Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 269


__ADS_3

Sila dan Karina langsung menoleh ke arah Shafa yang terbatuk-batuk. Karina yang sedang memilih beberapa perhiasan bersama Sila langsung pindah duduk di sebelah Shafa dan mengusap-usap punggung Shafa perlahan.


"Shafa pelan-pelan minumnya!" ucap Davina menasehati Shafa.


Resa juga langsung menoleh ke arah Shafa, tapi dia langsung terkejut sebab tatapan Shafa padanya sangat tajam.


"Eh...!"


Sebelum Resa menyelesaikan apa yang ingin dia katakan, yaitu kenapa Shafa melihatnya seperti itu. Shafa langsung mengubah ekspresi nya menjadi tersenyum pada Resa.


Membuat Resa tersenyum juga karena dia mengira Shafa pasti tadi melihatnya dengan tatapan tajam karena dia tersedak. Jadi ekspresi wajah nya begitu.


"Ada apa?" tanya Karina.


Shafa langsung menoleh ke arah Karina. Karena Karina sudah tahu tentang rasa sukanya pada Joseph. Shafa pun menggeser duduknya mendekati Karina dan menjauh dari Davina.


"Kak, ibu mertuamu itu mau menjodohkan Resa dengan Joseph. Aku kesal sekali, harus aku apakah wanita tua itu ya, supaya berhenti menjadi Mak comblang dadakan?" tanya Shafa berbisik pada Karina.


Karina cukup terkejut dengan apa yang dikatakan Shafa. Dia lalu menoleh ke arah Resa. Tapi sebenarnya dia lebih terkejut Shafa seperti itu bicara tentang ibunya. Dia bahkan memanggil ibunya dengan sebutan wanita tua. Mendengar itu Karina jadi mengernyitkan keningnya.


Tapi kembali pada apa yang Shafa katakan, Karina berpikir sejenak. Lalu berkata pada Davina.


"Shafa, apa tidak sebaiknya kamu dan Joseph menemui kedua orang tuamu dan katakan yang sebenarnya tentang hubungan kalian pada mereka. Masalahnya aku pun akan berpikir sama kalau tidak mengetahui tentang hubungan kalian berdua. Semua mengira Joseph single, bahkan Dave pernah berpikir hal yang sama seperti ibu Davina!" jelas Karina.


Shafa langsung membulatkan matanya.


"Berpikir tentang apa? menjodohkan pak tua dengan orang lain begitu?" tanya Shafa yang suaranya mulai terdengar.


"Hei, kenapa bicara berbisik-bisik begitu? Shafa jangan macam-macam ya, jangan ajari kakak ipar mu hal yang tidak-tidak!" seru Davina.


Sila terkekeh mendengar itu, begitu juga Karina. Tapi Shafa memasang wajah kesal.

__ADS_1


"Ya ampun ibu, aku ini anak kandung mu loh, kenapa seolah aku ini bakteri atau virus yang akan menulari kak Karina penyakit tidak baik. Heran!" kesal Shafa.


Tapi bukannya menanggapi dengan bagaimana bagaimana. Davina malah tertawa melihat Shafa yang kesal padanya.


Resa yang melihat kehangatan keluarga ini pun mulai tertarik memikirkan apa yang ibunya katakan semalam. Ibunya Resa, Walida sempat menyampaikan maksud dari Davina yang ingin mengenalkan Resa pada salah satu anggota keluarganya. Namanya Joseph.


Walida memang sudah bilang pada Resa, kalau memang Joseph itu bukan anak kandung Davina dan Rizal. Tapi mereka sudah menganggap Joseph itu keluarga. Dia sangat setia dan bertanggung jawab.


Mengingat apa yang dikatakan Walida semalam. Dan menyaksikan betapa hangatnya keluarga Hendrawan ini. Resa yang masih berusia 24 tahun dan baru lulus dari sekolah designer di Paris pun sudah menetapkan keputusan nya. Dia akan menerima perjodohan ini. Meskipun Walida juga bilang tidak memaksakan keduanya untuk berjodoh, yang penting ketemu dulu dan saling memberi kesempatan. Tapi sepertinya Resa sangat tertarik untuk menjadi bagian keluarga Hendrawan yang begitu hangat dan saling perduli di depannya itu.


