
Tatapan mata Catherine dan Sila sama-sama tajamnya. Dave bahkan merasakan punggungnya benar-benar merinding karena perang dingin dari kedua wanita yang ada di dekatnya itu.
"Sila sayang, ini Catherine. Brand ambassador perusahaan kita!" jelas Dave pada Sila dengan suara lantang.
Dave ingin Catherine mendengar panggilan sayang Dave pada Sila. Agar model di perusahaan nya itu mengerti kalau Sila adalah orang spesial dalam hidup Dave dan di dalam hati Dave.
Mendengar Dave memanggil sayang pada wanita yang ada di sampingnya, yang adalah Sila. Wajah Catherine jadi mendung, sangat mendung. Wajah itu begitu terkejut dan tak menyangka sama sekali.
"Dave... dia...?" Catherine mengira mungkin saja Sila adalah kekasihnya.
"Ini Sila, istri ku yang sangat aku cintai!" ucap Dave mencoba membuat Sila menjadi senang.
Tentu saja Sila senang, dia benar-benar senang karena wajah Catherine benar-benar suram saat mendengar kalau dia adalah istri dari Dave. Tapi hal itu juga membuat Sila lebih yakin lagi, kalau Catherine itu sepertinya menyukai suaminya.
Dari penampilannya yang tertutup, Dave sangat respect kepada wanita dengan pakaian tertutup. Kecuali Sila tentunya. Dan sarung tangan senada dengan blazer yang di gunakan Catherine, dia bahkan sudah mengantisipasi hal itu, bukankah artinya Catherine memang sudah tahu bagaimana cara agar bisa tetap berada di sisi Dave meski Dave Myshopobia.
"Aku hanya meninggalkan mu empat bulan, bahkan kurang dari empat bulan, Dave. Dan kamu sudah menikah dengan orang lain?" tanya Catherine dengan nada kecewa.
Dave cukup tidak senang dengan apa yang di katakan Catherine. Dia tidak ingin Sila salah paham dengan ucapan yang sedikit ambigu itu.
"Kau bicara seolah kau menyukai suami ku nona Catherine?" tanya Sila dengan tatapan tegas.
Dave langsung menoleh ke arah Sila, benar apa dugaannya. Sila salah paham. Tapi Catherine malah hanya tersenyum masam.
"Memangnya siapa yang tidak akan menyukai Dave Hendrawan. Baiklah, karena kalian sudah menikah. Aku akan mengucapkan selamat untuk kalian...!" ucap Catherine sambil mengulurkan tangan ke arah Dave.
Dave pun menyambut uluran tangan Catherine yang mang sudah pakai sarung tangan dengan sangat cepat. Benar-benar hanya menempel lalu Dave menarik tangannya lagi. Bahkan tidak sampai satu detik.
Catherine terlihat sangat kecewa, namun saat dia berusaha menatap sendu ke arah Dave. Sila langsung menjabat tangannya dengan cepat.
"Terimakasih, ucapan selamatnya!" ucap Sila yang langsung membuat Catherine melihat ke arahnya.
Sila juga langsung menarik tangannya. Dave yang melihat tingkah Sila benar-benar ingin tertawa. Tapi dia menahannya, karena jujur saja Dave sangat penasaran apa yang akan di lakukan oleh Sila selanjutnya.
__ADS_1
"Oh ya nona Catherine, silahkan duduk. Apa yang ingin kamu bicarakan dengan suamiku?" tanya Sila yang mempersilahkan Catherine duduk.
Catherine semakin kesal, karena bahkan Dave pun tersenyum melihat semua yang dilakukan oleh istrinya.
'Aku pikir penyakit Dave bisa membuatnya aman ku tinggalkan sebentar ke luar negeri. Tapi ternyata malah ada wanita ini yang begitu mudah menyentuh dan berdekatan dengan Dave. Siapa wanita ini sebenarnya?' tanya Catherine begitu penasaran.
Meskipun dengan hati kesal, Catherine kembali duduk di tempatnya tadi sebelum sila dan Dave masuk ke dalam ruangan ini.
