
Susan yang tadinya merasa geram langsung menoleh ke arah Sila yang masih tampak duduk dengan tenang, sedangkan Hadi malah sangat terkejut bahkan dia sudah berdiri dari kursinya.
"Saudara termohon, harap saudara termohon duduk!" perintah pak hakim ketua yang langsung membuat Hadi canggung karena tanpa sadar dia malah berdiri dan semakin membuat semua orang menaruh tatapan penuh selidik padanya.
Selain Haris dan juga Murti, semua yang ada di ruang sudah mengerti maksud dari Jeremy Darrow, karena memang semua keluarga Sila sudah tahu tentang jebakan yang di rencanakan Hadi dan Susan untuk Sila. Sampai akhirnya di putar sebuah video yang memperlihatkan seorang pria gendut dengan kepala setengah botak yang duduk di sebuah kursi dengan menundukkan kepalanya.
Murti yang sudah mulai kembali yakin kalau hak asuh Mika akan jatuh pada putra nya setelah Hadi mengatakan semua kejelekan Sila di depan persidangan kini bingung melihat pria itu yang dari posisi menunduk langsung mengangkat kepalanya dan mengatakan minta maaf pada Hadi dan Susan.
Susan langsung gemetar, dia tahu benar siapa pria gendut yang ada di layar itu, Hadi juga sama. Dia juga tahu siapa pria itu.
Dalam kesaksiannya, pria gendut itu mengatakan minta maaf karena tidak bisa melakukan tugasnya dengan baik padahal sudah menerima bayaran dari Hadi Tama dan Susan Delia sebesar lima juta rupiah. Tugas untuk tidur dengan istri Hadi Tama yaitu Susilawati.
Sila kembali menundukkan kepalanya, dia sangat sedih mengingat kejadian yang menimpanya waktu itu. Dia di jebak suami nya sendiri, dia bahkan sampai bersujud di kaki Hadi waktu itu. Tapi ternyata semua itu adalah rencana Hadi Tama sendiri.
Haris yang mendengar pernyataan dari pria itu langsung memegang dadanya yang sudah terasa sakit. Rasanya dia sudah benar-benar tidak punya muka lagi untuk melihat semua orang. Susan juga sudah mendengus kesal, semuanya sudah berakhir. Hadi tidak akan mungkin mendapatkan hak asuh Mika.
Hadi juga sudah terduduk lemas di kursinya. Dia tidak menyangka kalau rencananya bisa terbongkar, dia ingin berkelit dan mengatakan kalau dia tidak mengenal pria itu tapi sayangnya sebelum dia mencoba untuk mengangkat tangan dan mengajukan pembelaan, Jeremy Darrow sudah kembali berjalan ke arah panitia pengadilan dan memberikan beberapa dokumen.
"Dan ini adalah bukti transfer dari rekening Hadi Tama ke pria yang menjadi saksi itu. Jadi pak hakim, di sini kita sudah jelas melihat kalau sebenarnya klien saya nyonya Susilawati sama sekali tidak bersalah sejak awal. Hadi Tama sudah menjebaknya, dia bahkan membuat seolah-olah dirinya sebagai korban. Padahal sudah jelas dengan semua bukti yang ada, Hadi Tama lah sudah berselingkuh dengan nona Susan selama satu tahun, di berkas itu ada bukti beberapa hotel yang sudah mereka datangi berdua selama Hadi Tama masih terikat pernikahan dengan klien saya nyonya Susilawati!" jelas Jeremy Darrow.
Jegerrrr
Bak sambaran petir, Murti dan Haris sangat terkejut mendengar semua pernyataan dari pengacara Sila. Murti lalu melihat ke arah Susan yang saat ini hanya bisa tertunduk malu.
__ADS_1
"Jadi kalian sudah berhubungan sejak Hadi masih menikah?" tanya Murti dengan suara pelan namun dengan nada yang geram.
Susan hanya diam, dia yang awalnya terlihat seperti wanita yang baik saat di perkenalkan pada Murti dan Haris karena mendukung Hadi di saat-saat terburuknya ternyata adalah seorang wanita perusak rumah tangga orang.
"Memalukan!" geram Murti yang sekarang ini juga sudah tidak punya muka lagi pada Sila dan keluarganya.
