
Keesokan harinya, dimana Hadi sudah sangat panik dan ketar-ketir karena sampai pukul delapan pagi dia belum juga mendapatkan pengacara yang mau menangani kasusnya. Apalagi semalam dia tidak bisa tidur dengan nyenyak, semalaman dia bahkan tidur di kamar Mika. Melihat terus anaknya yang sedang terlelap dari sofa panjang yang ada di sebelah tempat tidur Mika.
Hadi begitu cemas, apalagi saat mengetahui ibu dan juga calon istrinya yang baru kembali dari rumah ayah Sila tanpa sepengetahuan nya. Murti mengadu pada Hadi karena Tini sudah menampar pipinya, dan meminta Hadi menuntut mantan ibu mertuanya itu.
Hadi pun hanya bisa mendengus kesal, bagaimana mungkin Hadi menuntut Ibunya Sila sedangkan tidak ada satu pun pengacara yang mau dia bayar untuk menjadi rival dari Jeremy Darrow, pengacara nya Sila.
Meskipun Susan dan ibunya terlihat sangat kecewa pada Hadi, tapi dia memang sedang tidak bisa berpikir jernih saat itu. Yang ada di pikiran nya hanyalah dia tidak sanggup kalau tanpa Mika.
Seperti biasanya, Mika sudah di antar oleh supir dan juga Diah ke sekolah bermainnya. Hadi yang memang tidak bersemangat sekali pagi ini pun keluar dari dalam kamarnya dengan langkah gontai dan dasi yang tidak terpasang rapi. Susan yang memang sudah datang pagi-pagi sekali untuk ikut ke persidangan langsung berdiri dan menghampiri Hadi. Susan langsung merapikan dasi Hadi.
"Mas, dasi mu berantakan. Kita sarapan dulu ya!" ajak Susan setelah selesai merapikan dasi yang di pakai oleh Hadi.
"Mas, aku tahu nanti pasti akan jadi saat yang berat bagimu, tapi keputusan nya kan belum final. Berdasarkan hasil sidang yang waktu itu, semua juga tahu kalau yang selingkuh itu Sila, mantan istrimu itu. Hakim pasti juga akan berpikir untuk menyerahkan Mika pada wanita yang sudah berkhianat seperti Sila!" ucap Susan yang membuat Hadi hanya bisa menghela nafasnya berat.
Murti dan Haris yang mendengar perkataan Susan pun menampakkan ekspresi yang berbeda. Kalau Murti terlihat sangat senang dengan alis yang terangkat, Haris justru terlihat sedih dengan menundukkan wajahnya yang sebelumnya dia usap kasar.
Hadi sendiri seharusnya yakin dengan apa yang dikatakan Susan. Tapi entah kenapa, perasaannya dan rasa percaya dirinya menjadi goyah. Bagaimana pun juga jadi sendiri sadar, kalau semua yang di katakan Susan itu adalah sebuah kebohongan. Faktanya Hadi dan Susan lah yang sudah menjebak Sila, hingga menimbulkan kesan pada semua orang kalau dirinya selingkuh. Padahal nyatanya kedua pasangan ini lah yang selingkuh dalam waktu yang sangat lama.
"Kita berangkat sekarang ya mas, aku sudah bilang pada Deni agar dia mengurus semua pekerjaan di kantor!" ucap Susan lagi yang mencoba menjadi penyelamat situasi bagi Hadi.
Masih dengan helaan nafas berat Hadi pun melangkahkan kakinya menuju mobil. Susan yang mengambil alih kemudi karena dia cemas pada keadaan Hadi yang sepertinya tidak fokus. Harus dan juga Murti juga mengikuti mereka, kedua orang tua Hadi itu duduk di kursi penumpang bagian belakang.
30 menit kemudian, tibalah mobil yang di kemudian Susan di area parkir pengadilan. Suasana pengadilan lumayan ramai. Hadi pun turun dari dalam mobil bersama dengan kedua orang tuanya dan Susan. Tapi saat mereka akan masuk ke ruang tunggu, Hadi melihat sebuah mobil mewah melewatinya. Dan saat si pemilik mobil keluar dari mobil setelah pintunya di buka oleh orang yang berpakaian rapi juga. Mata Hadi melebar melihat ke arah pria tinggi dan sangat putih itu.
__ADS_1
"Itu Jeremy Darrow!" ucap Hadi yang tahu kalau itu adalah Jeremy Darrow. Pengacara Sila.
