Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 250


__ADS_3

Karina akhirnya bisa bernafas lega karena setelah dia bicara dari hati ke hati dengan Riyanti. Apalagi ketika Karina menceritakan perjuangan ayah Riyanti yang bersusah payah menjalankan, membangkitkan perusahaan dari nol hingga sekarang. Kerja keras dan pengorbanan sang ayah yang menyekolahkan Riyanti di sekolah terbaik hingga bisa menjadi Riyanti yang seperti sekarang. Akhirnya Riyanti bisa membuka mata hatinya. Dia memeluk Karina dan berkata.


"Kau benar Karina, jika Randy memang mencintai ku. Dia pasti akan mempertahankan aku seperti aku mempertahankan dirinya. Aku bahkan sampai melupakan pengorbanan ayah ku untuk perusahaan, aku nyaris saja membuat perusahaan yang di bangun ayahku dengan tangis dan keringatnya hancur. Aku hampir saja membuat semua perjuangan ayah ku itu sia-sia. Kau benar Karina, tidak seharusnya aku seperti ini!" ucapnya sambil memeluk Karina.


Di sisi lain, Karina juga bersyukur karena sekeras keras kepalanya Riyanti. Dia masih bisa di ajak bicara baik-baik dan di jelaskan dengan baik. Riyanti pun menyadari semua kesalahannya itu, sekarang ibunya sakit dan sedang menjalankan perawatan di luar negeri. Hanya Riyanti lah satu-satunya harapan ibunya. Riyanti memutuskan untuk tidak menyerah pada cinta.


"Aku merelakan Randy untuk mu, karena kamu memang wanita yang baik. Bahkan lebih baik dariku...!"


"Tidak nona, kau lah yang terbaik. Tapi pasti ada pria yang lebih baik dari kadal buntung itu untukmu di luar sana!" sela Karina.


Riyanti tersenyum lirih. Mungkin apa yang dikatakan Karina benar. Tapi tidak dalam waktu dekat ini, karena hatinya masihlah sangat merasa masih banyak cinta untuk Randy. Tapi dia juga tidak mau sampai semua itu merusak kehidupan nya dan juga perusahaan juga ibunya yang sedang sakit.


"Maafkan aku karena sudah membuat keributan di sini Karina, aku akan pergi. Tolong ingatkan aku akan semua yang kau katakan tadi. Jika suatu saat perasaan ku lebih menguasai diriku dari pada pikiran ku!" ucap Riyanti dengan mata yang masih berkaca-kaca.


Karina hanya mengangguk, matanya juga berkaca-kaca. Tapi dia bersyukur Riyanti masih mau mengerti.


"Aku pergi!" ucap Riyanti lalu meninggalkan ruangan Karina.


Di luar ruangan, Shafa masih menunggu di dekat pintu. Melihat Riyanti keluar dengan wajah sedih dan melewatinya begitu saja tanpa melihat ke arahnya bahkan menyapanya. Shafa pun langsung masuk ke dalam rumah karena begitu penasaran tentang apa yang terjadi dan apa yang Karina dan Riyanti bicarakan.


Begitu Shafa masuk ruangan dia lalu bertanya pada Karina.


"Kak Karina, apa yang terjadi?" tanya Shafa begitu penasaran.


"Riyanti sudah merelakan kakak mu, apa kamu tahu dimana kakak mu sekarang?" tanya Karina.

__ADS_1


Shafa terdiam, dia sebenarnya tahu kalau Randy sedang mengurus masalah kasus kecelakaan Alisha. Dan dia juga cukup terkejut ketika mengetahui kalau pelakunya adalah Aline Praja. Tapi dia masih enggan mengatakan nya pada Karina, Shafa takut kalau dia salah kata dalam menyampaikan hal itu dan membuat Karina salah paham atau salah pengertian. Karena itu dia memutuskan agar kakak nya sendiri yang memberitahukan hal itu pada Karina.


Setelah diam cukup lama, akhirnya Shafa hanya menggelengkan kepalanya saja. Membuat Karina hanya menghela nafas, kalau saat ini dia tahu dimana Randy. Ingin rasanya dia menjewer telinga kadal buntung nakal itu hingga telinganya merah.


