Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 218


__ADS_3

Sila dan Dave sedang berada di kediaman Hendrawan. Davina yang meminta agar Mika di bawa ke sana. Karena dia ingin bermain bersama cucunya itu. Kelelahan bermain dengan kelinci bersama Davina. Mika pun tertidur, di pangkuan Davina di sofa ruang keluarga. Sementara Sila sedang berada di dapur membantu para asisten rumah tangga menyiapkan makan siang. Lalu Dave juga sedang bersama dengan Rizal di ruang kerja Rizal membahas masalah pekerjaan.


Ketika Davina sedang asik menyimak acara gosip di televisi. Dia terkejut karena tiba-tiba...


"Papa... papa!" Mika mengigau dan terus menyebut kata papa.


Karena cemas, akhirnya Davina menepuk pelan lengan Mika.


"Mika... Mika sayang, bangun sayang!" ucap Davina dengan nada panik.


"Papa!" Mika berteriak seraya dia membuka mata dan terduduk bengong melihat ke arah depan.


Davina langsung mendekap cucunya itu agar Mika menyadari kalau ada orang di sisinya.


"Sayang, tenang ya. Kamu mimpi buruk ya?" tanya Davina yang khawatir pada Mika.


Mika bahkan menangis dan memeluk Davina. Membuat Davina mengusap punggung Mika dengan lembut.


"Mama mana Oma?" tanya Mika.


"Ada di dapur sayang, kena...?


Belum selesai Davina berkata, Mika sudah turun dari sofa lalu berlari ke arah dapur. Karena cemas pada Mika, Davina lalu mengikuti Mika.


Mika langsung memeluk ibunya yang sedang menata lauk di atas meja makan.


"Eh, Mika sudah bangun?" tanya Sila lalu menunduk ingin mencium pipi Mika.


Tapi Sila terkejut karena Mika menangis. Sila berjongkok dan mengusap lembut air mata anaknya itu.


"Kenapa Mika menangis? Mika mimpi buruk ya?" tanya Sila yang memang hanya bisa menduga hal itu.


Mika pun mengangguk.


"Ma, Mika mimpi. Papa di kurung sendirian. Papa nangis, Papa panggil nama kita ma. Papa panggil nama mama terus!" jawab Mika yang kembali menangis.

__ADS_1


Sila terkejut mendengar apa yang dikatakan Mika. Dia langsung memeluk erat tubuh Mika. Sambil mengusap pelan punggung anaknya itu, Sila berkata


"Itu hanya mimpi sayang, hanya mimpi. Papa akan baik-baik saja!" ucap Sila mencoba menenangkan Mika.


Namun dalam hatinya, Sila juga merasa sangat resah. Dia ingat terakhir kali mimpi Mika itu jadi kenyataan. Ketika Mika bermimpi kalau Hadi meninggalkan mereka dan pergi bersama seorang tante jahat. Hal itu menjadi kenyataan, Hadi memang meninggalkan mereka dan memilih Susan.


Kali ini Mika mimpi ayahnya di kurung sendirian, dan terus memanggil nama Sila dan juga Mika. Sila sangat cemas akan terjadi hal buruk pada Hadi.


'Mas, kamu jangan salah langkah lagi ya. Kasihan Mika!' Sila hanya bisa berdoa dalam hatinya.


Meski Hadi dan dirinya sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi. Meskipun Hadi dulu telah menyakitinya hingga begitu parah. Tapi Sila tetap berdoa untuk Hadi, karena bagaimanapun Hadi adalah ayah kandung Mika. Apapun yang dilakukan Hadi, pasti akan ada dampaknya bagi Mika. Dan Sila sama sekali tidak ingin apa yang di katakan Mika tentang mimpinya itu menjadi kenyataan lagi.


Davina pun menghampiri Mika dan Sila.


"Dia tadi mengigau, menyebut papanya terus. Ada apa Sila?" tanya Davina yang baru datang dan tidak mendengar apa yang Mika katakan pada Sila tadi.


"Mika mimpi tentang papanya, Bu. Dia mimpi papanya di kurung...!"


"Di penjara?" tahya Davina menyela.