Hadi mengenali wajahnya karena Susan pernah mencari tahu tentangnya di internet. Dan wajahnya sangat persis dengan yang ada di internet.
Susan juga langsung melihat ke arah yang dilihat oleh Hadi.
"Susan, ajak ayah dan ibu ke dalam duluan. Aku akan bicara dengan Jeremy Darrow!" ucap Hadi yang langsung meninggalkan Susan bersama kedua orang tuanya.
Susan pun menuruti perkataan Hadi, karena memang dia juga tidak mau hak asuh Mika jatuh ke tangan Sila.
Hadi sempat membaca kalau Jeremy Darrow juga punya seorang putri yang usianya hampir sama dengan Mika. Hadi sangat berharap Jeremy Darrow mau mengerti perasaan nya dan situasi yang sedang Hadi hadapi saat ini.
Hadi terus mengikuti Jeremy Darrow, saat Jeremy akan masuk ke ruang pengacara. Hadi memanggilnya dengan keras.
Jeremy langsung menoleh, karena telinga pengacara tampan itu memang sangat tajam. Begitu dia melihat Hadi yang tergesa-gesa menghampiri dirinya, Jeremy langsung menoleh ke arah asistennya dan bertanya.
"Who's he?" tanya Jeremy pada asistennya Ben.
Ben yang memang mengenali wajah Hadi dari profil yang diberikan oleh Dave dan Sila pun menjawab dengan yakin.
"Itu, Hadi Tama bos. Dia adalah orang mantan suami dari klien kita. Ayah dari Mikaila Hadi!" jelas Ben.
Jeremy hanya mengangguk dua kali sebagai tanda kalau dia paham dengan penjelasan Ben.
__ADS_1
"Pria pengecut itu rupanya!" gumam Jeremy Darrow yang memang sudah tahu semua tentang kasus Hadi dan Sila.
Jeremy Darrow pun berdiri menghadap ke arah Hadi yang terlihat mengatur nafasnya karena dia tadi setengah berlari saat menghampiri Jeremy Darrow.
"Tuan Darrow, bisakah aku bicara dengan mu sebentar?" tanya Hadi langsung pada poinnya.
"Silahkan!" ucap Jeremy dengan santai.
"Tuan, aku tahu tuan adalah pengacara Sila, mantan istriku. Tapi tuan juga adalah seorang ayah bukan, tuan juga punya seorang putri bukan? tuan pasti sangat menyayangi putri kecil tuan. Begitu pula dengan ku tuan. Aku juga sangat mencintai putriku, pernikahan ku dengan Sila berakhir karena dia bersama dengan pria lain di malam itu, aku melihatnya sendiri. Aku hanya ingin putriku tuan, aku sungguh tidak akan bisa hidup tanpa putriku!" ucap Hadi panjang lebar berusaha membujuk Jeremy Darrow agar membantunya.
Hadi yakin kalau Jeremy Darrow pasti akan tersentuh melihat betapa tulusnya dia pada putrinya. Hadi memang sangat menyayangi Mika, itu pun bisa di lihat oleh Jeremy.
"Aku mengerti tuan Dave, seperti katamu. Kita berdua sama-sama ayah dari seorang putri. Kita berdua juga sangat mencintai putri kita masing-masing. Sebentar!" ucap Jeremy Darrow yang langsung mengangkat tangannya di depan Hadi.
Jeremy lalu meraih dompetnya, dan menunjukkan sebuah space dimana berisi foto, dirinya, istrinya Alia Jeremy Darrow dan putri kecilnya Sherlyn Darrow.
"Ini anakku, dan ini ibunya! aku memang sangat mencintai anakku, tapi aku juga tahu kalau istriku juga sangat mencintai putri kami, aku juga sangat mencintai istriku. Wanita yang telah melahirkan anakku, untukku!" jelas Jeremy yang membuat Hadi malah terlihat bingung.
Jeremy pun menyimpan dompetnya kembali.
"Saat aku memutuskan untuk menikahi Alia, aku sudah berjanji pada diriku sendiri kalau aku akan menjaganya dan membahagiakan nya seumur hidupku, Alia adalah nyawaku. Dan putri kecilku adalah nyawanya!" jelas Jeremy Darrow yang langsung membuat Hadi terdiam karena apa yang dikatakan Jeremy bak petir yang langsung mengenai hatinya.
***
__ADS_1
Bersambung...