"Aku hanya ingin katakan padamu Dave, kalau aku akan melanjutkan kembali kontrak dengan perusahaan ini. Kemarin Anita sudah menghubungi ku, ketika aku baru saja kembali dan berada di bandara. Aku pikir, membantu perusahaan ini lagi, adalah sesuatu yang menyenangkan bagiku!" jelas Catherine.
'Sok cantik, situ oke?' pekik Sila dalam hati.
"Dewan direksi memang menjatuhkan pilihannya padamu lagi untuk parfum terbaru perusahaan ini. Baiklah, untuk hal itu kamu bisa bicarakan dengan Joseph atau Anita!" ujar Dave pada Catherine.
'Hanya begini saja? bukankah seharusnya aku di beri hadiah, atau seharusnya ada makan malam dengan ku seperti dulu kan?' batin Catherine heran.
"Iya Dave, tapi bukankah seharusnya kita bisa makan malam bersama seperti saat aku menandatangani proyek kerja sama kita pertama kali, kau juga dulu mengajakku berbelanja semua yang ku perlukan untuk pemotretan dan syuting iklan kan?" tanya Catherine.
Mendengar semua hal itu, mode singa betina Sila mulai on. Saat wajahnya tersenyum ke arah Catherine, tangan Sila memberikan cubitan mesra di paha Dave yang membuat Dave meringis menahan sakit.
"Iya sayang, tentu saja!" sahut Dave dengan cepat.
"Tapi Dave...!"
"Sebentar ya, aku akan segera hubungi Joseph!" sela Sila yang langsung meraih ponsel Dave dari saku jas suaminya itu.
Melihat betapa dekatnya dan tanpa batasan sama sekali semua yang dilakukan Sila pada Dave. Catherine merasa sangat kesal sekali. Dia lantas berdiri tanpa menunggu Sila selesai menghubungi Dave.
"Aku ada urusan lain. Besok aku akan kemari lagi!" ujarnya lalu meraih tasnya dan pergi tanpa menunggu jawaban dari Sila dan Dave.
"Ya ampun, dia ambekan sekali!" keluh Sila berpura-pura.
Padahal semua itu kan karena ulahnya, Catherine kesal dan memilih pergi kan karena ulahnya juga.
__ADS_1
"Sayang, ini semua kan perbuatan mu. Tapi tidak masalah, lakukan sesukamu yang penting kamu senang!" ucap Dave.
Sila lalu memiringkan posisi duduknya dan melihat ke arah Dave.
"Mas, apa benar katanya tadi. Apa iya, semua brand ambassador perusahaan ini yang baru pertama kali bekerja sama dengan perusahaan ini, akan makan malam dengan mu? juga akan kamu belanjakan dan temani juga?" tanya Sila menyelidik.
"Tidak semua, hanya beberapa yang memang susah untuk di dekati padahal dia sedang booming boomingnya di media sosial. Itu salah satu strategi bisnis sayang!" jelas Dave.
Wajah Sila langsung cemberut mendengar apa yang dikatakan Dave.
"Tapi itu dulu, aku dulu masih lajang dan belum menikah. Tentu saja berita tentang hal itu juga akan membantu untuk naiknya produk perusahaan ku di pasaran. Sekarang berbeda sayang, aku sudah menikah dan istriku sangat cemburuan. Jadi hal itu tidak mungkin aku lakukan!" terang Dave sambil memegang kedua tangan Sila.
"Benar ya mas?" tanya Sila manja.
"Iya!" jawab Dave lembut.
(Mereka benar-benar seperti pasangan bucin bonge dan jeje, omaygot).
"Mas selain menjadi model parfum, biasanya dia jadi model apa di sini?" tanya Sila penasaran.
"Selain parfum, dia juga brand ambassador pakaian renang!" jelas Dave dan mata Sila langsung melotot.
"Hah, pakaian renang. Kamu melihatnya saat dia pemotretan?" tanya Sila penasaran.
Dan Dave mengangguk, itu membuat Sila semakin kesal.
"One piece?" tanya Sila.
Dave menggelengkan kepalanya.
"No, two piece!" jawab Dave santai.
"Apa???" pekik Sila sambil berkacak pinggang di depan Dave.
__ADS_1
***
Bersambung...