Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 137


__ADS_3

Mata Karina hanya melihat ke arah Joseph ketika dia mengambil kembali botol cream yang dia jatuhkan, dia terlalu terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Rizal Hendrawan tentang pernikahan nya dengan Randy.


Karina berharap Joseph melihat ke arahnya, karena tidak bisa Karina pungkiri sebenarnya sosok seperti Joseph lah yang Karina sukai. Sosok pria yang tidak banyak bicara tapi selalu membuatnya merasa aman dan terlindungi.


Tapi sepertinya perasaan Karina itu hanya perasaan sebelah saja, cinta sendiri. Setidaknya itulah yang Karina pikirkan karena sejak tadi Joseph masih dengan wajah datarnya hanya menundukkan kepalanya saja. Seolah apapun yang di putuskan oleh Rizal dia juga akan setuju dan senang hati.


Karina menghela nafas berat.


'Tuan Joseph, setidaknya lihat lah ke arahku dan beri tahu aku, aku harus apa?' batin Karina.


"Ayah, sudah cukup bercandanya...!"


Ketika Dave baru akan bicara memprotes semua tindakan ayah dan ibunya. Rizal kembali menyela Dave.


"Dave tolong, apa kamu tidak ingin kakak mu mendapatkan pasangan yang tepat dan kali ke jalan yang benar?" tanya Rizal yang membuat Dave terdiam.


Dave lalu melihat ke arah Karina, Dave berpikir Karina memang wanita yang baik. Bukan mustahil jika Karina bisa merubah Randy kembali ke jalan yang benar. Tapi masalahnya adalah Dave tidak mau kalau Sila sampai menyalahkannya karena tidak membela Karina.


"Ayah, tapi...!"


"Dave, tolong!" sela Rizal lagi membuat Dave tidak dapat membantah sang ayah lagi.


'Hais, Sila akan marah padaku kalau Karina sampai merasa di tekan di sini!' batin Dave.


Rizal langsung bertanya lagi pada Karina.

__ADS_1


"Karina, ayah tahu...!"


Mata Shafa dan Dave melebar ketika Rizal bicara seperti itu pada Karina. Rizal benar-benar serius tampaknya, dia bahkan menyebut dirinya ayah pada Karina. Sementara itu Karina semakin tidak enak hati, dia benar-benar dalam situasi yang kalau ada lubang di bawah nya, dia akan memilih masuk ke lubang itu saja daripada harus berhadapan dengan keluarga Hendrawan.


"Ayah tahu, Randy yang kamu kenal beberapa saat ini memang bukan orang yang baik, dan seperti kata Dave, kamu sudah menolaknya beberapa kali. Tapi ayah pastikan, dia adalah pria yang bertanggung jawab pada keluarganya, baru kali ini setelah beberapa tahun, dia mengenalkan wanita sebagai calon istrinya. Ayah harap kamu bisa menerima Randy ya Karina?" tanya Rizal membuat Karina terpojok.


Mata Karina sudah berkaca-kaca, dia tidak tahu bagaimana dia bisa berada di situasi semacam ini. Mata Karina kembali melihat ke arah Joseph yang masih dalam posisi yang sama, berdiri di belakang Rizal agak jauh. Dan dengan menundukkan kepalanya tak bicara apa-apa.


"Tapi tuan, aku cuma karyawati biasa... aku bahkan hanya lulusan SMA, sama sekali tidak pantas...!"


Davina yang kini berdiri dan menepuk bahu Karina perlahan.


'Dia benar-benar polos seperti Alisha!' batin Davina.


Davina berpikir mungkin hal itulah yang membuat Randy menyukai Karina. Sikapnya yang apa adanya dan juga kepolosan yang sama yang dimiliki Alisha. Davina masih punya rasa penyesalan di dalam hatinya setelah kematian Alisha. Sebab dulu ketika Randy dan Alisha menikah, dia sempat tidak memberi restu, tapi dia menyesal karena ternyata Alisha juga yang merubah Randy, sejak Alisha meninggal untuk melupakan Alisha Randy bahkan menjadi pria yang seperti sekarang ini.


