Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 207


__ADS_3

Dave sudah memberitahukan pada sang ayah kalau dia telah menemukan keberadaan Vincent, Rizal bilang dia akan segera menyusul ke lokasi dimana Vincent berada.


Sebab Rizal juga tahu emosi saat Dave mendengar keadaan adiknya saat di temukan oleh Joseph. Hal itu membuat Rizal takut Dave bahkan akan menghabisi Vincent saat bertemu dengan pria itu nanti.


Meskipun Dave bukan seratus persen orang suci yang artinya tidak melakukan kesalahan, Dave juga hanya manusia biasa. Dalam bisnis dia kadang juga melakukan cara yang bisa di bilang tidak baik. Bahkan saat bertemu Sila untuk pertama kali, dia juga tidak bisa menahan ketika dirinya menyadari dia bisa menyentuh Sila tanpa rasa sakit atau rasa tidak nyaman.


Tapi sebagai seorang kakak, yang sejak adiknya kecil selalu melindungi adiknya dengan baik. Dave juga tidak terima, saat adiknya bahkan sudah menikah dan Dave berharap kalau pria itu bisa melindungi dan menjaga Shafa lahir dan batin. Malah membuat adiknya itu mengalami ketakutan dan ketidakadilan seperti itu.


Dia juga pria, tapi sebagai pria sejati seharusnya yang dilakukan Vincent adalah mengambil hati Shafa, bukan memaksakan kehendaknya pada Shafa.


Setelah mengambil surat perjanjian perceraian. Dave dan Oman langsung bergegas menuju desa di mana Roy sudah mengawasi Vincent dan kedua orang tuanya dengan ketat.


Sementara itu di rumah kecil milik seorang nelayan yang di sewa oleh Vincent. Dia sedang makan siang dengan kedua orang tuanya.


"Kenapa makan mu sedikit sekali, Vincent kamu harus makan banyak. Meskipun lauknya sederhana seperti ini, setidaknya sampai saat ini kita masih bisa makan!" keluh ibu Vincent.


"Ibu, kamu ini menasehati ku atau mengeluh?" tanya Vincent.


"Sudah, sudah! kenapa kalian ini terus bertengkar setiap hari. Yang sudah terjadi ya sudah, memang mau bagaimana lagi. Kemarin aku sudah menghubungi kakak ku di luar kota, dia akan membawa kita keluar dari tempat ini nanti malam!" jelas ayah Vincent.


Ibu Vincent terlihat sangat terkejut.


"Yang benar yah? bisakah itu terjadi? bukannya kamu bilang anak buah kedua kakak Shafa itu selalu berjaga di semua pelabuhan, terminal dan bandara?" tanya ibu Vincent.


"Tenang saja, kita akan di bawa keluar kota dengan mobil box eskrim. Siapapun tidak akan menyangka kalau di dalam freezer dingin itu ada manusianya kan!" terang ayah Vincent.


Ibu Vincent tersenyum senang, begitu pula dengan Vincent.


"Akhirnya kita bisa keluar dari kota ini?" seru Vincen senang.


"Tapi apa kita tidak akan hipotermia di dalam mobil itu?" tanya ibunya Vincent cemas.


"Tenang saja, sudah di atur semuanya!" jawab ayah Vincent yakin.

__ADS_1


Tapi kemudian Vincent terdiam.


"Memangnya ayah menghubungi paman dimana?" tanya Vincent.


"Di restoran ikan bakar di depan gang itu, tenang saja. Tidak ada yang mengenali ayah!" seru ayahnya Vincent.


Saat ibu dan ayah Vincent terlihat senang, Vincent terus berpikir. Tapi karena dia memang ingin cepat keluar dari kota ini, dia memutuskan untuk tidak terlalu memikirkan semuanya. Kemungkinan-kemungkinan kalau keluarga Shafa akan menemukannya hanya karena ayahnya menghubungi sang kakak yang ada di luar kota.


Padahal apa yang tadinya di pikirkan Vincent itu memang benar. Roy dan anak buahnya memang menyad4p semua nomer telepon keluarga Oberen. Jadi saat ayah Vincent menghubungi kakaknya di luar kota, saat itulah Roy menemukan keberadaan Vincent. Dengan cepat, Roy dan anak buahnya langsung meluncur mencari keberadaan Vincent yang seperti di katakan ayah Vincent pada kakak nya yang ada di luar kota melalui telepon. Setelah memastikan Vincent ada di tempat itu, maka dengan cepat Roy langsung mengunci lokasi Vincent hingga saat ini.


