
Sementara itu pertengkaran kecil mulai terjadi di rumah Hadi Tama. Dirinya dan juga Susan mulai memiliki selisih pendapat tentang apa yang harus mereka persiapkan untuk menyambut kedatangan calon investor terbesar di perusahaan T tempat Hadi sekarang bekerja.
Hadi ingin membuat persiapan yang begitu baik hingga dia bisa membuat Dave Hendrawan kagum atas kesungguhannya. Namun Susan yang merasa semua itu berlebihan malah mengganti semua vendor hingga membuat Hadi yang awalnya mempercayakan semuanya pada Susan dan bekerja di kantor, malah harus pulang dan menyelesaikan semua kekacauan yang dibuat oleh Susan di rumahnya.
"Mas, aku tidak mengubah apapun. Makanan nya masih sama semua dari bahan organik. Aku hanya memilih restoran yang lebih terjangkau saja!" jelas Susan yang masih tidak terima karena sedari tadi Hadi terus menyalahkannya masalah makanan dan juga dekorasinya.
Hadi yang sudah di buat pusing dengan deadline pekerjaannya malah semakin di buat pusing lagi karena ulah Susan ini.
"Kenapa harus mengganti dengan restoran lain, aku sudah berikan semua uangnya padamu. Sesuai dengan budget nya, makanan dari dari restoran organik terbaik, lalu meja dan kursi dari EO yang terbaik di kota ini. Semua sudah aku hitung, dan semua itu tidak ada ruginya sama sekali, jika Dave Hendrawan terkesan dan menandatangani kontrak itu, maka keuntungan yang di dapat dari kerja sama itu bahkan 100 kali lebih banyak dari modal yang aku keluarkan hari ini!" kesal Hadi pada Susan.
'Ck... semua uang yang kamu berikan padaku mang sesuai dengan budget yang ada. Tapi kamu malah tidak memberiku uang untuk beli perhiasan dan juga baju untuk nanti malam, aku tidak mau jika mereka semua tamu yang datang terpesona pada rumah mu saja, aku adalah calon nyonya rumah di sini. Mereka juga harus memandangku, aku sudah gunakan separuh uangmu untuk membeli perhiasan dan baju, sisanya aku hanya bisa pakai vendor ini saja!' batin Susan.
Rupanya Susan sengaja mengganti semua vendor, karena dia telah memakai separuh dari yang yang telah Hadi berikan tanpa setahu Hadi.
"Mas, sekarang semua sudah terlanjur. Aku jamin tuan Dave tidak akan bisa membedakan ini vendor terbaik atau nomer dua, dia kan tidak pernah mengurus hal semacam ini. Dan sekertaris nya yang adalah mantan istrimu itu, dia juga tidak terlalu perduli pada hal seperti ini kan, aku pastikan semua akan baik-baik saja, ya mas!" ucap Susan dengan lembut dan manja dan seperti biasanya dia memeluk lengan Hadi dengan erat dan mendekatkan kaki kanannya yang memakai dress dengan belahan tinggi di antara sela kedua kaki Hadi.
Melihat pemandangan di depan matanya, Hadi yang tadinya emosi pun menjadi luluh. Dia malah mengangkat tangannya ke arah belakang kepala Susan dan mencium wanita itu dengan penuh naf*Su. Susan tersenyum puas di sela ciuman itu.
'Mas Hadi, aku sudah tahu bagaimana meluluhkan kemarahan mu. Dengan begini aku tidak perlu susah payah kerja keras lagi, setelah aku menjadi istri mas Hadi aku akan berhenti bekerja dan bisa jadi nyonya rumah di rumah ini!' batin Susan begitu percaya diri.
__ADS_1
Mereka bahkan melakukan adegan panas itu di depan para pekerja yang sedang mengatur meja dan kursi. Dua orang pelayan di rumah Hadi bahkan sampai menggelengkan kepala mereka karena begitu jengah dengan perbuatan majikannya itu.
