
Sementara itu Dave dan Sila baru saja tiba di rumah Prio Utomo. Dave ingin meminta ijin pada Prio Utomo untuk mengajak Sila tinggal bersamanya di apartemen nya.
Tapi saat mobil yang di kemudikan Oman baru tiba di depan gerbang, Sila sempat melihat mobil yang sangat familiar dengannya baru saja meninggalkan tempat itu. Dave yang melihat istrinya sejak turun dari dalam mobil terus memperhatikan mobil yang menjauh itu pun bertanya pada Sila.
"Sayang, kamu sedang lihat apa?" tanya Dave.
"Mas, itu seperti mobil mas Hadi!" jawab Sila yang bingung untuk apa Hadi kemari.
"Benarkah? mau apa dia kemari?" tanya Dave yang langsung merangkul pinggang istrinya dan mengajaknya masuk ke dalam rumah.
Oman yang melihat bosnya merangkul pinggang Sila pun menampakkan ekspresi yang tersipu.
'Ya ampun, bos sepertinya sudah sembuh dari penyakitnya. Si galak Jo juga sudah semakin dekat saja dengan teman nyonya bos itu, heh... aku kapan ya bisa mengakhiri predikat jomblo ku ini?' pikir Oman yang bertanya-tanya pada dirinya sendiri kapan dia bisa gak jomblo lagi.
Oman mengusap wajahnya kasar, lalu dia pun kembali masuk ke dalam mobil untuk menunggu Dave yang memintanya untuk menunggu karena mereka tidak akan lama di di rumah Prio Utomo.
Tapi saat Sila dan Dave masuk ke dalam rumah ayahnya dia melihat raut wajah teg*ang dari semua anggota keluarganya.
"Selamat malam ayah, ibu, kak...!" sapa Sila yang baru saja masuk.
Dave pun mengangguk dan tersenyum pada semuanya.
"Selamat malam Sila, tuan Dave!" jawab Niken yang tersenyum ke arah mereka.
Tini langsung menghela nafasnya, dia berusaha untuk tersenyum padahal tadi dia sangat marah.
"Kak, tadi aku lihat di luar ada mobil mas Hadi yang meninggalkan tempat ini. Apa dia baru saja ke rumah ini?" tanya Sila yang begitu penasaran untuk apa mantan suaminya itu datang ke rumah ayahnya.
"Duduk dulu Sila, nak Dave!" ucap Prio yang mengajak Tini juga ikut duduk di sofa.
__ADS_1
Mereka semua akhirnya duduk di sofa ruang tengah, Niken yang mengerti akan tugasnya pun tanpa di minta langsung pergi ke dapur untuk membuatkan teh hangat untuk menemani ngobrol semua orang di ruang tengah.
"Yang datang tadi itu bukan Hadi, tapi ibunya dan seorang wanita yang sengaja siapa kami belum pernah melihatnya sebelumnya!" jelas Bima yang sedari tadi menunggu ayahnya bicara tapi Prio Utomo tak kunjung membuka suara. Jadi Bima berinisiatif untuk membuka percakapan.
"Ibu Murti?" tanya Sila yang semakin heran saja.
Bukankah mantan ibu mertuanya itu malah tidak ada urusan sama sekali dengan keluarganya. Kenapa dia malah mendatangi rumah ayah Sila.
"Tapi untuk apa ibu Murti datang?" tanya Sila yang merasa bingung.
Dave yang sejak tadi diam sebenarnya berusaha menganalisa apa yang terjadi. Dan sepertinya dia sudah tahu apa tujuan mantan mertua istrinya itu datang ke rumah ayah Sila.
"Mungkin dia mencari mu sayang!" celetuk Dave.
Sila langsung menoleh ke arah Dave yang duduk di sebelahnya.
"Mencari ku?" lagi-lagi Sila bertanya karena dia memang tidak bisa menebak untuk apa mantan ibu mertuanya itu mencarinya.
