Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 80


__ADS_3

Melihat Karina terjatuh dan meringis kesakitan memegangi pinggulnya sambil memaki dirinya, Randy malah tertawa puas.


Dan melihat Randy yang malah menertawakan dirinya, Karina langsung kembali memaki Randy.


"Dasar tidak waras!" seru Karina marah.


Randy yang semakin di maki oleh Karina malah tertawa semakin puas. Karina terus cemberut sambil berusaha untuk bangkit berdiri. Namun rasa sakit di pinggulnya membuatnya kesulitan untuk bangun dengan dapet. Saat Karina tengah berusaha bangun, Randy malah mendekatinya sambil membungkuk dan menunjukkan ekspresi mengejek pada Karina.


"Kenapa? tidak bisa bangun. Encok?" tanya Randy semakin mengejek Karina terus.


Karina geram sekali pada pria yang membungkuk sambil mengejeknya di depannya itu. Karina melihat dasi Randy yang tergantung, spontan saja Karina menarik pria itu dengan maksud membuatnya terjatuh.


Brukk


Mata Karina melotot sempurna, ketika Randy malah terjatuh di atas tubuhnya yang ikut ambruk ke lantai.


Randy yang memang punya skill beladiri yang lumayan, saat Karina menarik dasinya dia malah sedikit bergerak ke samping. Dia tahu kalau Karina akan menariknya agar jatuh, jadi malah menggunakan kesempatan itu untuk lebih membuat Karina marah.


"Aaaaa!" pekik Karina karena Randy menimpa tubuhnya. Apalagi saat Karina merasakan ada sesuatu yang mengeras dan membuat Karina tidak nyaman di bagian bawah.


Randy terkekeh ketika wajah Karina memerah, Karina berusaha mendorong Randy agar menjauh darinya dan segera bangun tapi sepertinya pria itu malah nyaman dalam posisinya sekarang.


"Bangun, dasar kadal buntung!" pekik Karina kesal.


"Tidak mau, memangnya siapa yang sudah menarik ku?" tanya Randy membuat Karina kehabisan kesabarannya.


Jika ini adalah film kartun maka saat ini dari kepala, telinga dan hidung Karina pasti sudah mengepul asap keluar.


"Bangun!" teriak Karina lagi.


Karena sekuat apapun Karina berusaha untuk mendorong Randy, tubuh pria itu bahkan nyaris tidak bergerak sedikit pun. Karina jadi panik, dia takut ada yang melihatnya dalam posisi seperti ini dengan pria playboy ini selain memang dia tidak suka dekat-dekat dengan Randy.


Mata Karina sudah merah dan berkaca-kaca karena amarahnya.


"Bangun, atau aku akan teriak dan mengatakan kamu sudah melecehkan aku!" gertak Karina.


Tapi Randy malah menampakkan senyuman menyeringai nya.

__ADS_1


"Lakukan saja, berteriak lah! dan kita akan lihat mereka semua akan lebih percaya pada ucapan mu atau padaku? terutama Riyanti! dia bisa langsung memecat mu dari sini!" ujar Randy yang membuat Karina langsung down.


Bagaimana tidak, untuk mendapatkan posisinya yang sekarang butuh kerja keras yang luar biasa selama lima tahun. Meskipun di demosi tapi gaji Karina tidak berkurang, dan dia masih memikirkan nasib ibu dan kedua adiknya yang masih sekolah di kampung. Karina memejamkan matanya sekilas.


'Baiklah, kali ini saja aku akan mengalah padamu. Tapi hanya kali ini saja, saat aku sudah lepas dari posisi ini, aku akan membalas mu. Dasar kadal buntung!' seru Karina dalam hatinya.


Karina membuka matanya dan menatap Randy dengan tatapan tegas.


"Lalu apa mau mu, katakan saja dan cepat bangun!" seru Karina.


Tidak ada nada lembut ataupun nada seperti orang yang tengah memohon untuk di lepaskan dari kungkungan Randy. Malah terkesan seperti membentak, padahal dia sedang coba bernegosiasi kan dengan Randy. Tapi mendengar apa yang Karina katakan dan melihat ekspresi wajah nya. Randy jadi termangu.


'Wanita ini, apa sebenarnya yang menarik darinya. Kenapa aku malah tidak ingin melepaskan nya?' tanya Randy dalam pikirannya.


