Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 65


__ADS_3

Pandangan Hadi benar-benar tidak bisa lepas dari Sila yang sedang berbicara dengan ayahnya. Gaun brokat berwarna hijau tanpa lengan itu dengan riasan yang begitu sederhana tapi tampak sangat elegan membuat ada rasa penyesalan yang timbul dalam diri Hadi. Dan tentu saja dia juga tahu betapa mahalnya gaun yang di pakai Sila itu.


"Bagaimana keadaan mu nak? apa kamu hidup dengan baik?" tanya Haris dengan suara pelan.


Haris memang mendapat cerita dari Hadi kalau perceraian nya karena Sila berselingkuh dan tidur dengan pria lain, Hadi menangkap basah hal itu sendiri. Tapi dalam hati kecilnya, Haris yang mengenal mantan menantunya itu selama lima tahun lebih rasanya tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Hadi. Haris dan Istrinya Nurmala juga sering menginap di rumah Hadi dan Sila. Setiap mereka menginap di sana, Sila akan ijin cuti pada kantor nya dan tidak akan memegang ponsel sama sekali. Sila juga tidak akan pergi kemana pun selain ke kantor tanpa ijin dari Hadi. Hal itu sudah bisa membuat Haris yakin kalau ada kesalahpahaman di sini. Tapi sayangnya Hadi sudah menceraikan Sila terlebih dahulu, baru dia memberi kabar pada Haris. Seandainya perceraian itu belum terjadi, Haris pasti akan bicara pada Sila dan bertanya tentang kejadian yang sebenarnya.


"Aku baik pak Haris, bapak sendiri bagaimana?" tanya Sila sambil tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca. Sejak tadi Haris meletakkan tangannya di bahu Sila, kadang menepuknya perlahan. Sila bisa merasakan kalau mantan mertuanya itu sedang memberikan semangat padanya.


"Seperti yang kamu lihat nak, bapak masih sama seperti ini!" jawabnya sedikit merendahkan suaranya.


Susan yang melihat Sila tampak masih sangat akrab dengan Haris pun menjadi sangat kesal.


"Baiklah semuanya, mari kita menuju ke ruang makan, semuanya sudah di siapkan!" ucap Susan dengan suara keras.


Membuat semua orang melihat ke arahnya, Hadi dan juga Dave yang sedang bicara berdua pun melihat ke arah Susan yang seperti sedang memamerkan pakaiannya, bergerak ke samping kanan berputar ke kiri.


"Silahkan!" hingga akhirnya dia mengarahkan tangannya ke ruang makan.


'Huh, mau berebut perhatian dengan ku. Jangan harap!' batin Susan merasa menang dari Sila karena semua orang melihat ke arahnya.


Saat semua orang berjalan ke arah ruang makan, Sila berusaha melihat ke sekeliling. Dia sedang mencari Mika yang sejak tadi ingin dia lihat. Sudah hampir dua bulan Sila tidak bertemu dengan putri kecilnya itu, rasanya sangat rindu sekali pada Mika. Tapi setelah melihat-lihat sekeliling, Sila tak kunjung menemukan keberadaan Mika. Dengan langkah pelan dia pun mengikuti yang lain untuk menuju ke ruang makan.


Hadi mempersilahkan Dave untuk duduk, Susan yang mengurus persiapan perjamuan nya. Sila yang datang paling akhir langsung di persilahkan Hadi untuk duduk di antara dirinya dan Dave. Saat Hadi menarik kursi, Sila melihat ke arah Dave. Dave langsung menganggukkan kepalanya pelan, dan Sila baru duduk setelah Dave memberikan isyarat kalau dia tidak apa-apa duduk di antara Hadi dan dirinya.


"Terima kasih tuan Hadi!" ucap Sila sopan.


Hadi yang awalnya tersenyum langsung berubah murung, dia sengaja mendekat ke arah Sila saat membantu Sila mendorong kursinya mendekat ke arah meja makan.


"Kenapa panggilan mu padaku berubah Sila?" tanya Hadi yang berbisik di telinga Sila.

__ADS_1


"Maaf tuan Hadi, aku rasa aku tidak perlu menjawab pertanyaan itu!" ucap Sila yang dapat di dengar semua orang.


Dave pun langsung membuka suaranya.


"Pertanyaan apa? tuan Hadi mengatakan sesuatu pada sekertaris pribadi ku?" tanya Dave dengan tatapan tidak senang.


