
Setelah menunggu hingga pukul 07.00 pagi. Susan tak juga sadarkan diri. Tapi dokter mengatakan kondisinya sudah lebih baik dari semalam. Hadi yang di buat pusing oleh desakan Mila pun memutuskan untuk pulang ke rumahnya terlebih dahulu untuk berganti pakaian dan sarapan.
Sepanjang perjalanan pulang ke rumahnya, Hadi benar-benar di buat sakit kepala. Dia juga bingung apa yang harus dia lakukan, dia tidak mau sampai terjadi apa-apa pada anaknya yang ada di kandungan Susan. Tapi kalau dia menceraikan Rosa, dia juga pasti akan sangat di salahkan oleh semua keluarganya dan keluarga Rosa. Hadi benar-benar pusing. Dia bahkan mengemudikan mobilnya dengan tidak fokus, sudah dua kali Hadi hampir menabrak mobil yang ada di depannya sangking tidak fokusnya.
Setibanya di rumah, Hadi langsung masuk ke dalam rumahnya. Niatnya ingin makan, mandi dan istirahat sebentar. Tapi saat dia masuk, dia kembali di buat terkejut karena ayah dan ibunya ada di rumah.
Sedangkan Hadi sudah mengatakan pada kedua orang tuanya untuk tetap di rumah Rosa dulu sampai masalahnya dengan Susan teratasi.
"Hadi, bagaimana keadaan Susan?" tanya Murti yang juga khawatir pada keadaan Susan yang mengandung calon cucunya juga.
Tapi bukannya menjawab pertanyaan dari Murti, Hadi malah terlihat terkejut dan langsung bertanya pada ibunya yang berjalan mendekat ke arahnya.
"Ibu, kenapa ibu kembali sekarang? bagaimana dengan Rosa dan keluarganya?" tanya Hadi yang takut Rosa dan keluarganya juga ikut bersama mereka.
Tapi mendengar pertanyaan Hadi, ekspresi wajah Murti tampak murung.
"Hadi, Semalam saat kamu mendadak pergi dari rumah Rosa. Ibu Dahlia kebingungan, kenapa kamu meninggalkan Rosa di malam pernikahan kalian. Akhirnya dia bertanya pada Rosa, awalnya Rosa mengatakan kalau ada rapat penting, makannya kamu harus segera kembali ke kota. Tapi ibu Dahlia tidak lupa kalau Rosa pernah bilang kamu kena skorsing dari perusahaan, Ibu Dahlia juga bertanya pada ayah dan ibu yang ada di sana, ayah dan ibu hanya diam. Lalu ibu Dahlia kembali mendesak Rosa, hingga Rosa berkata jujur pada ibunya kalau Susan pendarahan. Ibu Dahlia langsung menangis histeris, ibu Dahlia terus bilang kalau pasti Rosa akan segera di ceraikan, malangnya anaknya itu baru sehari menikah sudah akan di ceraikan. Setelah terus berkata seperti itu ibu Dahlia langsung pingsan. Ternyata penyakit jantungnya kambuh, kami membawanya ke rumah sakit di kota ini. Rosa sedang ada di sana menunggui ibunya!" jelas Murti yang membuat Hadi terduduk lemah di sofa yang ada di belakangnya.
"Lalu bagaimana keadaan ibu Dahlia, Bu?" tanya Hadi dengan suara yang sudah sangat lelah.
"Kondisinya kritis, penyakit jantungnya sudah parah! kata dokter dia tidak boleh mendengar kabar mengejutkan atau akan sangat fatal!" lanjut Murti yang tadi sempat ikut menemani Rosa hingga pagi di rumah sakit yang berbeda dengan Susan.
__ADS_1
Hadi langsung mengusap wajahnya kasar. Dia benar-benar frustasi sekarang. Di satu sisi Susan kritis dan juga calon anaknya. Di satu sisi ibu mertuanya, ibunya Rosa juga kritis dan hanya ibunya sajalah yang Rosa miliki di dunia ini. Hadi menjadi tidak tega pada Rosa yang selalu bersikap begitu lembut dan begitu mengalah di depan Hadi. Dulu dia jatuh hati lagi pada Susan juga karena sikap Susan seperti itu padanya.
"Ibu Mila minta aku menceraikan Rosa, Bu!" ucap Hadi pada Murti.
