Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 155


__ADS_3

Semua yang ada di dalam ruangan itu tadinya acuh. Tapi begitu Susan menyebutkan nama Sila dan mantan suaminya. Davina jadi penasaran dengan wanita itu.


Dave segera melihat ke arah Joseph, dan seperti mengerti apa yang di inginkan Dave. Joseph lantas berdiri dan meminta agar Susan cepat keluar dari ruangan itu.


"Keluar!" tegas Joseph dengan wajah datar.


Melihat wajah Joseph yang sedikit menakutkan dan suaranya yang begitu dingin. Susan sebenarnya agak merinding. Tapi dia tidak bisa keluar begitu saja. Dia tidak ingin sama sekali melihat Sila kehidupan nya lebih baik darinya.


"Kenapa tuan Joseph, aku hanya ingin menyapa mantan istri dari calon suamiku?" tanya Susan yang sengaja bersuara dengan keras agar yang lain bisa mendengar apa yang dia katakan.


"Ini acara makan malam keluarga, kamu bisa menyapa nyonya Sila di lain kesempatan!" jelas Joseph yang sudah mempersiapkan Susan untuk keluar.


Tapi Susan malah menepis tangan Joseph dan bergerak maju.


"Oh ya, jadi kamu sudah jadi bagian dari keluarga Sila?" tanya Susan yang langsung maju mendekati meja makan besar itu.


Joseph langsung menghentikan Susan dengan memegang lengannya dan hendak menarik Susan menjauh dari sana. Tapi Susan malah berteriak.


"Tunggu, tunggu dulu. Kenapa ingin sekali mengusir ku dari sini? nyonya dan tuan Hendrawan kalian memang keluarga yang sangat baik ya, seperti yang aku dengar di luar sana. Kalian bahkan menerima wanita yang bahkan di ceraikan suaminya karena tidur dengan pria lain...!"


"Cukup nona Susan, sebaiknya anda keluar atau saya akan berlaku kasar pada anda!" Seru Joseph menghentikan Susan dengan menarik tangannya.


"Kenapa, aku tidak berbohong. Aku bicara sesuatu yang benar. Sila, apa ku sudah menceritakan ini pada calon ibu dan ayah mertua mu?" tanya Susan yang membuat Dave mengepalkan tangannya kasar.


"Joseph, cari Hadi Tama. Dan bawa kemari!" perintah Dave pada Joseph.


Joseph lantas melepaskan tangan Susan dan segera keluar untuk mencari Hadi Tama.


Davina yang begitu penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Susan menengok ke arah Sila yang hanya bisa duduk terdiam, dengan tangan yang di genggam erat oleh Dave.


Shafa juga sama terkejutnya dengan perkataan Susan, begitu pula Randy dan Vincent. Rizal masih menunjukkan ekspresi biasa, karena semua pasti ada penjelasan nya, itu yang ada di pikirannya.


"Sila, apa benar yang wanita ini katakan? aku memang tidak bertanya apa alasan suami mu menceraikan mu, tapi kalau alasannya adalah seperti yang dikatakan oleh wanita itu...!"


Dave yang menggenggam tangan Sila merasakan tangan istrinya semakin dingin. Dave pun menyela ucapan Davina untuk membela Sila.


"Bu, Sila di jebak!" jawab Dave.


"Benarkah? siapa yang menjebaknya?" tanya Davina yang semakin berkurang rasa simpatiknya pada Sila.


"Mantan suaminya sendiri dan perempuan itu!" ucap Dave lalu menoleh ke arah Susan.


Davina juga langsung menoleh ke arah Susan.

__ADS_1


"Pergilah nona, kamu malah mempermalukan dirimu sendiri. Wanita seperti apa yang masih berani memperlihatkan dirinya pada wanita yang sudah dia rusak rumah tangga nya!" cibir Davina pada Susan.


Shafa juga menatap tajam pada Susan.


"Pergi kamu sebelum aku siram dengan kuah panas ini!" gertak Shafa yang kesal pada Susan.


Dia masih tidak habis pikir, bagaimana seorang pelakor malah datang dan menghina Sila.


"Tunggu dulu nyonya, kalian tidak mengerti maksudku. Memang apa salahku kalau mas Hadi lebih mencintai ku daripada dia, wanita yang tidak bisa memuaskan suaminya sendiri...!"