Hadi langsung terlihat canggung, meskipun begitu dia tetap berusaha tersenyum.


"Oh tidak tuan Dave, aku hanya menanyakan kabar Sila saja. Kami sudah cukup lama tidak bertemu...!"


"Bukankah kemarin tuan Hadi dan Sila sudah bertemu, saat meeting terakhir kita!" sela Dave yang mulai menangkap gelagat tidak baik dari Hadi.


"Oh itu, iya tuan Dave. Maaf aku salah ingat!" ucap Hadi beralasan.


Susan yang melihat Hadi seperti salah tingkah pun langsung mendekati Hadi, dan menyiapkan makanan untuk Hadi.


Dave dan Sila sama sekali tidak perduli dengan adegan mesra di samping mereka itu. Terlebih lagi Haris dan juga Zain yang ingin cepat menyelesaikan makan malam mereka dan pergi secepatnya dari tempat ini. Mereka sejak awal di kenalkan dengan Susan memang kurang suka pada wanita itu. Karena terus menerus menempelkan tubuhnya pada Hadi padahal mereka belum menikah, hal itu membuat Haris dan Zain merasa risih melihatnya.


Setelah makan malam yang cukup singkat, Hadi pun mengajak Dave dan juga Sila ke sebuah gazebo di samping rumah yang sudah di tata begitu rapi dan bersih. Sangat nyaman, sepi, sangat cocok sebagai tempat untuk meeting.


Tapi sejak tadi Sila benar-benar dibuat tidak fokus, saat makan malam pun dia terus melihat ke sekeliling berharap Mika keluar dari kamarnya yang Sila tidak tahu dimana letak kamar Mika.


Dave yang sedari tadi melihat kegelisahan Sila pun mulai membuka suara.


"Oh ya tuan Hadi, aku dengar kamu dan Sila punya seorang anak? dimana dia?" tanya Dave yang langsung membuat Sila menoleh ke arahnya.


"Oh iya, Namanya Mikaila. Putri kecil kita, iya kan Sila!" jawab Hadi yang lantas melihat ke arah Sila yang terlihat sangat rindu pada Mika. Terlihat dari matanya yang berkaca-kaca saat nama Mika di sebutkan.


"Iya tuan Hadi, bolehkah aku bertemu dengan Mika?" tanya Sila dengan suara yang begitu lembut.

__ADS_1


"Sayang sekali dia sudah tidur Sila, tapi jika kamu ingin bertemu dengannya. Aku akan mengajaknya menemui mu, besok aku akan bawa dia ke rumah ayah mu!" ucap Hadi pada Sila sambil terus memandangi Sila.


"Sila sudah tidak tinggal di rumah ayahnya!" sela Dave dengan nada yang terdengar kesal.


Tentu saja Dave kesal, karena yang membuat Sila terusir dari rumah ayahnya adalah mantan suaminya yang sekarang berkata dengan enteng dan manis seperti tidak pernah melakukan kesalahan.


"Benarkah?" tanya Hadi pada Sila.


"Tuan Hadi, jika kamu ingin aku menandatangani kontrak ini maka ajak Sila menemui Mika sekarang!" tegas Dave membuat Hadi merasa sedikit terkejut.


"Tapi apa hubungannya kontrak ini dengan Mika tuan Dave?" tanya Hadi yang bingung pada keputusan Dave.


"Aku sudah bilang, yang akan mengawasi proyek ini adalah Sila. Selain itu Sila juga adalah sekertaris pribadi terbaik ku, anggap saja aku sedang memberikan reward padanya!" jelas Dave datar.


"Baiklah, aku akan mengajak Sila menemui Mika sekarang!" ucap Hadi membuat senyum mengembang di wajah Sila.


Hadi pun memanggil Susan.


"Susan tolong temani tuan Dave, aku akan mengajak Sila bertemu dengan Mika!" ucap Hadi pada Susan.


Tapi Dave langsung menolak.


"Tidak perlu tuan Hadi, aku tidak perlu sekertaris mu menemaniku! minta saja sekertaris mu itu melihat Joseph dan tanya apakah dia butuh sesuatu!" tegas Dave yang membuat wajah Susan yang awalnya senang jadi cemberut.


"Ya sudah, Susan kamu bisa ke depan dan tanyakan pada tuan Joseph apa ada yang dia butuhkan!" seru Hadi pada Susan yang membuat wanita itu meninggalkan Hadi dengan wajah cemberut.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2