Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 107


__ADS_3

Hari ini semua orang cukup sibuk, banyak sekali pekerjaan yang memang harus di kerjakan oleh Joseph, Anita, bahkan Sila. Karena perusahaan Dave memang akan meluncurkan produk baru mereka. Sebuah parfum baru yang nama merek nya masih di rahasiakan oleh Dave.


Hingga pada sore harinya, ketika Sila dan Dave akan pulang seperti biasa mereka akan berjalan bersama menuju lift, mereka akan berpisah karena Sila akan naik lift yang umum di pakai karyawan bersama dengan Anita.


Di dalam lift, Anita sempat bertanya pada Sila tentang Karina. Masalahnya dia mendapatkan kabar dari para karyawati lain kalau Joseph terlihat akrab dengan Karina.


"Hei, Sila!" panggil Anita.


"Iya!" jawab Sila dengan cepat.


"Kamu tahu tidak wanita yang tadi pagi di bawa oleh tuan Joseph ke divisi keuangan? Kamu kenal tidak padanya? kata karyawati lain, tuan Joseph sangat perhatian padanya. Apa mungkin ya, wanita itu pacarnya tuan Joseph?" tanya Anita yang terlihat begitu penasaran.


Sila pun mengerti kalau yang dimaksudkan oleh Anita itu adalah Karina, sahabatnya.


"Aku kenal, dia teman baikku. Tapi dia masuk kerja disini bukan karena koneksi ku...!"


Belum juga Sila selesai bicara, Anita malah terkekeh dan menyela ucapan Sila.


"Ha ha ha, Sila kamu bisa saja bercandanya. Mana mungkin ada karyawan yang bisa masuk kerja di perusahaan ini karena koneksi mu. Kamu saja baru beberapa Minggu kerja di sini! aduh .. ada-ada saja kamu ini Sila!" ucap Anita yang memegangi perutnya karena dia terkekeh mendengar apa yang dikatakan Sila.


'Oh, benar. Anita kan tidak tahu kalau aku ini istrinya mas Dave. Tapi bagus juga dia menganggap begitu, rasanya jadi tidak canggung!' batin Sila.


"Kan aku sudah bilang, bukan karena koneksi ku. Karina itu memang seorang wanita mandiri yang cerdas dan cekatan!" ucap Sila kemudian.


Anita mengangguk paham.


"Iya kamu benar, kalau hanya wanita biasa dengan kemampuan rata-rata. Mana mungkin bisa langsung jadi wakil kepala divisi keuangan di perusahaan sebesar ini!" ucap Anita.


Ting


Pintu lift pun terbuka, dan Sila melihat Karina yang sedang berdiri di lobby kantor.


"Eh itu dia, Anita ayo aku kenalkan pada Karina!" ajak Sila yang menggandeng tangan Anita.


"Eh...!" seru Anita yang bahkan belum mengatakan kalau dia setuju berkenalan dengan teman Sila itu.


Selama ini Anita memang terkesan tidak punya banyak teman. Di kantor ini dia memang tidak memikirkan hal itu. Yang ada di kepala Anita adalah bekerja dengan baik dan mendapatkan pengakuan dari atasannya. Hanya itu.


Melihat Sila menghampirinya, Karina sangat senang.


"Hai Sila!" sapa Karina.

__ADS_1


"Hai Karin, bagaimana pekerjaan mu di hari pertama?" tanya Sila sangat antusias pada Karina.


Karina pun tersenyum senang karena hari ini semua berjalan dengan sangat baik. Tidak seperti dulu saat dia bekerja di perusahaan lamanya, hari pertamanya penuh dengan drama dan juga bull*yan dari para senior. Itulah kenapa dia dulu sangat akrab dengan Sila. Karena Sila juga mengalami hal yang sama dengannya, mereka masuk di hari yang sama saat pertama kali bekerja di perusahaan advertising lama mereka.


"Semua berjalan sangat baik!" jawab Karina yang tersenyum senang.


Sila juga merasa sangat lega, Karina nyaman di tempat kerja barunya.


"Oh ya Karina, kenalkan ini Anita. Dia sekertaris pribadi tuan Dave!" ucap Sila memperkenalkan Anita pada pada Karina.


"Anita ini temanku, Karina!" ucap Sila lagi.


Kedua teman Sila itu saling berjabat tangan. Dan saling menyebutkan nama mereka.


"Apakah kamu itu pacarnya tuan Joseph?" tanya Anita yang memang sejak tadi penasaran dengan gosip yang tersebar di kantor ini.


Semua orang juga segan pada Karina, karena mengira dia adalah pacarnya Joseph.