Dave yang mendengar hal itu langsung menegakkan posisi duduknya dan tersenyum pada ibu mertuanya itu.
"Wah, ibu keren sekali!" puji Dave pada Tini yang membuat raut wajah Tini dan Prio Utomo jadi bingung dan sempat saling pandang.
"Benar kan apa kataku tadi, ibu itu keren!" sambung Niken yang baru saja keluar dari arah dapur dan membawa nampan berisi beberapa cangkir teh hangat.
Bima langsung membantu istrinya menyajikan teh. Dan Niken pun ikut duduk di sebelah Bima.
"Ibu tadi kesal karena Bu Murti terus saja mengatakan hal yang tidak-tidak tentang kamu Sila. Anaknya yang selingkuh dan menjebak kamu, tapi dia terus menuduh mu dan mengatakan kelakuan mu minus lah, tidak pantas mendidik Mika lah, yang mengatakan kalau kamu tidak tahu malu lah...!"
"Dek!" tegur Bima yang langsung memegang pundak Niken dengan keras.
__ADS_1
Masalahnya sejak Niken mengatakan semua yang di katakan oleh Murti tentang Sila, Bima melihat tangan Dave mengepal dan semakin Niken bicara tangan Dave itu mengepal semakin kuat.
"Kenapa mas, memang benar kan? makanya ibu menampar wanita itu agar dia diam! dia bahkan mengatakan Sila itu pengkhianat!" tambah Niken yang memang suka bicara ceplas-ceplos.
"Mereka benar-benar keterlaluan!" geram Dave.
"Nak Dave, kami percaya padamu. Kami percaya kalau nak Dave bisa membersihkan nama Sila. Karena bagaimana pun juga, kami belum bisa mengatakan apapun tentang Hadi pada ibunya tadi karena kami memang tidak punya bukti!" ucap Prio Utomo yang terus saja menghela nafas berat.
"Ayah, aku berjanji padamu. Besok di persidangan, mata semua orang akan terbuka dan melihat siapa sebenarnya yang berkhianat!" ucap Dave dengan yakin.
Setelah mengobrol beberapa saat dengan ayah dan ibu mertuanya, Dave lalu meminta ijin pada Prio Utomo untuk mengajak Sila tunggal di apartemennya.
"Kalian kan sudah menikah, tentu saja kalian boleh tinggal bersama!" sahut Niken dengan wajah yang sangat senang.
"Dek!" lagi-lagi Bima harus menegur Niken karena dia menjawab pertanyaan yang seharusnya tidak dia jawab.
Dave bertanya pada Prio Utomo, tapi malah Niken yang menyambar jawaban untuk Dave.
Prio Utomo malah terkekeh saat Bima menegur Niken, Prio Utomo sudah hafal betul tabiat dari menantunya itu, dan dia juga tidak mempermasalahkan nya. Karena walaupun Niken itu orangnya ceplas-ceplos tapi dia sangat baik dan pengertian. Dia juga sayang pada Prio Utomo dan juga Tini sama seperti pada orang tuanya sendiri.
"Tidak apa-apa Bima, istrimu benar. Nak Dave dan Sila kan memang sudah menikah. Maka Sila tentu saja harus ikut kemana nak Dave tinggal!" ucap Prio Utomo yang membuat wajah semua orang tersenyum.
Terutama Niken yang sangat senang karena ayah mertuanya itu membelanya. Niken bahkan menyikut perut bagian samping Bima dan menjulur*kan lidahnya mengejek sang suami.
Semua orang terkekeh melihat tingkah Niken, kelakuan nya benar-benar tak sesuai dengan usianya yang sudah punya anak sulung yang yang sudah SMA.
Dave pun menggenggam tangan Sila. Dia sangat senang keluarga Sila bisa menerimanya dan pernikahan mereka. Bahkan mengijinkan Sila tinggal bersama dengan Dave.
***
__ADS_1
Bersambung...