"Coba lihat itu Tati, ya ampun mereka itu tidak tahu tempat ya? kan bisa mereka melakukan itu di kamar tuan Hadi. Kenapa malah di tempat ramai seperti ini?" tanya Nani salah seorang asisten rumah tangga di rumah Hadi.
"Iya mbak Nani, bahkan kemarin si Meli bilang kalau mereka bahkan tidak canggung berciuman di dekat kolam renang saat Meli sedang mengajari nona Mika berenang!" kata Tati.
"Benar-benar ya, padahal mereka belum menikah loh. Dan tuan juga baru dua bulan ini kan bercerai dengan mantan istrinya. Katanya mantan istrinya selingkuh, aku jadi penasaran seperti apa ya mantan istrinya itu, tuan Hadi yang tampan seperti itu dan kalau di lihat sepertinya tuan Hadi juga gagah, kenapa mantan istrinya masih selingkuh ya?" tanya Nani yang begitu penasaran.
Kalau dilihat dari cara Hadi dan Susan bermesraan, Nani berpikir kalau tuannya itu pasti tidak ada kekurangan kan saat mereka melakukan kegiatan di dalam kamar. Tapi Nani penasaran kenapa mantan istri tuan Hadi nya itu masih selingkuh dengan pria lain.
"Ih, mbak Nani aku mikirnya udah kemana-mana ini!" protes Tati yang memang masih single.
"Loh, aku memang mikirnya kesitu Tati. Lihat tuh mereka berciuman begitu, huh... aku yang lihat saja ikutan berkeringat nih. Tapi tuan Hadi yang seperti itu masih di selingkuhi istrinya, kan aku jadi penasaran seperti apa mantan istri tuan Hadi. Apa selingkuhannya itu lebih tampan, atau otot lengannya lebih besar, atau seperti di film-film penjaga pantai itu loh, di depannya ada roti sobeknya?" tanya Nani sambil memutar telunjuk tangannya di depan perutnya sendiri.
"Udah ah mbak Nani. Jangan ngomongin roti sobek, kasihan aku yang jomblo ini!" keluh Tati.
"Huh, emang susah kalau ngomong sama jomblo!" sahut Nani sambil ikut terkekeh.
***
__ADS_1
Seperti yang telah di perintahkan oleh Dave, jam setengah sepuluh Joseph sudah berada di depan pintu apartemen milik Dave.
Joseph segera membunyikan bel, karena dia tahu kalau bos nya itu sudah bersama dengan Sila, maka Dave akan lupa waktu, lupa pada jadwalnya dan lupa kalau dia masih ada meeting penting.
Sementara yang sedang di khawatirkan oleh Joseph itu memang benar terjadi, ketika bel berbunyi Dave masih memeluk Sila di dalam kamarnya, di atas tempat tidur, di dalam selimut.
Mendengar suara bel, Sila pun mencoba untuk melepaskan pelukan Dave darinya.
"Tuan, itu bel nya berbunyi!" ucap Sila sambil berusaha mengangkat tangan Dave dari perutnya.
"Lalu?" tanya Dave santai sambil mencium kening Sila.
"Itu pasti Joseph, lihat itu!" Sila berkata sambil melirik ke arah jam dinding yang terpajang di dinding kamar apartemen Dave.
"Sekarang sudah jam setengah sepuluh tuan, kita harus bersiap. Tuan ada meeting penting jam sepuluh nanti!" jelas Sila.
Dengan malas Dave mengangkat tangannya dari perut Sila. Sila yang terbebas pun segera bangun dan melihat ke arah lantai. Baju yang dia pakai tadi sudah tergelak sembarangan di lantai dan sudah robek sana sini.
'Kenapa sih tuan selalu merobek pakaian ku, membukanya dengan benar kan bisa!' keluh Sila dalam hati.
__ADS_1
***
Bersambung...