Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 228


__ADS_3

Susan berusaha bangun dan kalau bisa, dia ingin mencek1k wanita yang telah tiba-tiba masuk dalam kehidupannya dan Hadi itu. Dia ingin melampiaskan amarah dan kekesalannya pada Rosa karena wanita itu telah menghancurkan semua kerja kerasnya merayu Hadi Tama selama satu tahun.


Tapi sayang, pengaruh obat dan beberapa luka di tubuh Susan akibat kecelakaan yang menimpa dirinya. Membuat Susan tidak bisa melakukan semua yang ada di angannya itu. Bahkan untuk di angkat saja, tangannya masih terasa sangat berat dan nyeri.


'Ada apa ini, tubuh ku rasanya sakit semua. Tidak bisa banyak bergerak!' keluh Susan dalam hatinya.


Melihat kondisi Susan yang tidak berdaya itu, Rosa malah semakin menyunggingkan senyum di bibirnya.


"Tidak bisa bergerak ya? tidak bisa memukul ku? tidak bisa menjamb4k rambut ku lagi seperti waktu itu? ck ck ck, kasihan sekali kamu Susan!" ejek Rosa yang memang sengaja berniat menyulut emosi Susan.


"Diam kamu, pergi kamu dari sini!" teriak Susan.


Rosa pun semakin berjalan mendekat ke arah Susan. Susan semakin geram, karena dia menyuruh Rosa pergi, tapi wanita itu malah semakin dekat berjalan ke arahnya.


"Aku pasti akan pergi, aku juga tidak mau berlama-lama di sini, di dekat wanita licik penuh dosa seperti mu!" ucap Rosa membuat Susan melotot tajam ke arahnya.


"Jangan melotot Susan, nanti bisa-bisa bola matamu itu keluar dan kamu akan buta, tidak bisa melihat lagi. Eh... tapi aku lupa! kamu memang tidak bisa melihat kan?" tanya Rosa mengejek Susan lagi.


Susan bahkan sudah mengepalkan tangannya dengan kuat. Rosa yang melihat hal itu semakin senang dan semakin ingin membuat Susan marah juga kesal.


"Lihat aku baik-baik. Aku rasa kamu pasti pernah mengenali seorang wanita yang wajahnya mirip dengan ku kan? coba kamu lihat aku dengan seksama!" ucap Rosa yang berpose lurus menghadap ke arah Susan.


Rosa benar-benar berpose layaknya seseorang yang akan mengambil foto untuk membuat kartu tanda penduduk.


Mata Susan yang awalnya melotot kesal, kelopak matanya kini mulai sedikit bergetar.


Dia bahkan sudah lama melupakan wajah itu, wajah wanita yang mirip dengan Rosa. Hanya saja wajah Rosa lebih tirus dan wajah wanita itu lebih oval. Wanita yang dulu dia singkirkan dengan cara licik, demi mendapatkan suaminya dan juga semua kemewahan yang dia punya.


Melihat reaksi Susan, ekspresi wajah Rosa lah yang sekarang berubah.


"Sudah ingat? sudah ingat pada kakak ku Jasmine kan?" tanya Rosa dengan nada suara meninggi.

__ADS_1


Susan benar-benar terkejut. Ternyata dugaannya benar, wanita di depannya itu memang mirip dengan Jasmine. Dia bahkan melupakan hal itu, karena saat Susan merayu suami Jasmine, adiknya itu masih SMP. Susan tidak menyangka kalau sekarang dia malah menjadi wanita licik yang merebut semua kebahagiaan dan miliknya dalam sekejap.


"Kakak ku meninggal karena bunuh diri, dia begitu depresi akibat kehilangan bayinya dan di tinggalkan suaminya. Sejak saat itu aku bersumpah, aku akan membalas semua sakit hati kakak ku padamu Susan! dan lihat sekarang, kamu juga telah kehilangan segalanya!" ungkap Rosa.


Susan pun langsung memegangi perutnya, dia merasa perutnya terlalu rata, tidak seperti kemarin-kemarin. Matanya pun mulai berkaca-kaca. Meski kehamilannya memang hanya untuk mengikat Hadi saja, tapi dia juga seorang ibu, lama-lama nalurinya juga membuatnya perduli dan sayang pada calon anaknya.


'Anakku!' lirih Susan dalam hatinya.


