
Dave dan Joseph saling pandang mendengar apa yang dikatakan oleh Randy. Mereka masih ingat betul apa yang dilakukan Randy pada Karina saat ulang tahun Riyanti di perusahaan milik Riyanti.
Merasa jengah dengan ucapan sang kakak yang jelas-jelas pernah berniat tidak baik pada Karina, dan memikirkan kalau Karina adalah sahabat terbaik Sila. Maka Dave tidak ingin membuat semua keluarganya jadi salah paham.
"Jangan asal bicara kamu buaya darat!" seru Dave yang langsung membuat Shafa menutup mulutnya yang tak bisa menahan tawa.
Rizal hanya bisa menghela nafasnya, sudah biasa kalau Randy dan Dave saling mencela. Tapi dia yakin kalau kedua anaknya itu tahu akan batasan mereka.
Joseph juga memalingkan wajahnya, karena dia nyaris ikut tertawa mendengar apa yang dikatakan Dave. Selama ini tuannya itu sangat serius, baru kali ini dia mendengar Dave bicara seperti itu pada Randy, kakak kandungnya sendiri.
Davina yang mendengar perkataan Dave langsung berdiri dari duduknya di kursi yang ada di sebelah tempat tidur pasien Randy dan menegur Dave.
"Dave, apa begitu cara bicara dengan kakak mu?" tanya Davina yang tidak ingin kedua putranya bertengkar.
"Ibu, dia berbohong!" lanjut Dave coba menjelaskan kalau yang dikatakan oleh Randy tadi sama sekali tidak benar.
"Karina itu salah seorang karyawati di perusahaan ku, dan dia bisa bekerja di perusahaan ku karena putra Casanova ibu ini memfitnahnya di perusahaan lamanya hingga Riyanti, kekasih anak kesayangan ibu ini memecat Karina secara tidak hormat!" jelas Dave yang ingin kedua orang tuanya itu tahu tingkah Randy di luar rumah.
Davina mengernyitkan keningnya bingung, sementara Rizal memijat kepalanya yang terasa berdenyut. Rizal sidah mengerti maksud Dave, dan terus terang saja dia memang sudah tidak mau ikut campur lagi terhadap urusan Randy yang kerjanya akhir-akhir ini selalu membuat masalah. Karena Rizal tahu, Randy tidak akan pernah berubah kalau dia belum bisa melupakan peristiwa yang kelam, yang terjadi pada Alisha, istri pertamanya.
"Maksudnya bagaimana? siapa nama gadis yang kamu selamatkan?" tanya Davina pada Randy.
"Macan.. Karina!" jawab Randy.
"Macan?" tanya Davina bertambah bingung.
"Namanya Karina Bu!" ucap Randy meralat ucapannya uang pertama.
Randy hampir saja menyebut macan betina, karena memang selama ini itulah panggilan Randy untuk Karina.
Davina bertambah bingung.
"Tapi tadi Dave bilang kekasih mu namanya Riyanti?" tanya Davina lagi.
"Dia sudah mantan, sekarang kekasihku ya Karina. Calon menantu ibu!" jawab Randy bersikeras.
__ADS_1
Joseph hanya bisa menghela nafasnya, sebenarnya dia juga mulai menaruh perhatian pada Karina. Tapi kalau Randy benar-benar menyukai Karina dan ingin menikahinya tidak seperti wanita-wanita lain yang hanya di jadikan kekasih saja. Joseph pun rela melepaskan wanita yang bisa di bilang adalah wanita pertama yang bisa membuatnya merasa ingin melindunginya seumur hidupnya. Karena menurut Joseph yang benar-benar mengenal Randy, salah satu tuannya itu tidak akan mungkin sampai berkorban seperti itu demi seorang wanita. Dia bahkan rela terluka, biasanya dia tidak akan mau rugi sedikitpun kalau urusan wanita setelah istri pertamanya meninggal.
"Ibu, jangan dengarkan dia. Karina bahkan sudah berkali-kali menolaknya!" seru Dave yang tidak mau ibunya salah paham dan menganggap omongan Randy itu serius.
Mendengar perkataan Dave yang mengatakan kalau Karina sudah berkali-kali menolak Randy, Shafa semakin tertarik pada Karina.
