
Karina saat ini sudah berada di dalam ruangannya hanya dengan Riyanti saja. Sebelumnya karena Ema terus memojokkan Karina dengan mengatakan hal-hal yang bahkan sangat mengerikan tentang apa saja yang di lakukan oleh Riyanti, Shafa sempat bertengkar dengan Ema.
Hingga Shafa menarik Ema keluar, agar tidak mempengaruhi calon kakak iparnya itu. Sampai di luar ruangan pun Ema masih bersikeras tidak mau meninggalkan Riyanti. Hingga keributan antara Shafa dan Ema pun terjadi diluar.
"Lepaskan tangan ku, aku masih ingin bicara dengan wanita perusak hubungan orang itu!" kesal Ema yang tangannya di tarik-tarik oleh Shafa.
Shafa langsung menghentakkan tangannya. Membuat tangan Ema terlepas dari genggaman nya.
"Jaga ya mulut mu itu! calon kakak ipar ku itu bukan wanita seperti itu. Kalau mau menyalahkan seseorang, maka salahkan saja kak Randy. Dia biang keroknya. Jangan salahkan kak Karina!" pekik Shafa yang langsung menunjukkan wajah serius bahkan menunjuk wajah Ema dengan telunjuk kanannya.
"Hah, adik dan kakak sama saja! tidak pernah mau disalahkan. Maunya menang sendiri!" kesal Ema yang langsung memilih untuk meninggalkan Shafa menuju keluar dari ruangan divisi karena sudah banyak orang yang memperhatikan mereka.
Ema memilih pergi karena dia masih bisa berpikir secara logis. Saat ini dia berada di perusahaan keluarga Hendrawan. Dan wanita yang barusan dia ajak berdebat itu adalah anak bungsu keluarga Hendrawan. Ibarat perang, dia sedang berada di markas lawan sendirian. Hasilnya tidak akan baik jika dia melanjutkan perdebatan dengan Shafa, jadi dia memilih untuk pergi.
Dan di dalam ruangan wakil divisi. Karina dan Riyanti masih sama-sama terdiam.
Hingga setelah berpikir sangat lama dan menimbang-nimbang segala hal, akhirnya Karina angkat bicara.
"Nona Riyanti, aku benar-benar minta maaf atas apa yang terjadi padamu. Tapi apa kah kamu benar-benar yakin, kalau Randy masih mencintai mu?" tanya Karina dengan perasaan yang tidak karuan.
Menanyakan hal seperti pada seorang wanita yang jelas-jelas masih mencintai Randy. Sebenarnya dia sudah tahu jawabannya, tapi dia hanya ingin memastikan hal itu sari Riyanti.
__ADS_1
"Aku yakin Karina, jika kamu melepaskannya aku yakin dia akan kembali padaku!" jawab Riyanti.
Karina pun menghela nafasnya panjang.
"Jika Randy yang tidak ingin aku lepaskan bagaimana?" tanya Karina dengan tatapan mata sedih ke arah Riyanti.
Riyanti langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Tidak mungkin, dia pasti hanya terobsesi padamu saja. Itu karena kamu selalu menolaknya. Jika dia sudah mendapatkan mu, dia pasti akan meninggalkan mu... dia pasti akan kembali padaku!" jawab Riyanti.
Tapi mendengar jawaban Riyanti, Karina justru semakin tersenyum getir. Ternyata pemikirannya tidak salah, Riyanti benar-benar sudah bucin akut pada Randy.
"Nona Riyanti, kamu bilang jika dia sudah mendapatkan aku. Dia akan meninggalkan aku. Artinya itu berarti dia akan menceraikan aku kan? karena hubungan kami nantinya akan ada sebuah ikatan pernikahan. Bukan hanya sekedar aku mencintaimu dan kau mencintaiku tanpa status yang jelas! iya kan?" tanya Karina yang membuat Riyanti terdiam.
"Maksud mu hubungan ku dan Randy tidak ada status yang jelas? kau menyindir ku Karina? maksud mu aku hanya persinggahan dan kau rumah bagi Randy? begitu???" pekik Riyanti tak terima dengan semua yang dikatakan oleh Karina.
