
'Aku sudah menduganya, Karina memang tidak setuju dengan rencana pernikahan ini. Aku harus benar-benar bicara pada mas Dave tentang hal ini, aku tidak mau Karina menjalani hubungan dengan terpaksa, dia tidak akan bahagia!' batin Sila yang sangat tidak ingin kalau sampai Karina tidak bahagia dalam hidupnya.
Meski hubungan di antara keduanya adalah sahabat, tapi Karina adalah teman yang selalu ada saat Karina butuh pelukan, butuh dukungan bahkan butuh tempat tinggal saat keluarganya bahkan tidak percaya padanya dulu.
Tapi saat Sila sedang berpikir bagaimana cara agar bisa membantu Karina membatalkan rencana perbuatannya dengan Randy. Karina justru menghela nafasnya berat lalu meletakkan kedua tangannya di meja lalu meraih gelas jus alpukat nya. Karina mengaduk sebentar jus alpukat nya sambil tersenyum lirih.
"Aku juga dulu tidak suka jus alpukat Sila, padahal dulu itu aku tidak pernah mencobanya. Hanya melihat tampilan luarnya saja, warnanya hijau pucat dan aku pikir rasanya tidak akan enak!" ucap Karina yang membuat Sila serius mendengarkan Karina.
Sila yakin ada hal penting yang tersirat dari ucapan Karina itu.
"Sampai aku mencobanya, dan ternyata sangat enak. Apalagi di campur dengan susu coklat, meski warnanya semakin aku tidak menyukai nya tetapi rasanya justru lebih enak lagi dan aku jadi sangat menyukainya!" lanjut Karina yang membuat Sila mengernyitkan dahinya..
"Jadi...?" tanya Sila yang sudah tahu arah pembicaraan Karina.
Karina tersenyum mendengar apa yang dikatakan Sila, Karina tahu sahabatnya itu akan mudah mengerti dengan maksudnya.
Karina kemudian mengangguk beberapa kali, dan melihat ke arah Sila.
"Aku pikir aku akan memberikan Randy kesempatan...!"
"Karina apa kamu ingin menghancurkan hidupmu sendiri, Randy itu playboy dia jahat dan licik. Dia pernah memfitnah mu, dia menjebak mu, dia itu pacar Riyanti, Karina!" pekik Sila menyela ucapan Karina.
Sila mengusap dahinya, dia tidak habis pikir Karina malah berkata seperti itu. Kalau Karina menolak, Sila bahkan akan berdiri paling depan mendukungnya, dan Dave juga sudah berjanji pada Sila akan ada di pihak mereka. Tapi Karina malah akan menerima Randy, itu membuat Sila benar-benar terkejut.
Karina menunduk sedih.
'Aku tidak bisa menjelaskannya padamu Sila, aku bahkan tidak yakin kalau aku menolak Randy, apakah aku juga bisa bahagia? orang yang ku sukai tidak menyukai ku, Sila!' batin Karina sedih.
"Aku dan mas Dave ada di pihak mu Karina. Kami akan selalu bersama mu dan mendukung mu. Pikirkan lagi...!"
Sebelum Sila bicara, Karina memegang tangan Sila yang ada di atas meja.
__ADS_1
"Aku sudah memikirkan hal ini Sila, kadal buntung itu sudah mengatakan dia menyesal atas semua perbuatan nya, dia mengatakan itu di depan kedua orang tuanya. Aku pikir setiap orang berhak untuk mendapatkan kesempatan. Lagipula kamu juga pernah bilang padaku kan, akan lebih baik kalau kita itu di cintai, karena kita tidak akan di sakiti, iya kan?" tanya Karina pada Sila.
Mata Sila sudah berkaca-kaca, memang dia mengatakan itu pada Karina. Tapi pada akhirnya dia juga di sakiti dan di khianati oleh Hadi.
"Karina!" lirih Sila.