***


Di tempat lain, setelah selesai meeting. Dave dan Joseph sama-sama memeriksa ponsel mereka. Dave langsung terkejut ketika melihat banyak panggilan tak terjawab dari Sila. Dengan cepat dia pun segera menghubungi Sila. Namun baru akan meletakkan ponsel di telinganya, Joseph lebih dulu berkata.


"Tuan, nyonya di rumah sakit. Oman bilang nyonya perutnya sakit dan ada di rumah sakit kasih bunda!"


Mendengar apa yang dikatakan Joseph. Dave langsung menyimpan ponselnya dan bergegas menuju ke arah lift. Setelah tiba di basemen Joseph juga langsung membukakan pintu mobil untuk Dave dan mereka pun segera menuju ke rumah sakit kasih bunda.


Mereka melaju dengan kecepatan tinggi, hingga kurang dari setengah jam. Mobil yang di kemudikan Joseph sudah tiba di depan rumah sakit itu. Dave langsung keluar dari dalam mobil dan berlari masuk ke dalam rumah sakit. Sementara Joseph mencari tempat parkir.


Dave langsung mengarah ke meja pusat informasi, disana dia bertanya dimana istrinya berada. Setelah mendapatkan jawaban dari petugas bagian informasi. Dave segera menuju lantai dua, dimana istrinya berada. Di sebuah ruangan yang bertuliskan ruangan mawar. Dave langsung membuka pintu ruangan itu, dan mendapati Sila yang tengah dalam keadaan posisi tiduran.


Karena dokter menyarankan Sila berbaring selama lima jam setelah pemeriksaan tadi.


Dave langsung menghela nafas lega melihat Sila, dia berlari menghampiri Sila dan memeluknya.


"Sayang, maafkan aku. Tadi aku meeting hingga tidak bisa mengangkat telepon darimu! apa yang terjadi? anak kita bagaimana?" tanya Dave yang jelas sekali terlihat kepanikan dan kecemasan luar biasa di wajahnya.


"Anak kita baik-baik saja, aku yang salah. ku yang membuatnya menjadi teg4ng dan sedikit mengalami tekanan...!"


"Apa ada yang mengganggu mu, ada yang menyakitimu?" tanya Dave.

__ADS_1


Sila tahu kalau suaminya pasti langsung ke rumah sakit saat mendengar dirinya berada di sini. Dia tahu pasti Dave belum dengar kabar tentang kematian Catherine yang meninggal karena bunuh diri.


"Mas... apa setelah Chaterine pergi dari kantor waktu itu, kamu bertemu dengannya lagi?" tanya Sila ragu.


Dave merasa heran dengan pertanyaan Sila. Kenapa Sila bertanya seperti itu padanya.


"Tidak sayang, aku tidak menemuinya lagi setelah itu. Seharusnya hari ini dia datang untuk menandatangani kontrak, tapi dia tidak datang sepertinya...!"


"Catherine meninggal mas!" ucap Sila menyela Dave.


Dave terkejut, dia terdiam sesaat. Bukannya mereka baru saja bertemu dengan Catherine. Tentu hal itu sangat mengejutkannya.


"Meninggal?" tanya Dave.


Sila pun langsung meraih ponselnya yang ada di samping nya, dia membuka laman berita tentang kabar viral itu dan menunjukkannya pada Dave.


"Oman juga sudah meminta Roy menyelidikinya, dan benar kalau semalam Chaterine bunuh diri mas!" ucap Sila.


"Surat yang dia tinggalkan itu yang membuat ku terus memikirkan mu..!" Sila menjeda kalimatnya karena dia merasa kembali resah.


Dave pun memperbesar surat yang di posting oleh manager Catherine. Mata Dave sedikit menyipit ketika melihat inisial D disana. Sekarang Dave tahu, kenapa Sila jadi resah dan gelisah memikirkan dirinya. Dave juga tahu kalau masalah ini bukan masalah sepele, dia tahu siapa itu Edgar Retz hingga selama ini sebenarnya Dave selalu menjaga hubungan baik dengan Catherine. Tapi lepas dari semua hal itu, dia tidak mau kalau Sila sampai kepikiran.


Dave pun membelai lembut wajah Sila.


"Sayang jangan cemas, inisial D bukan hanya Dave Hendrawan bukan? semua akan baik-baik saja!" ucapnya lembut lalu mengecup kening Sila.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2