Melihat Susan yang memegangi perutnya dengan mata yang berkaca-kaca juga pandangan mata yang menatap nanar ke arah depan. Rosa tahu, sekarang Susan sudah menyadari kalau dia sudah kehilangan anaknya.


"Kamu sudah kehilangan anak mu Susan!" ujar Rosa dengan suara begitu menyindir.


Deg


Susan pun menutup kelopak matanya, membuat air mata mengalir dari kedua sudut matanya.


'Anakku!' lirih Susan yang merasa sangat sedih.


"Dan kabar baiknya lagi adalah, selamanya kamu tidak akan pernah menjadi seorang ibu!" ujar Rosa lagi.


"Jangan melihat ku seperti itu, bukan aku yang menyebabkan hal itu. Itu salahmu sendiri, kamu yang lari dari polisi hingga kamu dan ibu mu mengalami kecelakaan. Kecelakaan itu yang menyebabkan kamu keguguran, juga rahim mu rusak dan harus di angkat!" ucap Rosa lalu menjeda perkataan nya.


Susan langsung terdiam, dia benar-benar sedih saat ini karena telah kehilangan anaknya. Tapi kemudian dia ingat pada ibunya, dia juga mencemaskan ibunya, apa ibunya baik-baik saja atau tidak.


"Semua ini adalah karma Susan, kamu adalah wanita yang penuh dengan dosa-dosa atas kelicikan mu. Sekarang lah waktunya kamu merasakan penderitaan wanita wanita yang sudah kamu hancurkan rumah tangga dan kehidupan mereka. Kamu telah merayu suami kakak ku, sebagai balasannya Hadi Tama bahkan menikah dengan ku sebelum menikah dengan mu... !"


"Itu karena kamu menjual tubuhhmu...!"


"Ck.. ck.. ck.. aku bukan dirimu Susan, aku tidak akan menggunakan tubuhku seperti caramu merayu para laki-laki itu, itu sangat murah4n. Asal kamu tahu, aku bahkan sekarang masih perawan. Dan lihat nona Sila, dia bahkan sekarang menjadi nyonya Dave Hendrawan!"


"Tuhan itu maha adil Susan, apa yang kamu tanam itulah yang akan kamu panen. Semua kejahatan yang kamu lakukan, tidak kah kamu berpikir semua ini adalah balasannya?" tanya Rosa dengan nada yang lagi-lagi menyindir.

__ADS_1


"Diammm!" pekik Susan yang sudah mulai frustasi dengan semua yang dikatakan Rosa.


"Kenapa? ini bahkan belum semuanya. Satu hal lagi, ibu mu. Orang yang selama ini membantu semua kejahatan dan kelicikan mu, dia bahkan sudah kehilangan satu kakinya..!"


"Ibu!" gumam Susan dengan mata yang sudah berlinangan air mata.


"Kamu tahu semua ini karena siapa Susan, karena kamu! bahkan ayah mu harus menjual rumah untuk membayar operasi mu dan ibumu...!"


"Diam! hentikann!!" pekik Susan lagi.


Susan bahkan tidak sanggup lagi mendengar semua yang dikatakan Rosa. Dirinya benar-benar tengah depresi saat ini. Sudah kehilangan uang, kehilangan Hadi, kehilangan anaknya. Sekarang ibunya juga harus celaka karena dia, ayahnya harus menjual rumah. Susan benar-benar sudah tidak sanggup mendengar semua itu.


Melihat Susan menggelengkan kepalanya dengan cepat dan menangis serta memekik minta Rosa untuk diam. Rosa pun tersenyum getir.


"Ini lah yang kakak ku Jasmine dan nona Sila pernah rasakan, Susan! ini adalah karma!"


"Tidak... pergi kamu dari sini... pergi!!!" teriak Susan yang sudah histeris.


Karena Susan sudah histeris, Rosa pun meninggalkan ruangan itu, dan benar saja setelah Rosa keluar, dua orang suster datang ke kamar itu.


"Nyonya Susan tenang... nyonya kenapa?" tanya salah seorang suster.


"Pergi... aku tidak mau dengar, tidak mau dengar!" teriaknya sambil memejamkan matanya dan terus menangis.


Kedua suster itu lantas saling pandang. Salah seorang keluar dan memanggil dokter jaga.


"Nyonya tenang!" ucap suster itu lembut.


"Diam!!! aku tidak meu dengar!!" teriak Susan lebih histeris lagi.


'Astaga, apa nyonya ini sudah gilaa?' tanya suster itu dalam hati.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2