Murti sangat terkejut mendengar ucapan Hadi barusan. Sesungguhnya dia lebih menyukai Rosa yang menjadi menantunya di bandingkan dengan Susan. Murti juga lebih suka Dahlia yang menjadi besannya daripada Mila yang judes dan maunya menang sendiri itu.
Murti langsung duduk di sebelah Hadi dan menepuk bahu anaknya itu dengan lumayan kuat.
"Bagaimana mungkin? kalian baru menikah satu hari. Yang benar saja? bagaimana dengan Rosa dan ibunya, ibunya pasti tidak bisa menerima semua ini terjadi pada Rosa Hadi. Kalau terjadi apa-apa pada ibunya, Rosa akan sebatang kara Hadi. Jangan membuat kesalahan lagi, kamu sudah menyakiti satu orang wanita dan hidup mu berantakan. Jangan sakiti Rosa, hidup mu akan hancur!" terang Murti.
Murti sama sekali tidak ingin kehilangan Rosa sebagai menantunya, kalau dia kehilangan Susan, itu malah tidak masalah baginya.
"Pokoknya ibu tidak setuju kamu menceraikan Rosa!" tegas Murti.
"Lalu aku harus bagaimana Bu?" tanya Hadi yang tidak bisa berpikir jernih saat ini.
Satu persatu masalah mulai datang ke hidupnya. Bahkan beberapa hal menimbulkan kerugian tidak hanya secara materi tapi jjga secara im4teril. Haris yang melihat putranya sangat kalut sebenarnya juga merasa kasihan pada Hadi. Tapi dia juga tidak bisa memutuskan hal seperti yang Murti putuskan, memilih salah satu dari Rosa atau Susan. Karena Susan juga sedang mengandung anak Hadi.
"Hadi, istirahat lah dulu. Pikirkan semua ini baik-baik. Mandi, makan lah dulu. Selain memikirkan kedua orang wanita itu, kamu juga harus pikirkan kesehatan mu!" Haris berkata seperti itu lalu pergi meninggalkan Murti dan Hadi yang masih sama-sama bingung.
***
__ADS_1
Sementara itu di rumah sakit, tempat Dahlia di rawat. Rosa di temani Safar sedang mengupas sebuah jeruk untuk Dahlia.
"Ibu, ini makan dulu jeruknya!" ucap Rosa yang memberikan piring berisi jeruk yang sudah dia kupas dan dia bersihkan.
"Untung saja kamu semalam mendengar masalah pendarahan itu, kalau tidak mana bisa kita siapkan rencana cadangan ini. Kamu pasti akan berakhir dengan di ceraikan oleh Hadi!" ucap Safar.
Rosa langsung duduk di dekat Safar.
"Aku sudah cukup mengenal wanita licik itu, tapi aku tidak menyangka kalau dia akan pendarahan. Aku pikir dia akan datang dan membuat keributan, lalu aku akan mainkan drama wanita lemah yang teraniaya. Ternyata dia malah pendarahan, ck... rencana harus berubah lagi. Ibu harus berpura-pura kesakitan begini!" ucap Rosa yang kasihan melihat ibunya yang sudah tua harus terus membantunya.
"Tidak apa-apa nak, kita lakukan semua ini demi Jasmine. Ibu akan selalu membantu kalian!" sahut Dahlia.
"Sekarang bagaimana?" tanya Rosa pada Safar.
"Aku yakin saat ini Hadi Tama itu sedang sakit kepala, tapi aku juga yakin kalau ibu mertua ku yang sudah menyukai mu itu tidak akan membiarkan kamu di ceraikan oleh Hadi. Kemungkinan besar, Hadi Tama malah akan datang padamu dan meminta kamu berpura-pura sudah dia ceraikan. Untuk membuat Susan tenang, karena bagaimana pun Hadi Tama itu pasti akan berusaha mempertahankan anak yang ada dalam kandungan Susan!" jelas Safar.
Rosa menghela nafas panjang. Safar pun menepuk bahu Rosa dengan lembut.
"Sabar Rosa, setelah Susan kembali dari rumah sakit. Kita bisa buat kehebohan lagi nanti, pastinya akan lebih heboh dari yang kemarin!" ucap Safar.
***
__ADS_1
Bersambung...