'Wanita itu menolak kak Randy, bahkan sampai berkali-kali. Aku jadi penasaran seperti apa dia, kenapa dia bisa menolak kak Randy yang bahkan di kejar-kejar banyak wanita!' batin Shafa.
Tapi Shafa juga kemudian melirik ke arah Dave. Kakak keduanya itu juga selama ini tidak pernah membicarakan tentang wanita, apalagi Dave juga terkesan membela dan melindungi Karina. Shafa jadi penasaran apakah sebenarnya kedua kakaknya ini sedang memperebutkan satu wanita yang sama.
"Kak Dave, kenapa aku merasa kalau kakak juga begitu perduli pada wanita yang bernama Karina itu?" tanya Shafa penuh selidik.
Dave langsung mengangkat alisnya.
"Jangan bicara aneh-aneh. Dia itu karyawati di kantor ku, tentu saja aku harus melindungi nya dari buaya darat macam kakak mu itu!" ketus Dave membuat Randy berdecak kesal.
"Kalau kamu kesini hanya ingin membuat ku kesal, lebih baik pergi sana!" seru Randy yang semakin tidak senang dengan semua yang Dave katakan.
Ceklek
Dengan kemeja kebesaran, karena memang Joseph tidak tahu ukuran pakaian Karina, Karina tampak sangat canggung.
"Selamat malam!" sapa Karina gugup.
Davina yang melihat seorang gadis cantik dengan penampilan sangat sederhana pun tersenyum. Dia kembali ingat saat dirinya bertemu dengan Alisha dulu, gadis itu juga sangat sopan dan sederhana seperti Karina. Sambil tersenyum Davina langsung menghampiri Karina.
Melihat ibunya tersenyum dan menghampiri Karina, Dave mendengus kesal.
"Ibu, dia bukan calon istri Randy!" seru Dave lagi.
"Diam kamu, kalau bukan calon istri Randy, lalu siapa? calon istrimu?" tanya Davina memancing Dave.
Dave langsung berdecak kesal, itu membuat Davina mendapatkan jawaban atas pertanyaan nya.
"Kamu Karina kan, ayo kemari!" ucap Davina yang langsung mengajak Karina mendekat ke arah tempat tidur pasien Randy.
__ADS_1
"Astaga, kalian sangat serasi. Perbedaan usia tidak masalah kan ya, kelihatannya kamu masih sangat muda. Tapi tidak apa-apa, cari suami itu memang harus lebih dewasa supaya bisa mengayomi!" ucap Davina yang tidak memberikan kesempatan pada Karina dan Dave untuk menyelanya.
"Nyonya, anda salah paham.. aku...!"
Sebelum Karina selesai bicara, Randy langsung mengaduh kesakitan.
"Aduhhh!" pekik Randy yang memegang punggung kirinya dengan tangan kanan.
Karina yang disela Randy pun tampak panik dan langsung beralih ke Randy.
"Tuan... aduh bagaimana ini. Mana yang sakit?" tanya Karina yang menunjukkan perhatiannya pada Randy.
'Dasar buaya darat!' seru Dave dalam hatinya.
Melihat Karina yang menunjukkan perhatian pada Randy, Davina tersenyum senang.
'Akhirnya Randy menemukan wanita pengganti Alisha. Aku harap dia juga bisa berubah dan kembali menjadi Randy yang dulu, Randy yang perhatian dan baik. Tidak seperti yang dikatakan Dave tadi, buaya darat!' batin Davina yang terus melihat berapa perhatiannya Karina pada Randy.
"Aku panggil dokter ya tuan!" ucap Karina yang bingung harus bagaimana. Dia juga tidak mau menyentuh Randy.
"Punggung ku sakit, usap saja pelan. Pasti akan lebih baik!" seru Randy yang membuat Shafa kembali menutup mulutnya yang menahan tawa.
Shafa tahu kalau dia hanya mau cari perhatian Karina. Sementara Dave sudah mengepalkan tangannya sangat kesal pada tingkah Randy. Tapi mau bagaimana lagi, di situ ada ayah dan ibunya.
Karina juga tidak mau menyentuh Randy.
"Aku akan panggil suster saja!" ucap Karina yang langsung berlari keluar dari kamar rawat Randy.
Wajah Randy tampak kecewa, tapi Dave meliriknya dan tersenyum sinis.
'Rasakan itu!' seru Dave dalam hati.
***
Bersambung...
__ADS_1