Brakk


Dave memukul meja dengan kuat, membuat semua orang terkejut.


"Jaga mulut mu, atau akan ku r0bek mulut mu itu!" gertak Dave.


Shafa terkesiap, dia belum pernah melihat Dave semarah itu.


"Jangan bicarakan hal memalukan seperti itu, menantu ku sekarang sedang hamil. Bagaimana kamu bisa katakan hal seperti itu?" tanya Davina yang memastikan hubungan Dave dan Sila pasti sangat baik. Juga urusan ranjang mereka, karena sekarang Sila sedang hamil.


"Oh ya, selamat ya Sila. Tapi apa kamu yakin itu anak tuan Dave. Bukan anak pria yang malam itu bersama mu?" tanya Susan membuat Dave naik pitam.


Davina kemudian melihat ke arah Sila.


"Berapa usia kandungan mu Sila?" tanya Davina yang mulai termakan omongan Susan.


Tapi Sila yang merasa tidak perlu menutupi usia kehamilannya lantas mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Davina.


"Tiga bulan Bu!" jawab Sila.


Davina terkejut.


"Tiga bulan, bukankah kalian baru menikah dua bulan? jadi anak itu...!"


"Anak yang dikandung Sila ini anakku Bu, darah daging ku!" seru Dave.


"Tapi Dave...!"


Dave lalu mengambil ponselnya, dia yang tak ingin semua keluarganya salah paham langsung memperlihatkan rekaman pria gendut dan setengah botak itu dan juga pengakuannya.


"Ini adalah pria yang di bayar Hadi Tama untuk menjebak Sila dengan bayaran 5 juta rupiah, Hadi Tama dan Susan menyuruhnya untuk tidur dengan Sila!" jelas Dave.


Sila sudah sangat malu, dan sedih mengingat saat saat itu lagi. Sedangkan Davina dan Shafa tak percaya ada suami yang bisa sekejam itu pada istrinya sendiri.

__ADS_1


Susan yang tidak mau di salahkan langsung berseru kembali.


"Iya, tapi bukan pria itu yang tidur dengan Sila. Artinya ada pria lain yang tidur dengannya. Saat mas Hadi menangkap basah dia, seluruh tubuh Sila penuh dengan bekas pria itu...!"


Sebelum Susan selesai dengan segala ucapannya. Dave berdiri dan menyelanya.


"Pria itu aku, pria yang malam itu tidur dengan Sila adalah aku!" seru Dave dengan suara lantang yang membuat Susan langsung melebarkan matanya tak percaya.


'Apa! jadi pria itu tuan Dave. Mampus aku!' batin Susan.


"Sudah puas menghina Sila?" tanya Dave dengan mata merah karena marah.


"Tidak tahu malu!" ucap Shafa yang juga sangat kesal pada Susan.


Hadi dan Joseph pun masuk ke dalam ruangan itu.


"Susan... tuan Hadi, tuan Rizal...!" ucap Hadi mengangguk sopan.


"Susan apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Hadi Tama pada Susan.


"Calon istrimu itu sudah menghina istriku, dia bahkan mengatakan hal tidak baik tentang Sila dan anakku yang ada di kandungan Sila. Jika kamu Hadi Tama, tidak bisa memberikan pelajaran padanya, maka Joseph yang akan melakukan nya!" tegas Dave yang benar-benar sangat emosi.


"Susan, hal bodoh apa lagi yang kamu lakukan?" tanya Hadi kesal.


Susan sudah gemetaran melihat Hadi yang terlihat sangat marah padanya.


'Dia sedang hamil, kalau tuan Joseph memukulnya bisa sangat buruk akibatnya!' batin Hadi.


Tidak ingin Joseph yang memukul Susan,


Plakk


Hadi mendaratkan satu tamparan pada Suzan.


"Mas...!" Susan akan protes tapi Hadi langsung menarik lengannya dengan kuat.


"Cepat minta maaf pada Tuan Dave dan Sila!" seru Hadi.


"Mas...!"


"Minta maaf!" pekik Hadi yang sangat marah pada Susan.


'Siall!' batin Susan.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2