Davina yang merasa sudah mengatakan hal yang tak pantas di dengar cucunya langsung menutup mulutnya dengan tangannya.


"Ups... maaf, ibu keceplosan!" ucap Davina sedikit menyesali apa yang dia katakan tadi.


Sementara Sila masih menenangkan Mika, Dave yang sedang berada di ruang kerja bersama dengan Rizal, mendapatkan pesan dari Oman yang juga mendapatkan laporan dari Roy.


Mata Dave melebar melihat video yang di kirimkan oleh Oman padanya.


Melihat ekspresi Dave berubah seperti terkejut, Rizal pun bertanya pada anak keduanya itu.


"Ada apa Dave?" tanya Rizal penasaran.


"Ayah, ini ada video yang sedang vir4l. Wakil CEO perusahaan T Hadi Tama di gebrek kekasihnya, dan dipaksa bercerai dengan istrinya, itu judulnya. Tapi dalam video ini, Susan bahkan membuka semua kejahatan yang dia lakukan dengan Hadi Tama. Kurasa, tanpa aku mengakhiri karir Hadi Tama, wanita yang menyebabkan Hadi Tama menyelingkuhi Sila, menjadi penyebab kehancurannya!" jelas Dave.


Rizal pun mengangguk paham.

__ADS_1


"Benar, dia sudah salah langkah. Dia juga sangat bodoh, bagaimana mungkin dia menjebak wanita baik seperti Sila...!"


"Tapi ayah, jika dia tidak menjebak Sila. Aku juga tidak akan pernah bertemu dengan istriku itu!" sela Dave sambil terkekeh.


Rizal hanya mengernyitkan dahinya dan menggelengkan kepalanya mendengar apa yang dikatakan anaknya itu. Dave pun menyimpan kembali ponselnya.


'Selamat menikmati buah perbuatan mu Hadi. Orang yang menjadi alasanmu mengkhianati Sila, kini orang itu juga yang menjadi penyebab kehancuran mu. Kamu sudah menyia-nyiakan berlian demi batu kerikil yang bahkan melukai dirimu sendiri. Heh... sungguh kasihan!' batin Dave.


Dan berita itu pun tak luput dari Mila yang memang sangat up to date kalau masalah media sosial.


Mila sangat panik, dia bahkan sampai tidak bisa berdiri untuk beberapa waktu dari duduknya karena kakinya sepertinya sangat tidak bertenaga dan begitu lemas melihat video vir4l Susan yang mengungkap semua kejahatan yang dia lakukan bersama Hadi Tama.


Dia sama sekali tidak menyangka kalau ada yang merekam video itu dan menyebarkannya.


Saat Susan kembali dari dapur dan akan mengajak Mila makan siang. Susan terkejut melihat Mila yang mematung dengan wajah pucat.


"Ibu ada apa?" tanya Susan.


Mila langsung menoleh dan menatap kasihan sekaligus bingung pada Susan.


"Lihat ini Susan!" jawab Mila yang langsung memperlihatkan layar ponselnya pada Susan.


Mata Susan membelalak lebar ketika melihat video itu.


"Wanita Sialannn! ternyata dia merekamnya. Aku benar-benar akan menyingkirkan nya!" pekik Susan yang begitu emosi.


"Susan, apa kamu bodoh?" pekik ibunya tak kalah tinggi suaranya dari Susan.


"Sekarang kamu mau buat masalah lagi? masalah dia merekam itu sudah tidak penting. Sekarang yang penting adalah kamu harus melarikan diri dari kota ini. Ambil semua harta, perhiasan atau apapun yang kamu dapat dari Hadi. Kamu harus pergi Susan. Sebelum pak Kamal atau keluarga Anton melihat video ini dan melaporkan kalian ke polisi. Cepat Susan!" seru Mila yang sudah sangat panik.


Wanita paruh baya yang biasanya selalu ada ide itu, sekarang sama sekali tidak bisa memikirkan ide apapun juga. Dia terlalu panik dan masih belum bisa menopang tubuhnya dengan kakinya yang masih gemetaran. Bayangan putrinya yang mendekam di penjara dalam keadaan hamil sungguh membuat Mila ketakutan, sangat ketakutan.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2