Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 141


__ADS_3

Sementara itu Karina sedang menunggu dengan harap harap cemas di depan rumah kontrakan nya. Dia tidak tahu apa yang harus dia katakan pada Joseph pagi ini, karena semalam dia pergi begitu saja dari mobil Joseph dan masuk ke dalam rumahnya dengan buru-buru. Sampai-sampai dia tidak sempat mengucapkan terima kasih karena Joseph sudah mengantarkannya pulang dengan selamat.


Karina bahkan semalaman tidak bisa tidur nyenyak karena terus memikirkan apa yang terjadi kemarin. Dia tidak tahu harus bagaimana, di tambah lagi jawaban Joseph yang membuat hatinya merasa sangat terluka.


'Huh, Karina kamu benar-benar konyol. Memangnya kenapa kalau tuan Joseph tidak menyukai mu. Memangnya kamu bisa memaksa perasaan orang. Kenapa harus marah padanya?' tanya Karina dalam hati.


Karina merasa dirinya sendiri konyol karena dia kesal saat Joseph bilang tidak suka pada siapapun. Yang artinya juga tidak suka padanya. Semalam dia pergi begitu saja meninggalkan Joseph. Tapi setelah masuk ke dalam rumah dia merasa tidak enak hati, saat dia keluar Joseph sudah pergi.


Karina menghela nafasnya lalu berdiri ketika melihat sebuah mobil sedan hitam berhenti di depan rumah kontrakan nya.


"Oke Karina, minta maaf dan ucapkan terima kasih. Selesai deh!" gumam nya sambil berjalan ke arah mobil.


Tapi saat orang yang berada di dalam mobil keluar, dari bagian depan kursi pengemudi, Karina langsung menghentikan langkahnya.


"Tuan Oman!" ucap Karina terkejut karena yang menjemput dirinya ternyata Oman dan bukan Joseph.


Sambil tersenyum Oman berjalan ke pintu bagian penumpang di belakang dan membukakan pintu untuk Karina.


"Selamat pagi nona Karina, silahkan!" ucap Oman yang langsung membuat hati Karina rasanya kecewa.


Tapi karena tidak mau membuang waktu dan sikap baik Oman, Karina hanya tersenyum lalu masuk ke dalam mobil. Saat sudah berada di dalam mobil dan mobil sudah melaju meninggalkan rumah kontrakan nya. Karina bergumam dalam hati.


'Apa dia marah padaku, apa dia tersinggung karena tidak mengucapkan terima kasih semalam?' tanya Karina dalam benaknya karena Joseph tidak menjemput dirinya pagi ini seperti biasanya.


Karina sangat penasaran, tapi mau bertanya pada Oman juga tidak mungkin. Memangnya siapa dirinya. Itulah yang ada dipikiran Karina.


Sementara itu di tempat Dave dan Joseph juga sudah berada di perjalanan menuju kantor.


"Jo, aku ada meeting penting tidak pagi ini?" tanya Dave pada Joseph.


Sambil terus fokus mengemudi, Joseph langsung menjawab pertanyaan tuannya itu.


"Pagi ini tidak ada tuan, meeting dengan perusahaan H dijadwalkan pada jam 1 siang ini tuan!" jelas Joseph.

__ADS_1


Dave langsung mengangguk paham setelah mendengarkan penjelasan dari Joseph.


"Kalau begitu kita ke rumah sakit dulu, ada yang ingin aku bicarakan dengan Randy!" ucap Dave.


Dan Joseph pun menjawab.


"Baik tuan!" jawab Joseph singkat padat dan jelas.


Setelah itu dia segera melajukan mobil yang dia kemudikan ke rumah sakit dimana Randy di rawat.


Dave merasa harus bicara dengan Randy tentang apa yang dia katakan kemarin pada semua orang, tentang perasaan nya pada Karina. Karena dia juga tidak mau kalau sampai hubungan Karina dan Randy akan mempengaruhi hubungan pernikahan nya dengan Sila.


Setibanya di rumah sakit, hanya ada Shafa dan juga suaminya Vincent di sana.