Setelah Roy mendapatkan kabar dari Oman kalau Dave akan datang. Dia selalu bersiaga di dekat rumah kontrakan nelayan itu. Bahkan sudah saatnya makan siang pun, Roy dan anak buahnya tidak memperdulikan dan tetap profesional bekerja.


Beberapa saat kemudian, sebuah mobil pun datang. Roy tahu kalau itu adalah mobil Dave. Dengan cepat Roy memerintahkan kepada enam orang anak buahnya untuk mengepung rumah nelayan itu. Ada yang berjaga di depan jendela, di depan pintu belakang dan Roy menuju pintu depan menghampiri Oman dan Dave uang berjalan ke arah yang sama.


"Bos, mereka masih di dalam!" Roy melaporkan kepada Dave sebelum bos nya itu bertanya padanya.


Vincent dan kedua orang tuanya juga merasa ada yang aneh, mereka lalu saling pandang dan meletakkan sendok mereka masing-masing.


Vincent lantas langsung berdiri dan melihat ke arah jendela, ada sebuah mobil yang dia kenali sebagai mobil yang biasa terparkir di area parkir keluarga Hendrawan.


"Ibu, ayah cepat kita pergi dari pintu belakang!" seru Vincent.


Namun baru mereka bertiga akan membuka pintu belakang, mereka melihat bayangan dia orang.


"Sialll! bagaimana ini?" keluh Vincent.


"Ayah, ibu keluar lewat jendela!" ucap Vincent kemudian.


Tapi hal yang sama juga terjadi, ada dua bayangan di depan jendela. Bahkan saat mereka akan keluar dari jendela kamar. Jendela itu sudah tertutup, padahal awalnya terbuka.


Brakkk


Vincent dan kedua orang tuanya terkejut begitu mendengar suara pintu yang di buka dengan paksa.

__ADS_1


Tangan dan kaki ketiganya sudah gemetaran.


"Kita keluar saja, tidak mungkin kan keluarga Hendrawan akan menghabisi kita!" seru ayah Vincent.


Ayah Vincent langsung menarik tangan istrinya, Vincent juga mengikutinya dari belakang dengan langkah pelan.


Mata Dave memerah ketika melihat Vincent yang ketakutan.


"Dasar kau pria bren9sek!!" pekik Dave yang langsung berjalan dengan cepat ke arah Vincent yang memundurkan langkahnya karena ketakutan.


Ayah dan ibu Vincent juga tidak bisa menolong mencegah Dave karena Oman dan Roy memegang lengan keduanya.


Dengan sarung tangan yang sudah di pakainya sejak di dalam mobil Dave langsung mencengkeram kerah baju Vincent.


Bagh Bugh Bagh Bugh


Pukulan demi pukulan di layangkan Dave pada Vincent yang tidak bisa berkutik. Dave melepaskan kerah baju Vincent saat pria uang masihlah adik iparnya itu sudah menyemburk4n darah dari mulutnya.


Oman yang ingat pesan Sila pada Dave sedikit ketar-ketir. Tapi dia juga tidak bisa membantah bos nya.


"Apa yang kamu lakukan? kamu mau menghabisi anakku? hah? kenapa? memangnya kenapa kalau dia menyentuh istrinya sendiri? apa hak mu melarangnya?" tanya Ibu Vincent yang berteriak dengan derai air mata membanjiri wajahnya.


Dave yang makin kesal langsung berjalan ke arah ibu mertua adiknya itu.


"Jangan buat aku naik pit4m, kamu tanya apa hak ku? aku adalah kakaknya, kakak kandung dari wanita yang ketakutan setengah mati karena perbuatan anakmu yang tidak punya ad4b ini! apa kalian tidak pernah belajar? tidak ada yang boleh memaksakan dirinya pada siapapun, di negara ini juga ada hukum yang mengaturnya, memangnya anakmu itu manusia atau binatang sampai ingin memp3rkos4 wanita yang harusnya dia lindungi dan jaga kehormatannya???" teriak Dave yang matanya sudah sangat merah.


Dave lalu beralih pada Vincent yang sudah hampir pingsan.


"Aku juga pria, dan istriku juga belum mencintai ku saat aku menikahinya. Tapi sebagai pria sejati seharusnya kamu mendapatkan hatinya dengan sabar, bukan membuatnya ketakutan dan merasa jijik padamu!" ucap Dave.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2