"Sila, kalau di pikir lagi, kamu menyadarinya tidak. Aku sudah berusaha menjauh dari Randy, sudah di jaga juga oleh tuan Joseph supaya Randy tidak bisa mendekatiku. Tapi kenyataannya saat aku dalam bahaya dia datang dan menolongku, sampai dia mengorbankan dirinya demi aku. Aku yakin. Kalau memang Randy itu bukan jodoh ku, akan ada cara Tuhan menjauhkannya dariku! tapi kalau memang dia jodohku, aku yakin akan lari kemana pun aku, dia akan tetap bisa menemukan ku!" ucap Karina yang membuat Sila terdiam.
Karena semua perkataan Karina itu memang benar, dirinya dan Dave sudah berusaha menjauhkan Karina dari Randy. Tapi nyatanya, mereka malah di pertemukan dengan tidak sengaja lagi, dan Randy bahkan muncul menjadi sosok pahlawan bagi Karina.
Dan seperti kata Dave pada Sila, hanya Karina sajalah satu-satunya wanita yang di kenalkan Randy pada kedua orangtuanya.
Setelah selesai mengobrol mereka pun memutuskan untuk pulang. Sila mengantarkan Karina menemui Joseph, setelah memastikan dia di antar Joseph. Sila juga pulang bersama Mika, Diah dan Oman.
Di perjalanan menuju kantor, Karina sesekali melirik ke arah Joseph yang tampak gusar.
"Tuan Joseph, apa semua baik-baik saja?" tanya Karina yang penasaran ada apa dengan Joseph.
Bahkan saat Karina bertanya padanya, Joseph seperti tak mendengar Karina bicara.
'Apa dia tidak mendengar ku?' tanya Karina dalam hati.
Penasaran level maksimal, Karina sampai menepuk lengan Joseph, membuat pria garang itu langsung menginjak pedal rem karena terkejut.
"Nona Sha..!" Joseph langsung menghentikan kalimat yang ingin dia katakan. Ketika dia menoleh dan melihat ayang ada di sampingnya itu adalah Karina bukan Shafa.
"Sha..? Sha siapa?" tanya Karina bingung dan penasaran pada saat yang sama.
Joseph langsung mendengus kesal.
'Siall! dia benar-benar membuat ku gil4!' batin Joseph yang masih tidak bisa melupakan apa yang dilakukan Shafa padanya tadi.
__ADS_1
"Tidak apa-apa nona Karina, bukan siapa-siapa! aku minta maaf aku kurang fokus? apa nona membutuhkan sesuatu?" tanya Joseph pada Karina.
Karina terdiam lalu menggelengkan kepalanya.
"Tidak apa-apa. Maaf karena mengagetkan mu!" ucap Karina yang langsung memalingkan wajahnya ke arah jendela.
Joseph kemudian kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju kantor. Tapi Karina memejamkan matanya sekilas.
'Ternyata benar, memang dia menyukai orang lain. Kurasa keputusan ku memang sudah tepat!' batin Karina yang semakin mantap dengan keputusannya untuk memberi kesempatan pada Randy.
Jam 7 malam, di apartemen Dave. Sila sedang mondar-mandir di ruang tamu sambil terus melihat ke arah pintu. Dia sudah berdandan rapi, make up tipis dan juga mini dress dengan lengan panjang berwarna hijau botol membuat Sila yang memang agak berisi setelah kehamilan nya hampir masuk trimester kedua, membuat Sila tampak cantik dan elegan.
Sila memakai flatshoes dengan warna senada yang sama dengan tas yang ada di atas meja.
Begitu pintu apartemen terbuka, Sila langsung melirik ke arah pintu.
"Mas!" panggil Sila ketika melihat Dave masuk ke dalam apartemen.
Dave memandangi Sila yang menurutnya sangat menawan.
Dave bahkan langsung memeluk dan mencium leh3r Sila yang menurutnya sangat harum.
Merasa g3li, Sila langsung menjauhkan dirinya sedikit dari Dave.
"Mas, bagaimana penampilan ku?" tanya Sila memastikan dia tidak akan mempermalukan Dave saat akan bertemu dengan kedua orang tua Dave.
"Sempurna!" jawab Dave sambil mengangkat kedua jempolnya di depan Sila, membuat Sila yang awalnya gugup sekali merasa lebih santai.
***
Bersambung...
__ADS_1