Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 49


__ADS_3

Hari sudah malam, saatnya semua karyawan perusahaan Hendrawan Grup untuk pulang ke rumah masing-masing. Dave meminta Joseph untuk membawa Sila menuju mobil mereka terlebih dahulu, karena sejak tadi Luna terus saja berada di ruangannya dan tidak mau pulang duluan.


"Dave, aku tidak bawa mobil. Dan supir ku sedang sakit. Kata Tante Davina...!"


Luna berusaha memberi alasan pada Dave kenapa dirinya tidak mau beranjak dari ruangan Dave. Tapi sebelum dia selesai bicara Dave menyelanya.


"Bisa tidak pakai alasan lain, jangan setiap kali kamu ingin sesuatu kamu terus gunakan nama ibuku, apa kamu pikir aku ini anak yang sangat berbakti pada ibuku?" tanya Dave sambil melipat kedua tangannya di depan dada dan melihat ke arah Luna dengan tatapan malas.


"Tentu saja, jika tidak kenapa kamu terus menuruti apapun permintaan Tante Davina. Lagipula apa kamu tahu kalau surga mu itu ada di telapak kaki ibumu?" tanya Luna mencoba untuk membuat Dave lebih menurut lagi pada ibunya.


Luna berpikir jika Dave semakin menurut pada ibunya maka jalannya untuk menjadi nyonya Dave Hendrawan akan sangat mulus dan akan terwujud secepatnya. Tapi di luar dugaannya Dave malah tersenyum miring saat Luna mengatakan hal itu.


"Sayang sekali apa yang kamu kira itu salah besar. Jika aku menurut maka kamu sudah pasti menjadi nyonya Dave sekarang tapi kenyataannya itu tidak akan pernah terjadi, sebaiknya kamu keluar dari ruangan ini sekarang atau besok akan ada poster besar di pintu perusahaan dengan gambar mu dan tanda silang besar disana yang artinya kamu tidak akan di perbolehkan masuk ke dalam perusahaan ini lagi!" gertak Dave.


Luna begitu terkejut mendengar apa yang dikatakan Dave, tidak hanya masalah Dave akan menentang perjodohannya dengan dirinya tapi masalah Luna yang tidak boleh lagi datang ke perusahaan jika dia tidak pulang sekarang.


"Tapi Dave, Tante Davina bilang... "


"Ibu ku bilang kamu boleh bekerja disini, dan jam kerjamu sudah selesai. Tidak ada yang bisa kamu lakukan dan kamu bisa pulang!" seru Dave dengan santai.


"Dave, ibu mu sangat menyukai ku dan kita juga akan segera bertunangan...!"


"Ibu ku yang menyukai mu, bukan aku. Jangan membuat ku muak Luna. Keluar sekarang juga atau aku akan panggil satpam untuk menyeret mu keluar!" bentak Dave yang sudah mulai kehabisan kesabaran nya.


Luna sampai terhuyung ke belakang sanking terkejutnya. Tanpa bicara lagi Luna langsung berlari keluar dari ruangan Dave dengan wajah yang terlihat sangat kesal.


"Ck... dia mengusir ku lagi dan lagi. Sulit sekali mendekati Dave. Ibu pasti akan mengomel karena hari ini aku pulang tidak di antar oleh Dave!" omel Luna sepanjang jalan.


Sementara itu di area parkir, Sila sudah berada di dalam mobil dan Joseph masih menunggu di luar.


Setelah cukup lama, akhirnya dia melihat Dave keluar dari dalam lift dan segera menuju ke arahnya. Joseph dengan cepat membukakan pintu mobil untuk Dave.


Setelah Dave masuk, Joseph juga langsung masuk ke dalam mobil dan mereka pun meninggalkan area perkantoran.

__ADS_1


"Ini untuk mu!" ucap Dave pada Sila sambil memberikan sebuah paper bag yang berisi handphone baru untuk Sila.


Sila melihat isi paper bag itu.


"Ini... tapi tuan...!"


Sila menjeda kalimat yang akan dia katakan karena telunjuk Dave sudah berada di depan bibirnya.