Namun melihat Randy yang termangu, Karina langsung berseru lagi.


"Eh, kadal buntung! malah bengong lagi. Cepat katakan apa mau mu supaya kamu cepat bangun dan melepaskan aku?" tanya Karina yang lagi-lagi di sulut emosinya oleh Randy.


'Melepaskan mu? jangan mimpi!' batin Randy.


"Nanti malam jam 8 malam, aku akan menjemputmu ke rumah mu, untuk makan malam dengan ku!" kata Randy begitu santai.


"Heh kadal buntung, apa kamu sudah tidak waras. Apa maksudmu aku harus makan malam denganmu? tidak mungkin!" kesal Karina.


"Terserah, aku cukup nyaman dengan posisi ini!" seru Randy yang menggerakkan sedikit tubuhnya dan hal itu kembali membuat Karina berteriak karena semakin bisa merasakan benda yang mengeras itu di bawah.


"Aghk... berhenti bergerak kadal buntung, dasar mesum!" pekik Karina.


"Katakan setuju dulu, baru aku akan berhenti!" sahut Randy dengan cueknya.


'Ya Tuhan, pria ini benar-benar tidak waras. Di tempat umum begini dia berani bersikap seperti ini! aku harus bagaimana?' batin Karina yang mulai bimbang.


Saat Karina sedang memikirkan apa yang harus dia katakan dan lakukan, dia mendengar suara beberapa langkah kaki. Dia yakin kalau itu pasti kru yang akan melakukan pengambilan gambar. Juga sudah terdengar beberapa orang tertawa dan mengobrol.


Karena panik takut yang lain melihatnya seperti ini dan salah paham. Karina pun melihat ke arah Randy yang masih santai saja dengan posisinya meski Karina yakin kalau Randy juga tahu kalau ada orang yang datang dan sedang mendekat ke arah mereka.


"Iya, aku setuju. Sekarang bangun!" ucap Karina dengan terpaksa.

__ADS_1


"Benar?" tanya Randy lagi.


Karina langsung mengangguk kan kepalanya dengan cepat beberapa kali.


"Bagus!" seru Randy lalu bangkit berdiri.


"Berikan ponselmu!" perintah Randy.


Karina yang sudah dalam posisi duduk pun meraih ponsel di sakunya dan memberikannya pada Randy. Karina tidak mau mencari masalah lagi apalagi sampai terlibat dengan Riyanti. Dia pasti akan sulit mencari pekerjaan setelah ini.


Randy mengetik sesuatu lalu memberikan ponsel Karina kembali pada pemiliknya.


"Share located dimana rumah mu jam 7.30 malam ini. Ingat untuk berdandan yang cantik ya!" ucap Randy sambil mengedipkan sebelah matanya pada Karina lalu pergi begitu saja dengan santai.


Tak lama setelah Randy pergi, Karina yang masih berusaha bangun karena pinggulnya sudah lumayan tidak sakit pun di sapa oleh salah seorang kru.


"Karina, kamu kenapa?" tanya salah seorang kru wanita yang melihat Karina memegangi pinggangnya.


"Oh, tidak apa-apa. Tadi aku mau duduk, eh kursinya bergeser, akhirnya aku jatuh!" jelas Karina.


Kru wanita itu kemudian melihat ke arah kursi Karina.


"Pantas saja, itu kan kursi lipat yang murahan. Coba beli yang seperti yang kami siapkan untuk model, seperti itu!" ucap kru wanita itu sambil menunjuk kursi lipat yang disiapkan untuk model.


Karina hanya bisa menghela nafas. Mana mampu dia membeli kursi yang harganya sudah seperti Haraga ponselnya.


"Tidak apa-apa, biasanya juga tidak bergeser. Mungkin hari ini aku sedang tidak beruntung!" ucap Karina sambil tersenyum lalu membawa kursi lipatnya menjauh dari tempat pengambilan gambar.


'Huh, hari ini memang tidak beruntung!' batin Karina.


Setelah menemukan tempat yang cukup teduh dan tidak mengganggu proses pengambilan gambar. Karina kembali duduk, dan dia melihat ke ponselnya.


Mata Karina kembali melotot ketika dia melihat Randy menamai kontaknya dengan 'Si Tampan'


Karina kesal sekali.


"Enak saja si tampan, tampan darimana coba? kadal buntung baru pas!" gerutu Karina sambil mengganti nama kontak Randy.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2