Sementara Karina yang mendengar pertanyaan Anita malah melebarkan matanya kaget sekaligus bingung. Karina melihat ke arah Sila, tapi sahabatnya itu malah terkekeh.


Tapi belum juga pertanyaan Anita terjawab. Joseph sudah menghampiri mereka.


Sila pun menganggukkan kepalanya.


"Nona Karina, mari aku antar pulang!" ucap Joseph yang langsung mempersilahkan Karina untuk segera berjalan ke arah pintu keluar.


"Sila, Anita. Aku pulang duluan ya!" ucap Karina pamit pada Anita dan Sila.


Rahang Anita nyaris jatuh, sepertinya pertanyaan nya sudah terjawab tanpa Karina bicara.


"Tuh kamu lihat kan Sila, teman mu itu pasti pacaran kan sama tuan Joseph?" tanya Anita yang heboh sendiri.


Sila malah terkekeh lagi, membuat Anita semakin penasaran.


"Ya ampun, kalian berdua ini. Apa susahnya sih tinggal jawab saja, iya ya bilang iya, tidak ya bilang tidak. Kenapa malah membuatku semakin penasaran?" protes Anita.


"Baiklah aku akan jawab, mereka tidak pacaran, tapi itu untuk saat ini. Nanti atau besok aku tidak tahu!" ucap Sila yang membuat Anita mendengus kesal lalu meninggalkannya begitu saja.


Sila pun langsung berjalan ke area parkir, karena tadi Dave bilang untuk menemuinya di sana. Begitu Sila mendekati mobil Dave, Oman yang sudah berada di dekat pintu langsung membukakan pintu mobil untuk Sila.


"Silahkan nona!" ucap Oman sopan.

__ADS_1


"Terimakasih!" jawab Sila lalu masuk ke dalam mobil.


"Sayang, bagaimana kalau kita makan dulu di luar sebelum aku mengantarmu ke rumah ayah mu?" tanya Dave pada Sila.


Sila pun langsung mengangguk. Dan mereka pun pergi ke sebuah restoran yang menjadi restoran langganan Dave.


Beberapa menit kemudian mereka sampai. Oman membukakan pintu mobil untuk Dave dan Sila, lalu mereka berdua pun masuk ke dalam restoran.


Pelayan yang sudah tahu harus bagaimana menyambut dan melayani Dave pun segera menyiapkan sebuah ruangan khusus yang bisanya memang di pesan oleh Dave.


Tapi ketika pelayan itu menunjukkan jalan, Dave merasa kalau itu bukanlah ruangan yang biasa dia pesan.


"Tunggu, ini bukan ruangan yang biasanya kan?" tanya Dave yang langsung menghentikan langkahnya.


"Maaf tuan, ruangan yang biasa sudah ada yang memesan. Tuan Randy ada disana!" jawab pelayan itu.


"Randy?" tanya Dave.


"Iya tuan, dia bersama dengan seorang wanita memesan ruangan itu sejak jam tiga sore tadi!" jawab pelayan itu.


Dave berdecak kesal.


"Ck... ruangan itu pasti jadi kotor!" keluh Dave.


Dave pun jadi kehilangan selera makannya, dia kemudian berkata pada Sila.


"Sayang bagaimana kalau kita makan di apartemen saja. Aku akan pesankan makanan dari sini?" tanya Dave yang meskipun sangat menyukai semua menu yang ada di restoran ini. Tapi dia mendadak hilang selera ketika tahu Randy datang bersama dengan seorang wanita sejak jam tiga sore ke restoran ini.


Sila pun mengangguk. Dave lalu mengatakan pada pelayan itu agar mengirimkan semua makanan yang dia pesan ke apartemen nya. Mereka juga sudah tahu dimana alamat apartemen Dave, karena memang Dave sering pesan makanan dari restoran ini.


Dave pun mengajak Sila berbalik menuju pintu keluar, tapi saat mereka berjalan di koridor. Seseorang memanggil Dave.


"Oh, rupanya ada tuan muda Hendrawan. Kenapa terburu-buru?" tanya Randy yang baru saja keluar dari ruang VIP dengan memeluk pinggang seorang gadis muda yang usianya mungkin baru belasan tahun, dan pasti jauh di bawah Randy.


Dave yang berbalik hanya menatap sinis pada Randy.


"Jika bermain dengan wanita, setidaknya kamu harus bisa pilih-pilih. Apa gadis itu tidak terlalu muda. Apa tidak takut kalau kamu akan di kira pedo*fil?" tanya Dave yang langsung membuat Randy wajahnya masam dan langsung melepaskan pelukannya dari gadis muda di sebelahnya.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2