggendong seorang wanita seperti cara menggendong koala berjalan menaiki tangga sambil berciuman.


Mata Hadi melebar, dia benar-benar terkejut melihat gambar itu. Dia langsung melihat ke arah keluarganya yang terlihat sama terkejutnya seperti dirinya.


Susan juga langsung menggenggam pinggiran kursi yang di dudukinya.


'Mas Hadi sia*lan! ternyata kamu bermain dengan wanita lain di belakang ku. Dasar penipu!' batin Susan yang penuh dengan rasa kesal dan amarah pada Hadi.


Murti bahkan menutup mulutnya tak percaya kalau anaknya bisa berlaku serendah itu, di klub malam dan melakukan hal seperti itu di tempat umum. Murti benar-benar merasa malu dan sedih, air matanya bahkan sudah menetes.


Haris hanya bisa menundukkan wajahnya karena malu, bagaimana mungkin anak yang dia didik dengan kerja keras bisa melakukan perbuatan hina seperti itu di depan umum. Haris benar-benar tak sanggup melihatnya.


Sementara itu cibiran terdengar dari mulut Niken.


"Heh, lihat sendiri kan, kelakuannya saja seperti itu, masih bisa menjelekkan Sila. Memang ya manusia itu gak akan bisa melihat kotoran di matanya sendiri!" ucap Niken yang membuat Susan semakin kesal saja.


'Mas Hadi sia*lan! dasar laki-laki pengkhianat.!' maki Susan dalam hatinya.


Susan sangat kesal karena Hadi telah mengkhianati nya, dia begitu emosi sampai dia tidak menyadari kalau dirinya juga tidak beda jauh dari wanita yang ada dalam gambar itu, karena dia juga telah merayu Hadi, seorang pria yang sudah beristri dan membuat Hadi mengkhianati Sila.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2