Dirinya yang telah membenci Sila karena telah selingkuh dari Hadi anaknya, ternyata adalah korban jebakan Hadi. Murti benar-benar merasa sangat malu. Sang suami tak kalah menyedihkan, dia bahkan sudah memegang dadanya yang begitu sakit, bahkan rasa penyesalan sudah membesarkan anak seperti Hadi sangat di rasakan oleh Haris.
Hadi terdiam, dia mematung karena sudah tidak bisa berkata-kata lagi untuk membela diri. Semua bukti bahkan foto yang di ambil dari rekaman CCtv di beberapa hotel sudah di tunjukkan pada semua orang yang ada di persidangan.
"Oleh karena semua bukti ini pak hakim, saya meminta agar nama klien saya kembali di bersihkan. Dan gak asuh Mikaila Hadi bisa jatuh pada klien saya Susilawati. Terimakasih!" tegas Jeremy Darrow mengakhiri perjuangannya membantu Sila mendapatkan hak asuh Mika.
Semua hakim dan juga juri tak perlu lama berdiskusi. Karena masalahnya sudah jelas, dan semua bukti juga sudah ada. Hadi hanya bisa melihat ke arah Jeremy Darrow yang juga sedang menatap malas ke arah Hadi.
Tatapan Jeremy Darrow itu mengisyaratkan kalau Jeremy sedang menunjukkan kalau memang tidak akan ada yang akan pernah mengalahkan nya dalam pengadilan. Karena cinta istri dan anaknya selalu bersamanya.
"Setelah menimbang segala bukti yang ada, maka pada hari ini, hari xxx tanggal xxx pengadilan memutuskan hasil akhir sidang hak asuh atas Mikaila Hadi jatuh pada ibu kandungnya Susilawati. Dan setelah melihat semua alat bukti yang ada pengadilan juga membersihkan nama Susilawati dari tuduhan perselingkuhan pada sidang tanggal xxx. Keputusan pengadilan tidak bisa di ganggu gugat!" seperti itulah yang di katakan oleh hakim ketua.
Dengan ketuk palu tiga kali keputusan sudah mutlak. Dan hak asuh Mika jatuh pada Sila. Nama Sila juga sudah di bersihkan.
Hadi mengusap wajahnya kasar, saat semua hakim dan panitia meninggalkan pengadilan. Sila langsung berlari ke arah ibu dan ayahnya lalu memeluk mereka karena bahagia.
Dave juga langsung menghampiri Jeremy Darrow bersama Oman. Hadi yang melihat hal itu sekarang baru menyadari kalau semua ini juga atas bantuan Dave Hendrawan. Tapi saat Hadi akan menghampiri Dave dan Jeremy uang terlihat sedang bercakap-cakap senang. Suara Susan membuatnya berbalik.
__ADS_1
"Mas Hadi... mas Hadi... om Haris pingsan!" teriak Susan.
Dan teriakan Susan itu langsung menyedot semua perhatian semua orang yang masih ada di dalam ruang sidang. Termasuk Sila dan juga keluarganya.
Hadi langsung berlari menghampiri sang ayah.
"Ayah, ayah bangun!" ucap Hadi yang langsung melihat ke arah ibunya.
"Ayah kenapa Bu?" tanya Hadi panik.
"Masih bertanya, dasar tidak tahu malu. Ayah mu tentu saja terkejut dengan semua tindakan memalukan yang kamu lakukan. Dasar anak durhaka, kalau sampai ayahmu kenapa-napa. Ibu tidak akan pernah memaafkan mu!" emosi Murti benar-benar sudah tidak dapat dia tahan.
"Bu Murti, sebaiknya cepat bawa pak Haris ke rumah sakit!" ucap Sila yang datang melihat keadaan mantan ayah mertuanya itu.
"Benar, Oman gotong pak Haris. Bawa dia ke mobil!" ucap Dave yang juga mengikuti Sila.
Hadi yang masih kesal pada Dave dan Sila tidak membiarkan Oman menyentuh ayahnya.
"Aku bisa sendiri! minggir!" ketus Hadi.
Tapi Murti langsung memukul kepala Hadi dengan kuat.
"Anak bodoh, memangnya kamu bisa menyetir dalam keadaan seperti ini. Biarkan mereka membantu!" tegas Murti yang membuat Hadi mundur dan membiarkan Oman menggendong pak Haris menuju ke mobil untuk segera di bawa ke rumah sakit.
__ADS_1
***
Bersambung...