Begitu melihat Dave datang, Vincent pun langsung menyapa kakak ipar keduanya itu.


"Selamat pagi kak Dave!" sapa Vincent yang sebenarnya usianya sama dengan Dave.


"Pagi, oh ya. Aku sudah bilang padamu kan. Panggil saja aku Dave!" ucap Dave yang langsung berdiri dengan jarak satu meter dari Randy yang masih berbaring di ranjang pasien yang di setel dengan posisi setengah duduk.


Dave mendengus kesal.


"Aku mimpi sangat buruk, karena itu aku ingin membawa aura negatifnya kemari. Hingga saat aku ke kantor, semua aura negatif itu sudah hilang!" jawab Dave sengaja.


"Ck.. pergi saja sana!" seru Randy kesal.


"Kenapa kalian bertengkar, kalian kan saudara. Oh ya, aku harus pergi dulu. Semoga lekas sembuh ya kakak ipar!" ucap Vincent pada Randy dan hanya di balas anggukan kepala oleh Randy.


'Dasar penjil4t!' batin Shafa.


Saat Shafa sedang membatin tentang suaminya, Dave melihat ekspresi wajah Shafa yang sangat jelas tidak menyukai sikap sok akrab Vincent padanya dan juga pada Randy.


Saat Vincent akan mendekati Dave, Shafa langsung bicara.

__ADS_1


"Tidak usah dekat-dekat dengan kak Dave, dia tidak suka di dekati orang lain!" seru Shafa mengingatkan Vincent.


Vincent langsung menghentikan langkahnya dan mendengus kesal sambil melirik sekilas ke arah Shafa. Dia dan wanita cantik yang adalah putri bungsu dari keluarga Hendrawan itu sudah menikah hampir tiga bulan, tapi dia belum bisa menaklukkan hati wanita yang dia sukai itu sepenuhnya. Bahkan dia belum menyentuhnya sekali pun. Tapi demi nama baik keluarga dan juga perusahaan mereka, Vincent tetap mencoba untuk terus bersabar, karena keputusan ini memang dia yang sudah memutuskan nya.


"Maaf kak, aku lupa!" ucap Vincent pada Dave.


Dave hanya mengangguk dan memberi jalan pada Vincent saat akan keluar dari ruang rawat Randy.


"Hei, kamu galak sekali pada suami mu. Tidak takut dia berpaling pada wanita lain?" tanya Randy pada adiknya.


Randy sebenarnya tahu kalau Shafa tidak suka pada Vincent. Tapi bagaimana pun mereka sudah menikah.


"Kalian berdua tahu kan, itu memang yang aku harapkan!" ucap Shafa yang langsung duduk di sofa sambil memasang headset dan mendengarkan musik.


"Kalian berdua bicara saja, aku tidak akan mendengarkan!" ucapnya lalu memejamkan matanya dan bersandar di sandaran sofa.


Dave hanya bisa menghela nafasnya panjang melihat tingkah adiknya begitu pula dengan Randy.


"Kenapa kamu kesini? pasti bukan untuk menjengukku kan?" tanya Randy lagi.


"Iya, aku hanya ingin katakan kalau ada orang penting di perusahaan mu yang bekerja sama dengan pak Feri ingin mengambil keuntungan yang tidak sedikit dan membuat dua perusahaan merugi!" jelas Dave panjang lebar.


"Ck... kenapa selalu ada para tikus yang ingin mencuri makanan, padahal mereka hidup bertahun-tahun dari perusahaan kita. Aku akan mengatasi ini setelah keluar dari rumah sakit. Berikan saja semua datanya pada Nando sekertaris ku!" sahut Randy.


"Satu hal lagi!" seru Dave tampak serius.


Randy mengangkat sebelah alisnya karena sepertinya Dave sangat serius.


"Apa lagi?" tanya Randy.


"Apa kamu sadar, Karina itu sangat tidak menyukai mu. Dia sangat membencimu. Bagaimana bisa kamu berpikir untuk menikahinya, apa ini juga salah satu rencana mu untuk menghancurkan hatinya, dan juga kehidupannya?" tanya Dave dengan wajah yang sangat serius pada Randy.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2