Shafa pun memilih pergi karena kesal pada Davina. Dia mengajak Mika dan Diah untuk makan eskrim.


Setibanya di kedai eskrim, Shafa pamit pada Diah sebentar untuk ke toilet padahal dia ingin menghubungi Joseph.


"Ha...!"


"Pak tua, dengarkan aku ya! pokoknya kalau ibu ke sana dengan seorang wanita yang bodinya seperti papan penggilesan yang namanya Resa, kau harus menimbulkan kesan buruk pada wanita itu!" seru Shafa dengan satu tarikan nafas.


"Bisa ulangi lagi...!"


"Pak tua!!" pekik Shafa.


"Ada apa Shafa, kau bicara terlalu cepat. Dan aku baru bangun tidur. Aku tidak fokus, jadi bisa kau ulangi lagi?" tanya Joseph yang mengatakan juga alasan kenapa dia tidak mengerti maksud Shafa yang dia katakan panjang lebar itu.


"Ibu ku ingin menjodohkan mu!" ucap Shafa singkat.


"Menjodohkan ku, dengan mu?" tanya Joseph membuat Shafa mengenal nafas dan memegangi kepalanya yang mulai terasa sakit.


"Pak tua, apa kau bodoh. Kalau dia ingin menjodohkan mu dengan ku, apa aku akan marah-marah?" tanya Shafa.


"Lalu dengan siapa?" tanya Joseph lagi.

__ADS_1


"Dengan seorang designer muda berbakat, itu kata ibu. Tapi menurutku dia biasa-biasa saja. Pokoknya kau harus menunjukkan kesan yang sangat tidak baik padanya nanti. Joseph, awas saja sampai kau membuatnya terpesona. Aku akan langsung datang padamu dan mencukur habis semua buluu di tubuhmu!" gertak Shafa pada Joseph.


Shafa yang merasa kesal malah di buat makin kesal lagi karena dia mendengar kekehan Joseph dari seberang telepon.


"Kenapa tertawa, aku serius!" pekik Shafa lagi.


"Shafa, maafkan aku. Jangan marah. Apa aku perlu datang ke sana?" tanya Joseph lagi.


"Untuk apa?" tanya Shafa.


"Untuk mengatakan pada nyonya besar kalau aku mencinta...!"


Shafa langsung panik, saat Joseph bilang begitu. Masalahnya dia tidak sengaja lewat di depan ruang kerja ayahnya. Dan ketika itu dia mendengar ayah dan ibunya sedang membicarakan seorang temannya yang anaknya membatalkan pernikahan perjodohan dia keluarga besar hanya karena sang anak memilih lari dengan pengawalnya.


Shafa mendengar juga kalau keluarga itu menanggung malu yang amat besar, hingga sang kepala keluarga yang juga adalah rekan bisnis Rizal terkena serangan jantung. Mendengar itu Shafa jadi takut, kalau ayah dan ibunya mendengar kalau Shafa juga menyukai Joseph maka kedua orang tuanya juga akan terkena serangan jantung.


"Tidak... tidak.. pak tua jangan lakukan itu. Aku sendiri yang akan bicarakan pelan-pelan dengan ayah. Aku takut...!" Shafa menjeda kalimatnya.


Shafa menjeda kalimat yang ingin dia katakan karena dia meyakini setiap perkataan adalah doa. Dan dia tidak mau mengatakan hal buruk untuk ayah dan ibunya.


"Pak tua, pokonya jangan katakan dulu. Aku yang akan bilang pada ayah dan ibu setelah pernikahan kak Randy dan kak Karina. Aku tidak mau membuat kekacauan!" jelas Shafa.


Tak ada suara dari Joseph, sepertinya dia juga setuju. Kalau tidak ingin ada kekacauan atau hal-hal yang tidak di duga terjadi dan bisa mengganggu acara pernikahan Randy dan Karina.


"Baiklah, sesuai katamu saja tuan putri!" ucap Joseph membuat Shafa tersenyum malu.


"Kau manis sekali, tapi ingat kataku ya. Buat kesan buruk saat bertemu dengan Resa Resa itu!" seru Shafa lagi lalu memutuskan panggilan telepon dari Joseph.


"Huh, beres. Kalau pak tua bersikap galak dan menunjukkan wajah dingin. Tidak mungkin kan Resa akan menyukainya, aku memang pintar!" gumam Shafa.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2