"Ponsel mu hilang, dan kamu perlu ponsel baru agar aku bisa menghubungi mu saat aku merindukan mu!" ucap Dave dengan suara yang terdengar serak dan berat membuat wajah Sila menjadi merona.


"Terimakasih tuan!" ucap Sila pelan.


Dave lalu menyandarkan kepalanya di bahu Sila, membuat Sila merasa terkejut. Tapi karena Dave memang sekarang adalah suaminya Sila mulai membiasakan diri dengan semua sikap manja Dave itu.


"Hari ini sangat melelahkan Sila, seandainya aku bisa membawamu pulang!" gumam Dave sambil memejamkan matanya.


Sila hanya terdiam, dia tidak tahu harus menanggapi bagaimana perkataan Dave itu. Karena dirinya juga masih tidak menyangka kalau dirinya sekarang sudah menjadi istri dari seorang Dave Hendrawan.


"Tu.. tuan... bukankah besok kita juga akan bertemu lagi?" tanya Sila ragu.


Tapi dia juga semakin tidak enak, karena Joseph dan juga supir Dave masih berada di dalam mobil.


"Sebentar lagi saja Sila!" bantah Dave yang terus memeluk erat Sila.


"Tapi tuan... !"


Dave mulai mengerti kalau Sila tidak enak pada Joseph dan supirnya. Dave melepaskan pelukannya dari Sila.


"Jo!" seru Dave.


Dan seperti sangat mengerti apa yang diinginkan oleh bos nya, Joseph mengajak supir Dave untuk keluar dari dalam mobil dan sedikit menjauh dari mobil Dave.


Dave kembali menyentuh lembut pipi Sila.

__ADS_1


"Mereka sudah pergi, sekarang aku bisa mencium istri ku ini kan?" tanya Dave yang langsung mencium Sila.


Tidak hanya sekedar ciuman saja, tangan Dave juga mulai bergerak dengan nakal hingga membuat mobil yang tadinya diam terparkir itu sedikit bergoyang.


Joseph hanya bisa mengusap wajahnya kasar dan terus memperhatikan keadaan sekeliling nya.


'Yang benar saja. Tuan tidak melakukannya di dalam mobil kan?' tanya Joseph yang berharap tuannya tidak melakukan hal itu di dalam mobil karena mereka sedang berada di tempat yang tidak tepat.


Beberapa menit kemudian, Sila segera merapikan rambut dan juga pakaian nya yang sudah berantakan. Dengan nafas yang tersengal-sengal Sila juga mengusap bibirnya yang basah dengan sapu tangan yang di berikan Dave padanya.


Dengan bibir yang sudah agak bengkak Sila perlahan keluar dari dalam mobil. Tapi baru akan menutup pintu, Dave lagi-lagi memanggilnya.


"Sila, di ponsel mu sudah ku masukkan nomor ku. Aku akan menunggumu menghubungi ku malam ini!" ucap Dave membuat Sila mengangguk sekali dengan malu lalu langsung menutup pintu mobil.


Sila berjalan dengan cepat menuju ke arah rumah kontrakan Karina. Setelah melihat Sila keluar dari dalam mobil Joseph lalu masuk ke dalam mobil. Matanya langsung melihat ke arah spion yang ada di dalam mobil. Dan benar saja seperti dugaannya sepertinya bos nya itu sudah melakukanya dengan Sila di dalam mobil. Terlihat dari pakaian Dave yang berantakan.


"Tuan, apa tuan perlu tissue?" tanya Joseph berinisiatif mengambil satu kotak tissue dari atas dashboard dan mengulurkannya ke arah belakang.


Dave yang mengerti betul maksud Joseph langsung menepis kotak tissue yang di ulurkan oleh Joseph.


"Jo, apa menurutmu aku selemah itu?" tanya Dave dengan wajah kesal.


"Maaf tuan!" ucap Joseph.


"Sudahlah, cepat jalan!" seru Dave kesal.


Joseph menjadi salah tingkah, sepertinya dia sudah salah menduga.


'Apa yang aku pikirkan, mana mungkin melakukan hal seperti itu selesai dalam beberapa menit saja, ck... bodohnya aku!' pikir Joseph.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2