Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 50


__ADS_3

Saat Sila tiba di depan pintu rumah kontrakan Karina. Dia melihat lagi sekilas ke arah belakang, ketika dia menoleh mobil yang membawa Dave dan yang lain sudah melaju meninggalkan tempat itu. Sila menghembuskan nafasnya panjang.


Dia kemudian menyentuh bibirnya yang terasa kebas dan sedikit membengkak, wajahnya merona karena malu mengingat apa yang tadi dia lakukan dengan Dave di dalam mobil. Dia yang biasanya pemalu dan tidak pernah membalas ciuman Hadi saat mereka masih menikah dulu. Kini seperti sudah terpengaruh oleh Dave.


Sila menutupi wajahnya sendiri karena merasa sangat malu, bisa-bisanya tadi dia membalas setiap pagutan dari Dave bahkan dia merangkul kan kedua tangannya di belakang leher Dave dan membiarkan Dave mencium bibir, leher hingga dada dan perutnya. Dan bisa-bisanya dia bahkan mengeluarkan suara desa*Han saat itu. Semua itu jika di ingat benar-benar membuat Sila merasa sangat malu.


Setelah cukup tenang, Sila kemudian mencoba untuk membuka pintu rumah kontrakan Karina. Dan ketika dia akan membuka pintu, ternyata pintu itu tidak terkunci.


"Eh, pintunya gak di kunci. Apa Karina sudah pulang ya?" tanya Sila sambil bergumam.


Sila lalu membuka pintu itu dan mengucapkan salam saat masuk ke dalam rumah kontrakan Karina.


"Assalamualaikum!" sapa Sila.


"Waalaikumsalam!" jawab Karina yang baru saja keluar dari dalam kamarnya.


Saat melihat Sila, Karina langsung melebarkan matanya dan berlari memeluk Sila.


"Sila, ya ampun... ternyata benar kamu. Syukurlah kamu baik-baik saja!" ucap Karina begitu senang Sila kembali dan dalam keadaan baik-baik saja.


Sila membalas pelukan sahabatnya itu, dia begitu terharu karena Karina sangat perduli padanya.


"Maaf telah membuatmu khawatir!" ucap Sila pelan.


Karina lalu memperhatikan Sila sekilas.


"Bibir mu kenapa? kamu suntik filler?" tanya Karina sambil terkekeh.


"Ya ampun Sila, ngapain sih? bibir kamu tuh sudah bagus kenapa di filler segala sih?" tanya Karina yang lebih terdengar ke arah protes karena sebenarnya Karina bahkan suka pada bentuk bibir Sila yang mungil, dia bahkan ingin bentuk bibir seperti itu.


Sila yang merasa tidak bisa menjelaskan alasan kenapa bibirnya bengkak pun hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"Bukan Karina, ini bukan karena filler. Em... alergi lipstik. Aku tadi salah pakai lipstik!" jawab Sila memberikan alasan pada Karina.


Karina menaikkan sebelah alisnya, dia sedang berpikir apakah alasan yang di utarakan Sila itu masuk akal atau tidak.

__ADS_1


"Benarkah?" tanya Karina masih belum sepenuhnya percaya.


Sila jadi panik dan menganggukkan kepalanya dengan cepat.


"Iya benar, oh ya bagaimana kabar mu?" tanya Sila lalu mengajak Karina masuk ke kamar mereka.


"Aku baik, tapi perusahaan sedang tidak baik!" keluh Karina uang langsung duduk di tepi tempat tidur.


Sila lalu meletakkan paper bag yang tadi di berikan oleh Dave di atas meja rias. Mata Karina juga langsung mengarah ke paper bag tersebut.


'Itu ponsel yang harganya sama dengan satu buah motor itu kan? apa Sila sudah dapatkan pekerjaan lain yang lebih baik?' tanya Karina dalam hati.


"Sila, itu ponsel baru?" tanya Karina.


Sila yang melepaskan blazer nya dan meletakkan tas nya di tempatnya pun mengangguk pelan.


"Iya, bos ku yang berikan. Ponsel ku kan hilang waktu di laut...!" Sila menjeda kalimatnya.


Karina langsung berdiri.


Sila langsung menundukkan kepalanya dan duduk di kursi yang ada di depan meja rias.


"Sila, apa ada yang kamu sembunyikan dariku?" tanya Karina dengan suara lembut.


Sila tadinya memang tidak mau menceritakan masalah waktu itu pada Karina karena tidak mau menambah beban pikiran Karina dan membuatnya cemas.


"Sebenarnya dua hari setelah aku bekerja di butik, aku menemui mas Hadi di kantornya. Aku berharap bisa tahu alamatnya yang baru dan bisa bertemu dengan Mika... !" Sila lagi-lagi menjeda apa yang ingin dia katakan. Rasanya sangat sulit untuk menceritakan semuanya pada Karina, karena dia harus mengulang kembali rasa sakit yang pernah dia rasakan.