"Itu perbedaannya nona Riyanti, aku tahu kalau kamu juga pasti sudah tahu bagaimana selama ini Randy, seperti apa dirinya. Dia berhubungan dengan banyak wanita. Banyaknya sampai saat ibunya bertanya wanita mana yang kemungkinan sakit hati lalu meneror ku jawaban Randy hanya menggelengkan kepalanya saja!" jelas Karina.
Riyanti semakin terlihat sedih mendengar apa yang dikatakan Karina.
"Jika kamu yakin, jika dia akan meninggalkan aku setelah mendapatkan aku? darimana kamu dapat keyakinan itu? bagaimana kalau setelah meninggalkan aku, dia pergi ke wanita lain dan bukan padamu?" tanya Karina.
__ADS_1
Mata Riyanti terlihat merah.
"Jadi kau ingin katakan, kalau dia tidak mencintai ku lagi! begitu Karina?" tanya Riyanti dengan nada tinggi pada Karina.
"Aku hanya ingin membuat matamu terbuka, mencintai orang yang bahkan tidak pernah berpikir untuk menjalin hubungan serius dengan mu, apa itu yang kamu sebut cinta?" tanya Karina pada Riyanti.
"Coba pikirkan hal sederhana ini. Apa selama kalian berhubungan Randy pernah mengajak hubungan kalian itu ke jenjang yang lebih serius, misalnya mengajak mu bertunangan? atau pernahkah dia mengajakmu kerumahnya dan mengenalkan mu pada kedua orangtuanya?" tanya Karina.
Jangan tanya seperti apa wajah Riyanti saat ini. Mata dan wajahnya sudah merah karena begitu geram apa yang di ucapkan oleh Karina. Karena semua hal yang diucapkan Karina itu memang tidak pernah terjadi selama dia berhubungan dengan Randy. Jangankan melamar Riyanti, memintanya bertunangan. Mengajak Riyanti ke rumah Randy dan mengenalkannya pada ayah dan ibu Randy saja tidak pernah.
Melihat Riyanti yang terdiam, sekarang Karina yakin kalau hubungan Riyanti dan Randy memang tidak sedalam itu. Randy benar-benar hanya menganggap Riyanti seperti wanita-wanita lain yang tak pernah di anggap serius oleh Randy.
"Tolong buka pikiran mu nona Riyanti. Seperti yang dikatakan oleh sepupu mu tadi. Hidup mu benar-benar terlalu berharga jika hanya mengharapkan pria yang bahkan tidak mengingat mu. Kamu pikir Randy baru memutuskan mu tiga hari lalu karena dia masih mencintaimu? kalau kau berpikir seperti itu, maka kau salah besar nona Riyanti. Dia baru memutuskan mu karena dia baru ingat padamu. Dia ingat karena aku memintanya agar memutuskan semua hubungan nya dengan semua wanitanya sebelum dia menemui orang tua ku dan melamar ku. Kamu bisa tanyakan pada mantannya yang lain, aku yakin jawaban mereka akan sama denganmu. Mereka baru di putuskan lewat chat pribadi tiga hari yang lalu!" terang Karina panjang lebar.
Riyanti hanya bisa menangis tersedu-sedu. Dia pikir Randy baru memutuskan nya karena sebenarnya selama ini masih mencintainya. Tapi dari apa yang dikatakan Karina, dia yakin kalau Randy memang tidak pernah benar-benar tulus mencintai nya.
Karina pun merangkul Riyanti yang menangis terisak dan terdiam tak dapat berkata-kata lagi.
Sebenarnya apa yang dikatakan Karina itu hanya upayanya untuk membuka mata hati Riyanti saja. Agar wanita tangguh itu tetap tangguh demi masa depannya dan perusahaan nya.
'Kadal buntung. Kau memang tidak punya perasaan. Awas saja jika aku bertemu dengan mu nanti. Ku pastikan kau tahu bagaimana pahitnya rasa jamu butrawali. Lihat saja!' geram Karina dalam hati.
__ADS_1
***
Bersambung...