Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 110


__ADS_3

Hadi semakin panik, karena pengacaranya malah menyatakan mundur dari kasus ini setelah dia tahu siapa lawan pengacara yang akan dia hadapi. Hadi bahkan tidak percaya kalau pengacara yang sudah dia bayar mahal bahkan seharga satu buah mobil itu mundur begitu saja, bahkan tidak takut akan denda dua kali lipat kalau menyalahi kontrak.


"Tuan Santoso, bagaimana mungkin kamu mundur begitu saja? aku sudah mengeluarkan banyak uang untuk membayar mu!" kesal Hadi yang tak terima pengacara yang sudah tahu seluk beluk masalah antara dirinya dan Sila malah mundur begitu saja dari kasus tentang hak asuh Mika ini.


"Maaf tuan Hadi, aku akan kembalikan uang yang kamu berikan padaku serta denda penaltinya. Tapi kalau aku harus berhadapan dengan Jeremy Darrow, aku takut bahkan tidak bisa menentang alibi darinya satu kata pun. Dan hasilnya adalah karir ku akan berakhir!" jelas Santoso. Mantan pengacara Hadi yang sepertinya sangat takut pada pengacara dari pihak Sila.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Santoso, Hadi dengan wajah kesal langsung bersuara dengan nada tinggi.


"Memangnya siapa itu Jeremy Darrow, apa hebatnya dia. Lalu untuk apa kalian menjadi pengacara kalau hanya mendengar nama Jeremy Darrow saja takut?" tanya Hadi kesal, dia bahkan sudah bicara sambil mengepalkan tangannya.


"Maaf tuan Hadi, aku akan segera transfer uangnya...!"


Tut... Tut... Tut....


Santoso pun memutuskan panggilan dari Hadi.


"Pak Santoso, halo ... halo...!" Hadi terus memanggil pak Santoso meski nada putus sudah dia dengar.


"Sial!" pekik Hadi yang nyaris membanting ponselnya.


Tapi akal sehatnya masih bersamanya, dia menggenggam erat ponsel itu karena banyak data penting di dalamnya.


Hadi memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit dan berdenyut. Susan yang sedari tadi memperhatikan Hadi pun segera mencari tahu tentang nama pengacara yang disebutkan Hadi tadi pada tablet yang dia pegang.


Susan menampakkan ekspresi sangat terkejut ketika dia sudah mendapatkan data tentang siapa itu Jeremy Darrow. Semakin Susan membaca kata demi kata tentang seorang pengacara yang sudah memenangkan semua kasus yang dia tangani tanpa kalah satu kali pun membuat Susan menelan salivanya dengan begitu susah payah.


"Mas, sepertinya memang pengacara ini bukan orang sembarangan. Ribuan kasus dalam beberapa tahun terakhir dengan presentase kegagalan nol!" jelas Susan dengan nada suara yang begitu lemah.

__ADS_1


'Habis sudah, mas Hadi tidak akan pernah melepaskan Mika. Bagaimana ini, aku harus menyarankan mas Hadi agar mencari pengacara lain!' pikir Susan yang tidak mau kalau sampai hal asuh Mika jatuh ke tangan Sila.


Susan sangat mengenal Hadi, dia tidak akan bisa tanpa putrinya. Meskipun dia yakin Hadi mencintainya, tapi kasih sayangnya pada Mika memang tidak bisa di ganggu gugat.


Hadi yang sekarang sudah merasa kalau jabatannya itu tinggi pun tidak mau menyerah begitu saja.


"Ck... memangnya siapa itu Jeremy Darrow. Mustahil di kota ini tidak ada pengacara lain yang tidak mampu mengalahkannya!" seru Hadi yang sekarang malah sudah dalam posisi berkacak pinggang dan berjalan ke sana kemari.


Mulutnya memang seolah mengatakan dia tidak panik dan tidak cemas sekali pada Jeremy Darrow yang merupakan pengacara dari pihak Sila. Tapi sikapnya itu jelas memperlihatkan kalau dia sangat khawatir.


"Mas, kalau mau mencari pengacara lain. Kita harus cepat. Masalahnya sidangnya besok jam sepuluh pagi. Aku akan membatalkan semua janji temu untuk mu hari ini. Sebentar mas!" ucap Susan yang membuat Hadi mengangguk paham.