Mengingat kembali semua ucapan Hadi waktu itu, kenapa dia mengkhianati Sila dan kenapa dia bisa tega menjebak Sila hingga Sila kehilangan segalanya.


"Tapi ketika aku sampai disana, mas Hadi sedang bersama dengan seorang wanita dan wanita itu mengatakan kenapa mas Hadi tidak segera menikahinya setelah menceraikan aku, dia mengatakan kalau dia telah menunggu selama satu tahun...!"


"Apa?" pekik Karina yang begitu terkejut dengan apa yang di katakan oleh Sila.


Sila tidak dapat menahan tangisnya.

__ADS_1


"Mas Hadi telah berselingkuh selama satu tahun tanpa sepengetahuan ku Karina, dia bahkan bersama wanita itu menjebak dan memfitnahku, mereka yang melakukan itu hiks.. hiks..!"


Karina dengan cepat langsung memeluk Sila, Karina memeluk sahabatnya itu dengan sangat erat. Tanpa terasa air matanya juga sudah ikut berlinangan. Karina bisa merasakan apa yang Sila rasakan saat itu, Karina sama sekali tidak pernah menyangka kalau Hadi Tama mampu melakukan semua itu pada Sila.


Karina sudah mengenal mereka berdua selama lima tahun, sejak Sila bekerja di perusahaan yang sama dengannya dan dirinya selalu mengira Sila dan Hadi adalah pasangan yang begitu serasi. Hadi bahkan terlihat sangat sabar dan pengertian, dia bahkan tidak segan menunjukkan kalau dia sangat mencintai Sila di depan Karina. Tapi pria yang bahkan membuat Karina berpikir kalau suatu saat dia punya suami maka orang itu akan seperti Hadi, baik, penyayang dan perhatian malah tega mengkhianati, bahkan menjebak istrinya sendiri.


Hari Karina benar-benar kecewa, dia juga sangat sedih karena ternyata cinta yang dibangun selama lima tahun bisa hancur karena wanita lain.


Karina terus mengusap punggung Sila. Pasti saat mengetahui semua itu hari Sila sangat hancur, itu pasti.


"Kenapa mas Hadi bisa seperti itu? aku mengira...!" Karina tidak dapat melanjutkan kalimatnya.


"Wanita itu mantan kekasih mas Hadi, wanita itu yang fotonya ada di dompet mas Hadi yang dulu pernah aku ceritakan padamu. Mas Hadi mungkin memang tidak pernah mencintaiku!" ucap Sila yang mulai menyeka semua air mata yang membasahi wajahnya.


Karina semakin tercengang, sahabatnya ini pasti sangat menderita setelah mengetahui semua itu.


"Kamu pasti sangat terluka saat itu, apa saat itu kamu...?" tanya Karina ragu. Dia bahkan berpikir kalau Sila pasti sangat putus asa saat itu.


"Kamu benar, aku bahkan nyaris tenggelam..!"


"Sila!" lirih Karina menyela ucapan Sila dan kembali memeluk Sila dan kembali menangis.


"Tapi saat itu Tuhan sangat baik padaku, aku di tolong oleh seorang pria yang sangat baik. Dia merawat ku di rumah sakit, dan dia juga memberikan aku pekerjaan!" jelas Sila membuat Karina menghela nafas lega.


"Tapi Sila, kita tidak bisa membiarkan mas Hadi begitu saja. Dia sudah menjebak mu, mengambil Mika, dia membuat ayahmu mengusir mu, dia membuatmu kehilangan semua hasil kerja keras mu selama lima tahun, dia yang berkhianat Sila, dia yang seharusnya menderita bukan kamu! kita harus cari cara untuk membalas perbuatan mas Hadi dan selingkuhan nya itu!" ucap Karina yang tidak terima dengan apa yang sudah Hadi lakukan pada Sila, sahabatnya.


Karina begitu kesal dan marah pada Hadi dan selingkuhan nya itu.


"Aku hanya ingin hak asuh Mika, aku sudah tidak perduli dengan mas Hadi dan wanita itu!" ucap Sila.


"Sila!" lirih Karina tidak senang dengan apa yang dikatakan Sila.


'Aku hanya ingin Mika saja Karina, karena sekarang aku juga tidak ingin memikirkan mas Hadi lagi, kalau aku ingin membalasnya, itu artinya hari-hari ku dan otakku hanya akan di isi dengan namanya dan aku tidak ingin itu karena mulai sekarang selain Tuan Dave aku tidak akan memikirkan pria lain lagi!' batin Sila.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2