"Aku juga tidak berasal dari keluarga berada, putra ku mencintai mu, itu cukup untuk membuat keluarga kami menerima mu!" jelas Davina yang langsung memeluk Karina.


Mendengar apa yang dikatakan oleh sang ibu, Dave langsung menatap penuh perhatian pada ibunya.


'Benarkah? apa ibu juga akan menerima Sila? aku kan sangat mencintainya... ck.. itu tidak mungkin akan semudah itu, ibu kan seperti ikan keluar dari kolam kalau Tante Aline marah padanya. Heh, enak sekali jadi Randy, kenapa Luna tidak suka saja padanya. Kenapa harus padaku?' tanya Dave dalam hatinya.


Ada rasa iri di hari Dave melihat Randy, dia bisa dengan mudah menentukan pasangan hidup karena tidak ada gangguan dari keluarga Praja. Sedangkan dirinya terus di paksa menerima Luna.


Karina yang sedang di peluk Davina sangat bingung.

__ADS_1


"Karina, dimana kampung mu? ayah dan ibu akan segera menemui ayah dan ibumu!" ucap Davina sambil mengelus pipi Karina lembut.


"Ayah ku sudah meninggal nyonya, sudah sangat lama. Aku yang menjadi tulang punggung keluarga ku, nyonya... tuan Randy itu sangat kaya dan pasti akan mendapatkan pasangan yang...!"


"Karina dengar, Randy menyukaimu. Kamu satu-satunya wanita yang dia kenalkan pada kami kedua orang tuanya sebagai calon istri. Itu artinya hanya kamu yang pantas untuknya menurut Randy, ibu akan berikan apapun yang kamu mau kalau kamu Mae menikah dengan Randy!" ucap Davina yang tak henti-hentinya berusaha membujuk Karina.


Davina juga bisa merasakannya, kalau Karina sepertinya memang tidak setuju, atau lebih tepatnya belum setuju. Tapi dia tidak akan berhenti membujuk Karina. Karena hanya dengan Karina, Randy bisa tersenyum dan tertawa begitu lepas. Setelah kesedihan nya dan keterpurukannya selama bertahun-tahun.


"Nyonya aku tidak mau apa-apa, tapi aku...!" Karina bingung bagaimana menjelaskannya pada keluarga Hendrawan. Di satu sisi dia tidak mau menikah dengan Randy, tapi di sisi lain harapannya pada Joseph sepertinya bertepuk sebelah tangan, belum lagi dia memikirkan Dave dan Sila. Dia juga takut keputusan yang dia ambil, jika itu keliru maka akan berpengaruh pada hubungan Dave dan Sila juga.


"Karina...!" panggil Davina dan menggenggam tangan Karina.


"Ibu mohon!" ucap Davina dengan lembut dan tatapan penuh harap.


Dave sampai menghela nafasnya, dia sangat berharap kalau ibunya bersikap yang sama pada dirinya seperti Randy. Tapi itu tidak mungkin sebelum Dave menyingkirkan wanita yang selalu mengejarnya yang bernama Erluna Praja itu.


Randy hanya bisa menundukkan wajahnya, dia tahu semua sikapnya lah yang membuat Karina takut padanya dan tidak mau begitu saja menerimanya.


"Karina aku minta maaf atas sikapku selama ini padamu. Tapi aku berjanji, kamu akan menjadi satu-satunya wanita dalam hidupnya di masa kini dan masa depan. Aku akan katakan padamu dan semua orang yang di ruangan ini sebagai saksinya, aku mencintaimu Karina!" seru Randy yang membuat Shafa langsung berkaca-kaca.


Tidak hanya Shafa, Dave yang mendengar Randy berani berkata seperti itu juga merasa kalau kakaknya itu benar-benar tulus mencintai Karina.


Hal yang sama di rasakan Joseph. Dia melihat wajah serius Randy sekilas lalu kembali menundukkan kepalanya.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2