Hadi menghela nafasnya, setidaknya dia masih punya Susan yang mau mendukungnya. Hadi berpikir kalau Susan juga sangat ingin hak asuh Mika jatuh pada Hadi karena dia juga sangat menyayangi Mika.


Padahal yang ada di pikiran Hadi itu sama sekali tidak benar. Susan membantu Hadi untuk dirinya sendiri. Karena dia tahu kalau hak asuh Mika jatuh pada Sila, bisa saja Hadi kembali mengejar Sila untuk bisa bersama dengan Mika.


Karena baik Hadi maupun Susan tidak ada dari keduanya yang tahu kalau Sila sudah menikah dengan Dave.


"Mas, aku sudah membatalkan semua janjimu hari ini dengan klien. Dan aku juga sudah menghubungi beberapa kantor pengacara, kita bisa mulai dari Gerald law n friends. Aku sudah menghubungi sekertaris pengacara Gerald untuk membuat janji bertemu dalam tiga puluh menit lagi!" jelas Susan yang membuat Hadi begitu bersyukur ada Susan yang mampu menangani semuanya saat dia tidak bisa berpikir jernih karena cemas akan kehilangan hak asuh Mika, putri kesayangannya.


"Kerja bagus Susan, ayo!" ajak Hadi yang tak mau membuang satu detik pun untuk mendapat pengacara yang mampu melawan Jeremy Darrow. Bukan yang mampu lebih tepatnya yang mau, karena dari yang dia dengar dari Santoso tadi. Bahkan dia memilih mundur daripada karirnya berakhir jika kalah dari Jeremy Darrow.


Beberapa menit kemudian, Hadi dan Susan sampai di kantor pengacara Gerald.


Awalnya mereka di sambut dengan ramah dan begitu hangat. Tapi begitu mendengar lawannya adalah Jeremy Darrow. Gerald dan asistennya bahkan langsung menolak tanpa membaca kasus Hadi terlebih dahulu.


"Jeremy Darrow?" tanya Gerald dengan alis yang naik ke atas.

__ADS_1


"Iya tuan Gerald. Tapi kasus ini sangat memberatkan lawan, mantan istri tuan Hadi sudah selingkuh, dan...!"


"Maaf tuan Hadi, sepertinya aku tidak bisa membantu anda!" sela Gerald sebelum Susan bisa selesai memberikan penjelasan padanya.


Wajah Hadi tampak terkejut. Begitu pula dengan Susan.


"Tapi tuan Gerald, kasus ini memberatkan..!"


"Mau kasus ini berat pada pihak lawan atau tidak, tapi melawan Jeremy Darrow! itu sama saja dengan menyerahkan karir ku yang sudah aku bangun selama belasan tahun. Apa kalian berdua tidak tahu siapa itu Jeremy Darrow? ayah dan kakeknya adalah pengacara yang sangat di segani di Inggris. Dan Jeremy sendiri, belum pernah ada yang mengalahkan nya sepuluh tahun terakhir ini. Maafkan aku, tapi aku harus pergi sekarang!" ucap Gerald yang langsung berdiri dan meninggalkan Hadi dan Susan yang masih dalam keadaan terkejut.


Hadi mengepalkan tangannya dengan kuat.


"Sial!" pekik Hadi memukulkan tangannya ke atas meja.


Melihat Hadi yang begitu frustasi, Susan pun menjadi semakin bingung.


"Mas, kita coba ke tempat lain. Pengacara senior Budiman, mungkin dia bisa membantu kita!" ucap Susan mencoba untuk mengajak Hadi ke tempat pengacara lain.


"Ayo!" ajak Hadi.


Mereka berdua pun akhirnya pergi ke kantor pengacara yang lain, tapi sayangnya hal yang sama dengan yang terjadi di kantor pengacara Gerald tadi juga terjadi di sini.


"Berapapun tuan Hadi akan membayar ku, aku tidak akan menerima kasus ini. Melawan Jeremy Darrow sama saja dengan menghancurkan karir sendiri!" kata pengacara Budiman.


Hadi pun menghela nafasnya dan mengusap wajahnya dengan kasar. Sementara Susan, dia mulai panik karena tiga orang pengacara terkenal mengatakan kalimat yang sama tentang kasus ini.


'Bagaimana ini?' tanya Susan yang sudah mulai panik dalam Hati.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2